Istri Tergadai Di Hari Pengantin

Istri Tergadai Di Hari Pengantin
BAB 30. Gaada Yang Bisa, Ren


__ADS_3

"Bagaimana ini, sebentar lagi pacarku akan menikah dengan Zen, tapi akulah ayah kandung dari anak itu, tapi jika aku memilih menikahinya ingin ku beri makan apa dia orang miskin biasa, ini semua salah Zain dan ayah andaikan saja aku tidak dibuang sewaktu kecil mungkin kehidupanku tidak akan seperti ini," batin Ren bingung.


Ren sedang berjalan di pinggir jalan menuju asrama tempat dia tinggal, Dia baru saja pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri berusaha menerima fakta bahwa akan ada pria lain yang akan menjadi Ayah untuk anaknya dan pria itu adalah saudara kembarnya sendiri.


Sebenarnya Ren adalah orang yang baik dia ingin bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan tapi karena kondisi ekonomi yang menghimpit membuat dia tidak bisa berbuat apapun sebuah pergaulan bebas membawa Ren kepada kemiskinan dan juga hal terlarang seperti akhirnya dia menghamili pacarnya sendiri walaupun dia tahu kondisi ekonominya tidaklah sebaik itu.


Ren yang merasa pusing berjalan tanpa kenal arah, yang dia pikirkan sekarang dia harus pulang ke asrama dan bersiap-siap karena sebentar lagi dia akan masuk shift malam untuk berjaga di cafe, hanya itu saja, penghasilannya bergajikan satu juta perbulan itupun sangat kurang bagi Ren, r


Tapi dia sudah bersyukur karena dia disediakan asrama untuk tinggal jadi dia tidak harus menyewa rumah lagi.


Semenjak ibunya meninggal memang kedepan Ren tambah hancur, tidak ada lagi semangat dalam hidupnya dan tidak ada lagi hal yang bisa dipertahankan dalam hidupnya kecuali bekerja dan menghidupi dirinya sendiri, disaat Ren tengah berjalan di pinggir jalan sebuah mobil menghimpit ke arah Ren mobil itu terparkir di depan Ren yang membuat langkah Ren terhenti.


Dua orang pria berbadan kekar keluar dari mobil itu mereka berjalan menghampiri Zain dengan wajah yang tidak bersahabat seperti mengancam.


"Ikut kami kami diperintahkan oleh bos kami, untuk membawa kamu!" ujar salah satu diantara mereka kepada Ren.


Ren yang bingung hanya mengangkat alisnya dia menjauh sedikit dengan berjalan mundur ke belakang, ini tidak benar, ada apa orang yang ingin mencarinya apalagi dua pria yang dihadapannya ini kekar dan sangat menakutkan.


"Ada urusan apa kalian, Saya tidak mengenal kalian!" tolak Ren berusaha pergi.


"Lebih baik kamu ikut, tidak usah banyak bicara!"

__ADS_1


"Kalau saya tidak mau bagaimana!?"


BUGH.


Sebuah bogeman mentah menghantam wajah Ren, dia yang belum siap malah terlempar ke belakang, Ren terjatuh ke tanah dia berusaha bangkit dan melawan kedua orang tersebut, perkelahian tidak terhindarkan yang di mana Ren masih bisa bertahan di saat kedua orang tua Ren berusaha berlari dari sana.


Untung saja jarak tempat Ren berada sekarang dengan asrama sudah dekat, sehingga membuat keren tinggal berlari ke asramanya saja di mana pasti banyak di sana yang bisa menolongnya kedua pria itu tidak tinggal diam mereka juga mengejar Ren, mereka meninggalkan mobilnya di tempat yang sama dan berlari mengejar Ren langkah kaki rem cukup kuat yang membuat mereka kewalahan.


Disitu pula Fey berada, ia ada di dalam mobil taksi berbekal sinyal GPS yang dia dapatkan dari ponsel Zen yang masih aktif, akhirnya Fey bisa menemukan, Dimana posisi Zen berada sekarang ia mendapatkan info dari GPS itu bahwa posisi Zen sekarang berada di jalan Mawar Indah xxx yang merupakan jalan di mana asrama cafe xxx itu berada.


Setelah memberikan info akurat kepada sopir taksi tersebut kini mobil taksi dari Fey akhirnya bergegas menuju lokasi di mana GPS itu berikan, dia berharap Zen sudah menemukan Ren karena waktu mereka tidak banyak lagi dan Fey juga berharap bahwa Ren ingin bertanggung jawab atas kelakuannya, dan tidak membebankan hal ini kepada Zein dan mencabut tuduhan tersebut.


Di saat mobil taksi tersebut berjalan menuju area asrama cafe xxx, lokasi GPS dari Zen berada, tepat di jalan besar sebelum jalan masuk ke jalan asrama, Fey melihat sosok mirip dengan Ren, sosok tersebut Fet yakini adalah Ren, karena perawakan maupun bentuk badan mereka memang sama, Zen dan Ren memang sama, tapi Fey bisa membedakan yang mana Zen, dan yang mana Ren karena Fey tahu bagaimana suaminya dari bentuk badannya dan juga penampilannya.


Tidak berpikir panjang, Ren langsung masuk ke dalam mobil taksi agar dia bisa selamat dari kejaran dua orang tadi yang dia kira adalah dua orang jahat padahal itu adalah orang suruhan dari Frey untuk menangkap Ren.


"Terima kasih, terima kasih Saya tidak tahu kenapa saya dikejar-kejar!" ujar Ren terengah-engah.


Ren menghela napas lega sejenak dia mengatur nafasnya Karena kelelahan habis berlari sampai akhirnya dia menatap wajah orang yang ada di sampingnya yaitu Fey, yang sudah menolongnya dia mengingat Fey, dia tahu bahwa Fey adalah istri dari Zen, saudara kembarnya suasana canggung sendiri yang membuat Ren memalingkan wajah.


"Kamu Ren kan saudara kembar suami saya?"

__ADS_1


"Turunkan saya di sini!" ujar Ren enggan menjawab pertanyaan Fey.


"Nggak! Saya cuma mau nanya sesuatu sama kamu ini menyangkut pernikahan saya Kamu harus bantuin saya!" Fey tampak menggebu-gebu sekarang dia benar-benar akhirnya menemukan Ren.


"Buat apa saya bantuin kamu, kalian tuh sudah enak sedangkan saya itu tidak sama sekali baik, kamu pikir selama ini saya tidak menderita, saya adalah anak yang ditelantarkan, sedangkan Zen anak yang dibangga-banggakan, dia bisa jadi seorang general manager masuk top 10 majalah pebisnis muda, sedangkan saya apa, hanya bekerja sebagai pelayan dengan gaji yang minim, Apa pernah Zen memikirkan kondisi saya apa pernah Zen tahu kalau saya itu hidup!" ujar Ren to the point mengerti maksud dari Fey menanyakan ini.


"Saya tahu masalah kamu apa Ren, sqya tahu banget masalah kamu," jawab Fey menenangkan.


"Lalu? Kenapa kamu meminta saya, Saya tahu kamu sudah tahu bahwa perempuan yang ada di rumah Tuan Aldrich sekarang adalah pacar saya dan saya menghamilinya, saya juga tahu bahwa dua orang tadi adalah suruhan kamu Saya menyesal masuk ke mobil taksi ini!"


"Pertama, dua orang tadi bukan suruhan saya, dan yang kedua Ren karena ulahmu pernikahanku berada di ujung tanduk, saya mohon kalau kamu dendam kepada Mas Zen, setidaknya bantu saya, setidaknya gunakan hati nuranimu, Apa kamu mau anakmu tumbuh dewasa dengan pria lain menyebut pria lain sebagai ayah sementara dia tidak tahu kalau kamu adalah Ayah kandungnya?*


Ren tersentak kalimat Fey, benar-benar menamparnya, ia terdiam dan menundukkan kepalanya perkataan Fey ada benarnya dia berusaha memproses semuanya dan terdiam di dalam pikirannya sementara mobil tersebut tersebut terus berjalan menuju asrama dari Ren.





Besok libur yah, Update lagi Rabu

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2