Istri Tergadai Di Hari Pengantin

Istri Tergadai Di Hari Pengantin
BAB 19. Aku Percaya, Mas!


__ADS_3

Supir tersebut mengangguk, dan memutar balik mobilnya, menuju kantor dari Zen, agar Fey bisa menemui Ayah mertuanya.


Tak Butuh waktu lama karena memang jarak kantor tersebut tidak jauh dari tempat Fey sekarang, sesampainya di sana Fey langsung masuk tanpa menyapa satpam yang membuat satpam tersebut heran, karena biasanya akan bersikap ramah dan menyapa mereka.


Fey tidak ingin berlama-lama, dia langsung berjalan menuju ruangan kerja dari ayah mertuanya, dan sesampainya di sana Ayah mertuanya ada di sana sehingga Fey bisa bertanya lebih lanjut tentang apa yang dia lihat.


"Fey, kamu kenapa di sini kamu ingin membicarakan soal Zen?" tanya Tuan Aldrich.


Fey menggeleng, ia berjalan dan duduk di kursi yang ada di hadapan Ayah mertuanya sementara itu, Tuan Aldrich menatap Fey, menatap dengan kasihan dan tidak tega karena dia tahu bahwa sebentar lagi akan bercerai dengan Zen atas permintaan Fey sendiri.


"Pi, kapan akad nikah sama mas Zen dengan wanita itu?" tanya Fey kepada Tuan Aldrich.


Tuan Aldrich menunduk, dia enggan menjawabnya, dia tidak tega kepada Fey, jika dia mempublikasikan tanggal pernikahan itu kepada Fey, memang tanggal pernikahannya adalah akad biasa sekedar pertanggungjawaban dari Zen walaupun dalam hati Tuan Aldrich sendiri, ragu bahwa Zen ayah dari anak itu.


"Pih, jawab aja Fey nggak apa-apa kok," tanya Fey lagi meyakinkan.


Tuan Aldrich menghela napas panjang, "Sore ini, Fey."


Mendengar jawaban itu membuat Fey tersentak, dia tidak menyangkw secepat itu, tapi memang pihak keluarga dari wanita lah yang meminta untuk secepat itu, Fey berusaha menetralkan pikirannya, dia harus menyelesaikan teka-teki yang baru saja didapatkan yaitu sosok pria yang mirip sekali dengan Zen.


"Pih, aku ingin tanya sesuatu kepada Papi, tapi Papi harus jawab ini dengan jujur ya, apakah Mas Zen memiliki seorang kembaran?"

__ADS_1


Tuan Aldrich terdiam sebuah pertanyaan yang menohok bagi Tuan Aldrich sendiri, sementara itu Fey menatap nanar kepada ayah mertuanya, menanti sebuah jawaban yang dia nanti-nantikan.


"Kenapa kamu menanyakan itu, Fey?"


"Jawab saja Pi, ini menyangkut kehidupan pernikahanku dengan mas Zen dan kelangsungan pernikahanku."


"Sebenarnya Zen, memiliki seorang kembaran tidak ada yang pernah tahu siapa kembarannya, karena memang Zen dan kembarannya terpisah dari bayi, semenjak Papi bercerai dengan istri pertama Papi."


Mendengar itu, membuat Fey benar-benar yakin dengan pemikirannya, ada sesuatu yang tidak beres sekarang, ada sesuatu yang benar-benar ingin mengancam pernikahannya dan memporak-porandakan segalanya.


Dan Fey tahu orang itu adalah sosok pria dan iparnya sendiri dan sosok pria itu adalah Fey dan iparnya adalah Flora.


Fey berdiri dari duduknya, dia berusaha menguatkan hatinya dan berpikir positif bahwa semuanya hanyalah sebuah ilusi dari seseorang yang ingin menghancurkan kehidupan pernikahannya.


"Fey, kamu mau ke mana?"


"Ingin menyelamatkan, pernikahanku!"


Fey agak berlari kecil, menuju ruangan Zen, yang ada di lantai 3, dia ingin berbicara empat mata dengan suaminya itu perihal tentang apa yang dia temukan hari ini.


Sesampainya di ruangan itu, dia mendapati Zen sedang duduk dengan memijat kepalanya tampaknya dia pusing juga karena sore ini akan menikahi wanita yang tidak pernah dia kenali.

__ADS_1


"Fey? Sedang apa kamu di sini?" tanya Zen menatap Fey.


"Mas! Aku percaya sama Mas!" ujar Fey spontan.


Zen tardiam, dia berdiri dari duduknya kemudian berjalan menghampiri istrinya, dia memegang bahu Fey dan menatapnya dalam, wanita bercadar itu menatap balik suaminya dan tersenyum kepadanya.


"Kamu percaya sama Mas?"


"Aku percaya sama Mas, tapi ada satu hal yang harus kita lakukan Mas untuk menyelamatkan pernikahan kita."


Zen mengangkat alisnya, dia tidak mengerti atas apa ucapan dari Fey tentang menyelamatkan pernikahan tapi jika itu menyangkut kepercayaan dan keinginan untuk membatalkan perceraiannya Zen akan ikut-ikut saja.


"Apapun Fey! Mas akan lakukan apapun demi pernikahan kita," jawab Zen yakin.


Fey tersenyum, dia menarik tangan suaminya untuk pergi ke sebuah tempat di mana mereka akan mendapatkan suatu jawaban dari apa yang terjadi belakangan ini.




__ADS_1


TBC


__ADS_2