
Lily menangis terharu. Ia tak menyangka dirinya pun bisa mencintai seseorang begitu cepat.
“aku juga cinta sama mas angga” ucap lily
“udah jangan nangis kasihan baby kita” ucap angga
sambil menyeka air mata Lily dan mengelus perut datar lily.
“oh ya aku mau kabarin mama sama papa dulu” ucap angga
“iya sekalian mama aku jan lupa” ucap lily
“ok” jawab angga
Angga pun mengabari arjuna, vega, dan dina bahwa lily tengah hamil. Mereka akan ke rumah angga dan lily pada besok sore.
“udah?” tanya lily pada angga
“udah, kamu mau tau gimana reaksi mereka?” tanya angga
“emang gimana reaksi mereka?” jawab lily
“gini nich” angga menirukan suara ibunya dan mamanya lily. “Aaa... akhirnya aku mau punya cucu, lily dijagain baik-baik, besok Sore aku kerumah kalian!”
“seriusan?” tanya lily
“ iya, duarius malahan” jawab angga
“oh ya besok katanya mama mau ngajak kamu ke dokter spesialis kandungan sepulang dari kampus” ucap angga
“hemm iya” jawab lily
“udah ah mau tidur capek” ucap lily sambil menarik selimut.
“iyaaa tidur yang nyenyak yah” ucap angga sambul mengusap rambut lily
Tengah malam di kamar angga dan lily.
Jam 00.30 am
__ADS_1
“Mass” panggil lily, tapi yang dipanggil tak kunjung bangun. Lily pun mengeraskan suaranya“masss” .
“ha ada apa?” tanya angga
“aku ngidam...” jawab lily
“ngidam apa?” tanya lily
“pengen makan cumi-cumi pedas manis sama lobster pedas manis” jawab lily
Mendengar itu angga menghela nafas. Untung di kota ini ada restoran seafood yang buka 24 jam.“malam-malam malah ngidam seafood. Hadehh, yaudah aku beli dulu keluar. Kamu ikut apa tidur aja?” ucap angga
“mas angga aja yang pergi” ucap lily
“oke ditunggu yah kanjeng ratu lily” ucap angga
“hemm yang cepat ta mas” ucap lily
“ya ku usahakan” ucap angga. Angga pun pergi keluar rumah.
30 menit kemudian angga kembali. Ia langsung menuju kamar. Sampai dikamar
“astaga lily, dah tidur aja. Eh tapi kata penjualnya harus dimakan secepatnya. Yaudahlah bangunin aja” batin angga
“haa mana?” tanya lily antusias
“tu ada di meja makan” ucap angga
“ayoo kita makan” ucap lily sambil berlari kearah meja makan
“Lily... Hati-hati jan lari kamu lagi hamil loch” ucap angga panik
“ ihh perhatian banget suami akuhhh” goda lily
“Sini gw siapin. Kamu duduk aja” ucap angga
“eh tuan mau buat apa sini biar saya bikinin” ucap ART
“ ngga usah bi. Biar saya sendiri aja. Bibi ngapain malam-malam didapur?” tanya angga
__ADS_1
“bibi haus mau ambil minum” jawab Bi Sari
“ Yaudah bibi duluan tuan” Bi sari
“ Iya bi” ucap angga
“ ini dia pesanannya” ucap angga sambil membawa 2 piring berisi lobster dan cumi-cumi.
“Wahh enak tuhh” ucap lily
“nih habisin aja” ucap angga
“okeh” lily pun menyantap pesanannya sampai habis.
“hah habis juga” ucap lily
“ kalo udah tidur lagi besok masih berangkat loh hari terakhir sebelum S3 selesai kan?” ucap angga
“iya besok hari terakhir. Habis itu alih profesi jadi istri CEO hahaha” ucap lily
“iyyaaa, yuk tidur” ucap angga sambil menggendong lily masuk ke kamar.
Mereka tidur dengan saling berpelukan. Tangan Kanan angga berada di perut lily.
Pagi harinya.
Lily dan angga mandi bersama. Kini rasa canggung diantara mereka sudah tersingkirkan. Kini bahkan mereka saling terbuka dalam hal apapun.
Angga yang masih mengenakan handuk untuk menutupi area intinya, melihat lily yang sedang memakai make up. Ada rasa bangga terhadap dirinya sendiri, karena bisa menghamili lily dengan 1 kali langsung jadi.
“Ngapain mas angga liatin aku kaya gitu?” tanya lily
“ngga papa Cuma bangga terhadap diri aku aja. Bisa 1 kali langsung jadi” ucap angga
“ehhh kalo bukan sama aku juga gak bisa 1 kali langsung jadi. Mungkin 100 kali baru jadi kalo sama Si Ratu centil itu” ucap lily
“what?! Ratu centil siapa? Rebecca?” tanya angga
“tuhkan langsung nyambung. Huh dasar” jawab lily
__ADS_1
“emang dasar papa, berteman ko sama Ratu centil itu. Kamu kalo dah lahir cari teman yang baik-baik, jangan kaya papa yah nak” ucap lily sambil mengusap perutnya
“udah-udah aku mau pake baju dulu” ucap angga sambil berlalu menuju lemari pakaian.