
Mungkin ini pesan terakhir ku untuk angga. Aku kirim pesan ke Axel juga siapa tau angga udah Block nomor aku.
Rebecca mengirip pesan ke Axel
*Xel aku minta tolong sampein pesan terakhirku untuk angga. Aku cinta sama angga, tapi gak bisa memilikinya rasanya pedih melihat dia bersama wanita lain. Sampai jumpa axel....
“rasanya sia-sia jika aku memperjuangkan Cinta buta ku, angga juga gak akan menerimanya” ucap Rebecca dengan nada sedih. Jarang jarang rebecca berbicara dengan nada sedih
Rebecca berjalan tanpa arah tanpa disadari ada mobil yang melaju kencang menuju ke arahnya. Beberapa detik kemudian. ‘BRAKKK!’ Terdengar suara tabrakan yang sangat keras. Orang-orang berkumpul untuk menolong gadis korban laka tersebut.
“Eh... kecelakaan tolongg-tolong!” teriak orang orang sekitar yang menjadi saksi kecelakaan yang melibatkan Rebecca. Rebecca dibawa kerumah sakit terdekat. Tapi sayang nyawanya tidak tertolong. Rebecca meninggal saat berada ditengah jalan menuju rumah sakit.
“ inalillahi wainailaihi roji’un. Rebecca! Gak nyangka kamu pergi secepat ini” ucap Axel yang melihat jasad Rebecca di Rumah sakit. Yah... Axel sedang dirumah sakit menemani ibuhya berobat. Kebetulan jasad Rebecca dibawa ke rumah sakit yang sama.
Axel melihat hp-nya, ia baru membuka hp-nya. Ia melihat pesan terakhir dari Rebecca. Ia membaca pesan tersebut, ada rasa iba pada Rebecca. Tanpa pikir panjang Axel langsung menghubungi angga.
Angga sedang bermesraan dengan lily dikamar. “sial! Siapa sih yang telpon ganggu aja. Bentar yah sayang aku angkat telpon dulu” pamit angga pada lily
“hemm” jawab lily
“APA?!!!” ucap angga tak percaya dengan kabar yang disampaikan oleh Axel. Dirinya merasa bersalah, ia belum melaksanakan tugas sebagai sahabat yang baik untuk Rebecca. Ia malah memberi kesan yang buruk.
“iya Rebecca meninggal karena menjadi korban tabrak lari. Dan satu lagi Pesan terakhir sebelum Rebecca meninggal. Ia sudah Chat kamu tapi gak dijawab sama kamu” ucap Axel
“ha? Gak ada chat dari Rebecca” ucap angga
“tapi dia Chat aku setelah Chat kamu katanya. Ia chat aku karena takut nomornya di-block sama kamu” jepas Axel
__ADS_1
“ nomor Rebecca gak gw block” ucap angga
“ya udah gw bacain pesan terakhir Rebecca. Ia mengatakan ‘aku sekarang sudah rela kamu milik orang lain. aku harap masih bisa menjalin huhungan yang baik dengan kamu, hanya sebagai sahabat, tidak lebih'. Itu pesan terakhir Rebecca” ucap Axel
“Oke, sekarang aku langsung ke Acara pemakaman” ucap Angga lalu menutup telponnya
“ada apa mas?” tanya lily
“ Sekarang jawab yang jujur! Kamu yang hapus Chat dari Rebecca bukan?” tanya angga emosi
“tapi ada apa emangnya mas?” tanya lily
“Kamu yang hapus Chatnya Rebecca bukan?!!!” tahya angga berapi-api
“i-iya tapi...” jawab lily
“apa Re-Rebecca meninggal mas” tanya lily sambil mendekati dan menyentuh angga
“jangan sentuh aku!” ucap angga
“maaf mass” ucap lily sambil berusaha meraih tangan angga
“udah kamu keluar dari rumah ini. Aku gak mau tinggal dan memiliki istri seorang pembunuh. KELUAR!!!” ucap angga berapi-api mengusir lily
“ma-mass ko kamu tega sama aku, sama anak-anak kita?
segitu bencikah kamu sama aku?” ucap lily sambil berjalan mundur
__ADS_1
“iya aku benci sama kamu! Dah aku mau pergi ke Acara pemakaman Rebecca” ucap angga pergi keluar kamar lalu menutup pintu dengan kasar.
Lily kaget iya berusaha mencerna apa yang diucapkan angga. Angga mengusirnya? Bagaimana dengan anak-anak mereka? Bahkan mereka belum lahir tapi angga mengusir mereka?
“Maaf Rebecca aku gak ada maksud buat mencelakai kamu. Aku hanya berusaha melindungi Rumah tanggaku apa itu salah?” ucap lily terisak
“Aku turutin aja kemauan mas angga. Mungkin udah saatnya aku pergi, mas angga yang minta aku pergi” ucap lily.
Sebelum lily pergi ia menulis sebuah surat berharap angga mau membacanya. Surat itu lengkap dengan tetesan air mata lily yang hampir membuat kertas itu basah
lily meninggalkan rumah hanya membawa barang-barangnya sedangkan barang pemberian angga ditinggal bersama dengan surat yang ia tulis.
“selamat tinggal mas, mungkin akan sulit bagiku. Aku Ikhlas melepas semuanya. Selamat tinggal. Akan ku jaga anak-anak kita sampai mereka besar, aku janji. Aku pamit. semoga mas angga mendapat perempuan yang lebih baik dari aku" itu isi dari surat lily untuk angga.
Lily pergi menaiki taksi online. Tidak ada tujuan.
“Mba kita ini mau kemana yach?. Kita udah muter-muter daerah sini sampai 3x loch”
“ke tempat kos aja pak” ucap lily dengan nada lemah
“ini uangnya pak” ucap lily memberi ongkos untuk taksi
“makasih neng” ucap ojek
“iya” jawab lily
Lily memilih ngekos agar tidak mudah ditemukan oleh angga. Lily takut jika angga sewaktu-Waktu datang lalu mengambil anak-anaknya. Yah walaupun tempat kos yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Rumah angga.
__ADS_1