Istri Kesayangan Tuan CEO

Istri Kesayangan Tuan CEO
Tergila-gila


__ADS_3

“Rebecca? Siapa Rebecca?” batin lily sambil mengangkat panggilan tersebut


“Anggaaaa Aku kangen. Kamu dimana, ketemuan yuk!” cerocos Rebecca tanpa tau yang menjawab panggilan tersebut adalah istri sah Angga.


“Maaf sebelumnya, mas angga lagi di kamar mandi, kamu siapa yah?” Tanya lily


“ini siapa, saya pacar angga” jawab Rebecca. Sejujurnya ia sangat menyukai Angga ia malah menginginkan hubungannya dengan angga bisa lebih dari sahabat, tapi angga selalu menganggap Rebecca hanya sahabat.


“Saya istrinya mas angga” ucap lily


Degh! Jantung Rebecca serasa berhenti, betapa terkejutnya dia mengetahui orang yang telah diperjuangkanya selama ini malah sudah menikah dengan wanita lain. Ya memang Rebecca selama ini berjuang di negeri orang, ia harus berjuang agar ia bisa setara dengan angga agar bisa menjadi istrinya, pikir Rebecca.


Tuttt panggilan diakhiri secara sepihak oleh Rebecca.


“Dasar orang aneh” umpat Lily


Angga yang mendengar lily berkata seperti itu, angga pun bertanya.”siapa yang telpon?”


“Pacar kamu!” jawab lily ketus


“ha? Selama ini aku gak punya pacar, aku hanya punya 3 orang teman, 2 laki-laki dan 1 perempuan” jelas angga


“ya! Memang Rebecca yang mengaku pacarmu!” jawab lily


Angga yang mendengar itu, berniat menggoda lily


”emang kalo dia pacar aku kenapa?”


“Ya ngga papa, orang aku juga ngga ada rasa apa apa sama mas angga” ucap lily


“iyya deh, mungkin saat ini kamu belum ada rasa apa apa sama aku, tapi ku jamin kamu akan tergila gila sama aku suatu hari nanti” ucap angga


"oh ya? kutunggu hari itu" jawab lily yakin


“oh iya, ly kita sudah nikah” ucap angga


“iya, terus” jawab lily

__ADS_1


“udah sepatutnya kita tinggal di rumah kita sendiri. Kamu mau nggak?” tanya angga


“aku ikut kamu aja” jawab lily


“ya udah sekarang aja yah?” Ucap angga


“ha? Ko cepet banget” tanya lily


“ ya ngga papa kan lebih cepat lebih baik” jawab angga


“ya uda, kita turun dulu nanti bicara sama mama” usul lily


“ya” jawab angga


DIRUANG MAKAN


“ma, mungkin udah saatnya kita punya rumah sendiri agar kita bisa lebih mandiri” ucap angga pada ibu mertuanya


“ya mama setuju aja” jawab Dina


“ya ngga papa” sahut Dina


“ Mama ngga papa kan, lily tinggal?” tanya lily


“ngga papa ini juga demi masa depan kalian. Toh disini juga ada bi inah. Iya kan bi?” tanya Dina


“Iya, non lily nggak usah kawatir saya akan setia disisi nyonya” jawab bi inah, ART di rumah Dina


“iya bi” jawab lily


Mereka menyelesaikan makan mereka. Angga dan Lily kembali ke kamar dan mengambil barang barang nya.


“Ma kita pamit dulu” ucap lily dan angga sambil menyalami dina


“iya hati-hati ya” ucap Dina


“Iya bu”

__ADS_1


Lily dan angga masuk mobil, lily melambaikan tangan kepada dina. Dina melambaikan tanganya juga.mobil mulai melaju menjauhi tumah Dina. 30 menit perjalanan mereka sampai di rumah angga.


“Ayo turun” ajak angga


Lily tidak merespon, karena lily tidur. Angga yang melihat lily tidur, iya pun Menggendong lily masuk ke dalam rumah dan membaringkan tubuh lily di ranjang dengan hati-hati.


Suara nada dering telpon membangunkan lily.


“Hhhoaaam” lily menguap lalu mengambil hpnya


“halo” jawab lily


“lilyy lo Sekarang dimana?” Tanya vany dan mita yang melakukan panggilan grub


“Aku dirumah suaki aku” jawab lily yang masih ngantuk


“haaa.. sejak kapan lo nikah?” tanya mita


“hehe ceritanya panjang, tapi intinya gw udah nikah” jawab lily


“siapa Nama suamimu ly?” tanya vany penasaran


“mas angga” jawab lily


“angga siapa?” Tanya mm mita


“Angga pratama jayadiningrat” jawab lily


“hhaaaa... Ly lo sadar gak si siapa suamimu?” tanya vany


“emang dia siapa?” tanya lily sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


“dia Pengusaha yang tersukses di kota kita” jawab mita


“iya kali ya, soalnya gw gak begitu tahu tentang dia” ucap lily


“hadehh” ucap Vany dan Mita

__ADS_1


__ADS_2