Istri Burik Berubah Cantik Karena Penghinaan Suami

Istri Burik Berubah Cantik Karena Penghinaan Suami
pelukan David


__ADS_3

terdengar suara lantunan Azan dari rayen. Menambah hikmat suasana yang mengharukan.


rayen keluar kamar, memberitahu kabar bahagianya.


" ma, pa... kalian dapat cucu baru. bayinya cowok, " seru rayen dengan mata yang berbinar binar.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


" Alhamdulillah pa, cucu kita sudah lahir. " Seru ibu kandung Ratna berbicara kepada suaminya.


" Cucu kita sudah lahir jeng. " Mertua Ratna memeluk erat ibu kandung Ratna.


" Iya selamat jeng, ayo kita lihat bersama. " Seru para ibu ibu masuk ke dalam ruang persalinan.


Para suster melihat dari dalam. " Loh, ibu berdua mau kemana? " Tanya salah seorang suster


" Mau nengok anak serta cucu kami Sus, " Jawab mama mertua Ratna dengan santai.


Muka santai suster berubah garang " Maaf tidak bisa bu, untuk sekarang orang luar belum di izinkan masuk. Nanti setelah pasien pindah ke ruang perawatan biasa, ibu ibu semua bisa melihat dengan leluasa. Sekali lagi maaf ya ibu ibu. " Sahut suster tegas sebelum menutup pintu ruang persalinan.


Kedua orang yang baru saja menjadi nenek itu mengelus dadanya " Ampun, kejam banget " Ujar mama mertua Ratna.


" Ya sudah jeng, nanti di kamar saja kita lihatnya. Mungkin di dalam lagi sibuk mengurus Ratna. Lebih baik kita menunggu di luar. " Usul ibu kandung Ratna.


....

__ADS_1


Hari semakin malam. Tiara sudah tertidur pulas di pangkuan Asih, jam menunjukan pukul sepuluh. Sudah lewat dari jam tidur nya tiara.


" Nak, kasihan anak mu. Pulang saja dulu, nanti bapak kasih tau sama Ratna, kalo kamu kesini. " Ujar ayah mertua Ratna.


Asih mengangguk, " Maaf ya pak, Asih pulang dulu. Kasihan tiara, bsk masih mau sekolah. Titip salam untuk mbak Ratna ya pak. " Pamit asih sebelum mengangkat tiara dalam gendongannya.


" Iya, kamu hati hati di jalan ya. "


" Asih pulang dulu pak, assalamu'alaikum. " Salam asih sebelum pulang.


Jam menunjukan pukul sepuluh lebih tiga puluh menit. Lahan parkir rumah sakit ini sedikit lebih jauh. Dengan bobot tiara yang sekarang, Asih sedikit kesulitan menggendong nya.


Malam ini David lembur, proyek pembangunan sedikit menyita waktunya. Sebagai pemilik sekaligus dokter di rumah sakit ini, sungguh membuat dirinya lelah.


Setiba di parkiran, dari jauh. David melihat Asih. Rasa lelah nya hilang dalam sekejab. Ia mematikan mesin mobilnya.


" Boleh saya bantu? " Tanya David setelah dirinya tiba di samping Asih.


Asih terkejut bukan main. Dirinya tidak memperhatikan jika ada seseorang yang berdiri di dekatnya.


" Maaf, saya bikin kamu terkejut ya. Dari jauh saya lihat kamu kesulitan, " Ujar David merasa tak enak.


" Aduh nggak dok, saya yang kurang awas. Kebetulan, kunci mobil saya ada di dalam tas, maaf ya dok ngerepotin. Boleh minta tolong di ambilkan dok, maaf ya dok, " Ucap Asih merasa tak enak.


" Gak apa Asih, di bagian mana nya. Atau saya saja yang gendong tiara. " Usul David.

__ADS_1


Asih mengangguk, " Boleh juga, maaf ya dok, Ngerepotin. "


David mengambil alih tiara dalam dekapan Asih, " Udah di bilang gak repot. Lumayan juga ya beratnya tiara, pantes kamu kesulitan banget. Badan kecil gitu. "


Asih tersenyum, jika dulu banyak yang mengatakan tubuhnya gembrot, sekarang kebalikannya.


David yang melihat Asih tersenyum, juga ikut tersenyum. Uuh... Perasaan yang telah lama di lupakannya, kini di rasakannya kembali.


Asih mengaduk aduk isi tasnya, kemana larinya kunci mobil tadi.


" Kenapa, kunci mobil nya hilang? " Tanya David melihat Asih mulai panik.


Asih mengangguk, " Tapi tadi beneran ada di sini loh. " Ia kembali membongkar isi tas nya.


Nihil, tak ada kunci mobil disana.


Hari sudah semakin malam. Tiara tertidur pulas sekali. Mengapa diriku bisa seceroboh ini, bagaimana kami pulang. Benak asih berkelit.


❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄


up


up.


jangan lupa meninggalkan jejak ya kk 😁🙏🥰

__ADS_1


terimakasih 😘


__ADS_2