Istri Tergadai Di Hari Pengantin

Istri Tergadai Di Hari Pengantin
BAB 29. Lebih Hancur, Dari Ini


__ADS_3

Fey terduduk pada ranjang di kamarnya, ia baru saja melaksanakan salat asar dia dari tadi berusaha untuk menelepon Zen, menanyakan bagaimana perkembangan kabar yang sedang dia jalani untuk mencari keberadaan Ren tapi dari tadi ponsel Zen tidak terhubung.


"Mas Zen, ke mana sih kok aku telepon gak diangkat-angkat sama Mas Zen."


Fey tampak khawatir akan kondisi Zen, terlebih lagi Fey sudah melabrak Flora dan mungkin saja Flora bersama Frey sudah menyiapkan rencana untuk menghalangi Zen karena kekhawatirannya inilah, membuat Fey untuk menyusul Zen.


Berbekal informasi dari GPS yang mereka saling pasang di ponsel masing-masing Fey bisa mengetahui Di mana lokasi Zen di saat Fey, keluar dari kamar dia menemui Nyonya Reni dulu untuk pamit karena dia ingin menyusul Zen.


"Mami, aku mau menyusul Mas Zen dulu ya, Mami jangan berantem sama ibunya dia lagi, aku harap Mami harus sabar harus diam tunggu aku dan Mas Zen pulang."


Nyonya Reni hanya diam dia menatap sendu kepada menantunya itu yang merupakan anak kandungnya sendiri juga yang belum diketahui oleh siapapun.


"Dimana anak Anda Tuan, seharusnya dia bertanggung jawab ini sudah jam setengah lima, penghulu sudah menunggu dan kami tidak punya waktu lagi jika anda tidak ingin bertanggung jawab saya akan segera melaporkan ini ke polisi atas tuduhan pemerkosaan!"

__ADS_1


Tuan Aldrich terdiam dia bingung harus menjawab apa, karena memang dia sudah dari tadi menelpon Zen tapi ponsel Zen tidak tidak terhubung.


"Anda sabar ya Pak, anak saya pasti akan pulang tunggu saja."


Ayah dari wanita yang mengaku dihamili oleh Zen itu, mengangkat tangannya dia menunjuk Tuan aldris dan berkata. "Kalau sampai anak Anda tidak pulang dalam tiga puluh menit lagi saya akan mengajukan laporan ke polisi dan menuntut anda sekeluarga."


"Tenang saja suami saya akan pulang tapi tidak untuk menikahi Putri jadi turunkan tanganmu dari ayah mertuaku," Fey datang ke ruang tengah dengan langkah pasti.


Ia menatap nanar kepada ayah dari wanita tersebut, lama-lama memang keluarga ini sangat ngelunjak dan memaksa sehingga wajar jika Nyonya Reni yang notabenenya orang yang gampang emosi kesal sendiri dibuat oleh keluarga wanita yang mengaku dihamili oleh Zen itu.


Di saat seperti ini wanita tersebut keluar dari rumah keluarga Aldrich dia berada di teras rumah yang membuat Fey datang menyusulnya.


"Aku tahu rencana kamu, aku tahu kamu telah dibodohi oleh Flora dan Frey, tapi apakah kamu yakin kamu ingin menghidupi seorang bayi bersama ayah yang ternyata bukan Ayah kandungnya?" tanya Fey yan membuat Wanita itu tidak menjawab apapun, wanita bercadar ini benar-benar kembali dengan semangat.

__ADS_1


Wanita tersebut terdiam dia menundukkan kepalanya tidak berani menatap Fey.


"Kemarin kamu bilang, sesama wanita harus saling mengerti perasaan kita masing-masing tetapi setelah aku mengetahui sebuah fakta Hari ini, aku rasanya sangat sedih karena ternyata orang yang tidak bisa mengerti perasaan sesama wanita adalah kamu sendiri, kamu seharusnya mengerti bagaimana nasib anak kamu nanti, besar bersama ayah yang ternyata bukan Ayah kandungnya dan bagaimana nasib ayah kandungnya yang melihat anaknya besar bersama pria lain."


Di saat percakapan itu terjadi wanita tersebut tidak bergeming dia tidak berkata apapun bahkan tidak membalas ucapan Fey, tampaknya hatinya juga mulai ragu tentang kebohongan yang dia jalani walaupun sampai saat ini kebohongan tersebut belum terbongkar semua karena yang tahu akan kebohongan ini baru Zen dan Fey.


"Lo ngomongin apa ama dia, Lo hasut dua yah supaya batalin pernikahannya, lo sadar nggak sih suami lo tuh harus tanggung jawab karena yang hamilin dia." Flora tiba-tiba datang entah dari mana dia ikut campur dalam percakapan tersebut.


"Aku tidak ada urusan denganmu Flora, Aku tahu ini rencana busuk kalian, hanya satu yang bisa aku ucapkan kepada kamu sebesar apapun usaha kamu untuk memisahkan aku dan mazen sebesar itu pula rasa yang kami pertahankan."


"Memisahkan? Lo gila ya udah jelas-jelas faktanya suami lo harus tanggung jawab karena dia ngehamilin cewek lain ngapain gue rencanain buat misahin kalian ih gila aja emang gue kurang kerjaan ngurusin hidup lo," jawab Flora tidak ingin mengakui perbuatannya.


Fey tidak menanggapi itu, dia memilih pergi dari sana untuk mencari keberadaan dari Zen, sebenarnya Flora tampak deg-degan, jika saja rencana ini gagal dia harus memikirkan rencana cadangan lain, sementara itu dia hanya berharap anak buah dari Frey bisa menangkap Ren secepatnya sehingga tidak bisa temui oleh Zen.

__ADS_1


"Eh, cewek sialan kalau sampai rencana ini gagal gue nggak cuma bikin perhitungan sama Fey tapi sama lo dan keluarga lo , gue udah bagus ya ngebantu lo tapi kalau sampai ini gagal dan berani buka mulut tentang semua rencana busuk kita karena terhasut oleh Fey, gua pastiin gue bakal bikin keluarga lo men menderita lebih menderita dari apa yang lo terima saat ini denger itu," ujar Flora mengancam wanita hanyut tersebut. *Lo tutup mulut aja lo cuma harus nikahin Zen supaya Fey dan Zen bisa cerai, Lo harus tutup mulut dan bertingkah seolah-olah anak dalam kandungan lo itu adalah anaknya Zen oke, kalau sampai lo buka mulut sekata aja nggak cuma lu dan keluarga lo yang gue bilang tadi tapi anak lo juga bakal Gue hancurin hidupnya."


__ADS_2