
[Halo Zen Kamu di mana keluarga dari perempuan yang kamu hamili ini udah marah-marah katanya 1 jam lagi tapi pengantin prianya tidak ada]
Ini adalah panggilan telepon dari Tuan Aldrich.
[Pih, aku ada urusan sebentar lagi pula aku nggak mau nikah sama dia Pi, Aku janji aku bakal pulang tepat waktu nggak ngapa-ngapain dan aku bakal buktiin kalau bukan aku yang hamilin dia]
[Tapi Zen-]
[Udahlah, Pi, Kalau papi nggak percaya sama aku, aku bisa berusaha sendiri buat buktiin kalau aku nggak salah]
Zen langsung mematikan sambungan telepon tersebut sementara Fey menatapnya dengan pandangan sendu karena mereka tahu bahwa mereka sedang ditunggu sekarang.
"Dari Papi, ya Mas?" tanya Fey kepada Zen yang membuat Zen menganggukkan kepala.
"Ngak usah dipikirin, mending kita sekarang fokus cari Ren, dan di mana Ren sekarang karena kalau nggak ada Ren, kita nggak mungkin bisa ngebatalin pernikahan ini karena mereka masih menuduh Mas sebagai sosok yang menghamili wanita itu."
Fey terdiam, dia tampak berpikir sejenak.
"Gini aja deh Mas, kamu sekarang cari Ren di sekitaran sini, kalau bisa ke cafe xxx soalnya aku liat disana tadi pagi, biar aku pulang dulu ke rumah buat nge handle semuanya, buat mastiin bahwa kita nggak gagal pergi pula lawan terberat kita di rumah itu ada Flora, Mas," usul Fey pada Zen.
"Kamu yakin Dek?" tanya Zen.
__ADS_1
"Aku bener-bener yakin Mas, aku percaya sama kekuatan cinta kita walaupun aku tahu kita belum saling mencintai tapi aku percaya dengan kekuatan hubungan kita."
Zen menarik Fey ke dalam pelukannya dia memeluk erat istrinya itu kemudian mengusap kepalanya.
Cukup lama mereka berpelukan, Fey larut dalam pelukan suaminya dan dia tidak bisa melakukan apapun selain pasrah dalam pelukan suaminya.
"Jangan tinggalin Mas, Dek, Mas nggak tahu kalau nggak ada kamu hidup Mas bakal berantakan."
"Kamu harus bisa Mas, kita semua bisa ini hanya hambatan dalam pernikahan kita, Jangan jadikan ini sebagai penghambat untuk kelangsungan pernikahan kita, memang belum ada cinta tapi ketika saling percaya itu datang dan ketika rasa saling tidak ingin kehilangan itu muncul aku yakin kita nggak bakal terpisahkan."
"Mas janji, Dek."
Zen melepas pelukannya, ia kemudian berjalan masuk ke dalam mobilnya sementara Fey menunggu taksi karena dia akan langsung pulang ke rumah untuk menghadapi keluarga pihak wanita itu.
"Kalian bener-bener ya, kalian tuh tamu di rumah saya tapi kalian bersikap, seolah-olah kalian udah bagian dari keluarga ini lagi pula, saya tidak yakin kalau zen yang menghamili anak kamu!" ujar Nyonya Reni marah besar.
"Maaf ya Nyonya, udah jelas-jelas kalau anak saya itu hamil karena anak Nyonya dan anak Nyonya harus bertanggung jawab dan sebentar lagi juga kami akan jadi bagian dari keluarga ini."
Nyonya Reni melipat kedua tangannya dia menatap bengis Ibu dari wanita yang dihamili itu.
"Dasar miskin, orang miskin, kayak kalian selalu melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka mau, dan kalian harusnya sadar kalau itu cuma orang miskin biasa yang mengaku-ngaku dihamili oleh anak saya!"
__ADS_1
"Jaga ucapan Anda ya nyonya, kami bisa saja memperkarakan masalah ini ke hukum jika anda melakukan hal ini kepada kami, kami hanya meminta pertanggungjawaban atas apa yang anak anda perbuat kepada kami!"
"Jadi saya harus gimana? Saya harus bilang wow gitu? Terhadap masalah yang kalian hadapi lihat aja cepat atau lambat akan terbukti bahwa anda semua sekeluarga adalah pembohong!"
Tuan Aldrich yang melihat itu segera meraih Nyonya Reni dan menenangkannya.
"Mami sudah, jangan diladenin."
Kali ini Tuan Aldrich turun tangan atas perdebatan Nyonya Reni dan ibu dari wanita yang di hamil itu, Nyonya pasrah dia menghalang nafas panjang dan memilih tidak meladeni wanita tersebut.
Cukup lama kadang hening, tanda-tanda dari Zen yang tidak muncul membuat mereka semua gelisah, sementara Flora Hanya duduk saja senyum-senyum sendiri dan juga sebenarnya khawatir kenapa Zen tidak kunjung datang pada inilah saatnya Flora membuktikan bahwa dia berhasil memisahkan Zen dan Fey.
"Ini pengantin prianya kemana? Kalian niat nggak sih tanggung jawab kalau kalian nggak nyari tanggung jawab saya akan-"
Kalimat dari ibu wanita yang mengaku dihamili oleh Zen tersebut terhenti sementara tangannya dalam posisi menunjuk-nunjuk ke arah Nyonya Reni.
"AKAN APA!" ujar Fey berjalan masuk. "Turunkan tanganmu dari ibu mertuaku!"
•
•
__ADS_1
•
TBC