Istri Kesayangan Tuan CEO

Istri Kesayangan Tuan CEO
Merah-Merah


__ADS_3

Lily mencapai pelepasan 2 kali. Sekarang giliran angga yang mencapai pelepasan. Angga mempercepat ritme goyangannya, hingga akhirnya “Crroott...4 kali tembakan lava didalam” ya angga memang melepaskannya di dalam karena dirasa iya sudah siap menjadi seorang ayah ಡ⁠ ͜⁠ ⁠ʖ⁠ ⁠ಡ


“Makasih sayang” ucap angga


“hemm” jawab lily


Keduanya kini sudah tertidur pulas tanpa memakai pakaian.


Pagi harinya angga bangun lebih dulu dari lily, iya melihat ada noda darah di sprai.


“Makasih sayang ternyata aku yang pertama buat kamu” ucap angga lalu mencium kening istrinya.


“Mandi dulu akh” ucap angga.


Angga sedang melalukan ritual mandinya


“hhoaaamm” suara lily bangun


“mas angga mana?” tanya lily pada diri sendiri


Terdengar suara gemercik air dari kamar mandi.


“Oohh lagi mandi” ucap lily


Iya senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi malam yang berawal dari membuka sleting menjadi membuka segel.


“Eh yang udah bangun?” tanya angga pada lily. Saat ini angga hanya memakai handuk untuk menutupi area intinya.


“udah, sekarang diliran aku yang mandi” ucap lily pada angga. Ia beranjak menuju kamar mandi tanpa memakai sehelai benang sambil menahan sakit di area intinya.


“Masih sakit apa tidak?” Tanya angga


“sebenernya masih sih” jawab lily tiba tiba tubuhnya di gendong angga


“ihh ngapain digendong segala sih?” ucap lily

__ADS_1


“lakh katanya masih sakit, ya ku gendong” jawab angga. Angga tersenyun smirk melihat 2 gundukan yang sekarang sudah menjadi miliknya.


“yaudah sana gih mandi, jangan manyun gitu nanti ta hajar lagi loh” ucap angga sambil menurunkan tubuh lily


“No! aku mau mandi dulu” tolak liky sambil berjalan menuju shower


“Ya udah aku keluar dulu, kalo lama-lama kasian senjataku nanti tegang dan minta lagi” ucap angga menggoda lily


“yaudah sana” ucap lily


Angga keluar dari kamar mandi. Iya baru ingat bajunya tidak ada disini, ia pun menelpon ibunya.


“Ma baju angga kok belum di antar sih?”tanya angga pada vega


“ohya mama lupa, tapi kok mintanya baru sekarang tadi malam kemana aja?” tanya vega menggoda angga


“mama kaya nggak tau aja” ucap angga


“Yaudah tuh sak koper lagi dikirim sopir” sambil memotret koper berisi baju angga


“hem” jawab vega


Angga menutup telponnya.


Lily keluar dari kamar mandi loh “mas kok belum pake baju” tanya lily


“Pake baju? Bajunya juga belum ada disini mau pake baju siapa?”ucap angga


“ohya lupa” ucap lily sambil memakal semua pakaiannya.


Tok...tok ..tok..


“Angga ini pakaian kamu” ucap dina di luar kamar


“iya bentar bu” jawab angga

__ADS_1


“biar aku aja mas kamu masuk kamar mandi aja masa kamu mau nemuin ibu hanya pake handuk” ucap lily


“iya deh istri kuu” jawab angga sambil berjalan menuju kamar mandi


Pintu terbuka.


“Mana ma?” tanya lily


“ini” jawab dina sambil memberikan koper tersebut


“yaudah mama kebawah dulu. Jangan lupa ajak suami kamu makan” ucap Dina


"Iya mah" jawab lily


Dina melihat banyak tanda merah di leher putrinya


“Eh apaan tuch kok merah merah, udah gitu pagi-pagi rambutnya basah, apa mereka udah melakukan kewajiban suami-istri? Aaaa... Vega harus dikabarin nich” batin dina sambil menelpon vega dan memberitahukan kabar tersebut. Benar-benar besan yang kompak.


#Di dalam kamar lily


"ini mas baju baju kamu" ucap lily


"iya makasih ya" jawab angga


"hemm" sahut lily


Angga pun mengambil 1 stel pakaian dan menuju kamar mandi. saat angga di kamar mandi hp angga berdering.


"mas ini hp kamu berdering!" teriak lily pada angga


"kamu jawab aja" jawab angga


"ih yau dah lah" batin lily


^⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠^

__ADS_1


__ADS_2