
Sementara itu, Zen saat ini sedang mengendarai mobilnya melihat kesetiap jalan mencari keberadaan Ren, berdasarkan info terakhir yang dia terima dari Fey.
Ren ada di cafe xxx tadi pagi sehingga memilih untuk ke cafe tersebut, tak butuh waktu lama untuk Zen sampai disana.
Zen memarkirkan mobilnya, di depan cafe tersebut, kemudian keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam cafe itu dia berniat, menanyakan sesuatu kepada pegawai cafe tersebut jika memang Ren sering datang ke sini.
"Mbak, permisi saya mau tanya," ujar Zen pada seorang kasir yang berjaga di cafe itu.
"Loh Ren, kok tumben, manggil-manggil Mbak kamu kan udah datang tadi pagi, cepet banget mau shift," jawab kasir itu yang membuat Zen mengangkat alisnya.
__ADS_1
"Maaf Mbak, saya bukan Ren, saya Zen saudara kembarnya, Ren, tapi Mbak kenal kan sama Ren?" tanya Zen meluruskan.
Mbak kasir itu tampak terdiam sebelum menatap Zen dalam, "Hah saudara kembar?Kok saya baru tahu Mas, Ren punya saudara kembar, oh saya kenal sama Ren, Mas, saya itu temannya Ren, Ren itu kerja di sini Mas, tapi Ren udah shift pagi tadi dan adanya shift malam lagi."
"Jadi Ren kerja di sini ya, ambil shift pagi dan shift malam, kalau boleh tahu Mbak tahu nggak tempat tinggal Ren sekarang?"
"Mas bener-bener saudaranya Ren kan, soalnya Ren gak mau kalau tempat tinggal barunya dikasih tahu ke orang lain," ujar kasir itu ragu.
Jelas Zen berbohong, Kalau boleh bipolar siapa yang tidak mengenal wajah Zen, ia adalah seorang general manager terkenal dan sering masuk jajaran top 10 dalam majalah pebisnis muda, tapi mungkin saja kasir cafe tersebut tidak mengenai siapa Zen, jadi dia hanya menganggap Zen, orang biasa saja yang mirip dengan Ren.
__ADS_1
"Oalah Kalau benar begitu Mas, Ren itu sekarang tinggalnya di asrama khusus karyawan Mas, Kalau Mas mau ke sana Mas tinggal lurus aja dari cafe ini, nanti ada pertigaan Mas belok kiri dan di situ ada asrama karyawan, nanti mas Bisa tanya-tanya saja sama orang di situ pasti mereka tahu kok di mana asramanya."
"Begitu ya mbak, kalau begitu terima kasih ya Mbak, Terima kasih banget sudah bantu saya kalau begitu saya permisi ya mbak," jawab Zen.
"Sama-sama, Mas."
Zen bergegas keluar dari cafe tersebut setelah mendapatkan sebuah info dari karyawan di cafe itu, beruntungnya Fey melihat Ren tadi pagi di cafe tersebut, sehingga Zen memiliki ide untuk bertanya kepada karyawan di cafe tersebut, berharap karyawan tersebut mengenal Ren sebagai pelanggan mereka tapi yang dia dapatkan lebih dari itu karena ternyata Ren adalah karyawan di sana.
Zen masuk ke mobilnya, Dia menjalankan mobilnya mengikuti instruktur dari Mbak kasir tadi, tapi di sepanjang jalan dia berpikir kenapa nasib Ren begitu sulit, sedangkan nasibnya yang tinggal bersama ayahnya cukup dimudahkan dari segi pendidikan dan pekerjaan.
__ADS_1
Zen bahkan terbersit betapa pahitnya perceraian kedua orang tua bagi seorang anak karena akan ada salah satu anak yang akan menderita jika dibawa oleh masing-masing dari kedua orang tuanya itulah mengapa Zen tidak ingin ada perceraian dalam pernikahannya walaupun dia belum memiliki anak bersama Fey.