Istri Tergadai Di Hari Pengantin

Istri Tergadai Di Hari Pengantin
BAB 27. Rasa Yang Sama, Tempat Berbeda


__ADS_3

Zen tidak terlalu memikirkan itu karena azan yang sudah selesai berkumandang serta Iqamah akan diucapkan membuat mereka harus melaksanakan salat asar.





Sementara itu, di kediaman keluarga Aldrich perdebatan kembali terjadi antara Nyonya Reni dan ibu dari wanita yang mengaku dihamili oleh Zen, Fey yang mulai pusing akan masalah ini memilih masuk ke kamarnya karena memang sudah masuk waktu salat ashar, tapi sebelum itu dia membawa Nyonya Reni menepi.


"Udah nggak usah ditemenin berantem, kita tunggu aja Mas Zen pulang aku yakin Mas Zen pasti bakal pulang," ujar Fey pada Nyonya Reni.

__ADS_1


"Tapi sayang kalau mereka didiamin mereka ngelunjak!"


"Aku tahu Mami percaya sama aku dan Mas Zen, kalau bukan Mas Sen yang menghamili orang tersebut, Tapi nggak gini caranya untuk memprovokasikan ketidakpercayaan kita kasian Papi, Papi pasti malu banget kalau melihat Mami begini," jawab Fey yang membuat Nyonya Reni sedikit tenang.


"Maafin Mami ya sayang, Mami emosi, Mami nggak mau kalau kamu cerai dari Zen, Mami udah sayang banget sama kamu," ujar Nyonya Reni menatap Fey.


"Aku juga beruntung banget kok punya mertua kayak Mami, aku bersyukur banget bisa punya mertua kayak Mami sebaik Mami yang perhatian kayak mama kandung aku sendiri," Fey menyandarkan kepalanya di bahu Nyonya Reni.


Nyonya Reni kemudian memeluk Fey, dia mengusap kepala kemudian memberikannya semangat.


"Yang kuat ya sayang, Mami akan selalu ada di samping kamu Mami akan selalu jadi ibu kandung bagi kamu walaupun Mami hanya mertua kamu," ujar Nyonya Reni.

__ADS_1


Air mata Nyonya Reni jatuh dia tidak menyangka bahwa kehidupan putrinya akan strategis ini, dia tahu kalau putrinya itu dibeli oleh Zen untuk dinikahi, tapi dia tidak pernah berekspektasi bahwa kehidupan pernikahan putrinya akan seperti ini terlepas dari niat awal Nyonya Reni untuk memisahkan Zen dan Fey.


Tapi semua itu berubah ketika Nyonya Reni tahu bahwa Fey adalah putrinya yang terpisah sejak bayi di saat ia bercerai dengan suaminya.


Secara tidak langsung konflik ini menyajikan sebuah cerita dengan kisah yang berbeda yang melibatkan perceraian dengan korban anak-anak, Nyonya Reni yang bercerai dengan suaminya melibatkan perpisahan antara Flora dan Fey yang merupakan saudara kandung sejak bayi, perpisahan antara Tuan Aldrich dan istrinya menyisakan konflik di antara Ren dan Zen, bagaimana kehidupan Ren begitu nelansa, sedangkan Zen hidup baik-baik saja.


Inilah sebabnya tidak ada yang baik dari perceraian maka dari itu banyak pepatah yang mengatakan sebelum menginjak rona pernikahan hendaklah berpikir dahulu karena bisa saja keputusan kita salah dan bisa saja keputusan kita baik dan benar tapi cara penyampaiannya yang salah.


Dan inilah yang dianut oleh Zen dan Fey, mereka memang menikah paksa tapi mereka sudah yakin, tidak akan ada perceraian di antara mereka walaupun kemarin Fey sempat ragu akan pernikahannya dan meminta perceraian, tapi hari ini Fey berjanji siapapun yang akan menghambat pernikahannya dia tidak akan tinggal diam, dan dia akan terus bertahan dengan pernikahannya walaupun dia masih ada di fase belajar mencintai suaminya sendiri.


Kenapa mereka terjebak di antara fase belajar mencintai, karena Zen tersendiri belum lepas sepenuhnya dari orientasinya yang merupakan seorang gay yang secara tidak langsung dia menyukai seorang pria bukan wanita, kehadiran Fey mengubah segalanya hanya Fey yang bisa mematahkan keraguan Zen akan hasratnya kepada wanita sehingga membuat Zen tidak ingin juga bercerai dari Fey.

__ADS_1


Inilah yang dimaksud oleh Zen, mereka akan baik-baik saja walaupun semuanya kelihatan tidak baik asal mereka memiliki rasa takut kehilangan diri mereka masing-masing, Fey takut kehilangan Zen, Zen takut kehilangan Fei yang membuat konflik asmara di antara keduanya semakin meningkat di tengah banyaknya hambatan dari orang-orang terdekat seperti Flora dan Frey.


__ADS_2