
Ada orang yang pernah berkata, jika dua orang ditakdirkan menjadi jodoh dari sudut bumi manapun mereka berasal mereka pasti akan bersama, jadi jika kau memang yakin bahwa anakmu dihamili oleh suamiku dan suamiku jodohnya, untuk apa kau ragu jika pernikahan ini dibatalkan?" ujar Fey berdiri di pintu rumah.
"Maksudmu?"
Fey berjalan masuk ke dalam ruangan tengah rumah keluarganya, ibu dari wanita yang mengaku diambil oleh Zen tersebut menatapnya nanar, yang membuat Fey menatapnya balik, dan melipat kedua tangannya sampai akhirnya dia tiba di hadapan Ibu dari wanita tersebut.
Hening sesaat, tidak ada percakapan apapun di antara mereka yang ada hanya keheningan karena saat percakapan tersebut menghadirkan sebuah rasa canggung di antara mereka berdua.
"Setiap kelakuan akan ada hasilnya, dan setiap apa yang kalian kerjakan akan ada balasannya, Aku Hanya mengingatkan kalau suatu saat kalian terluka kalian harus sadar apa yang kalian lakukan hari ini," bisik Fey pada ibu wanita itu. "Tanpa mengurangi rasa hormatku, bersikaplah sebagai Tamu dirumah ini."
Nyonya Reni yang melihat Fey langsung berjalan menghampiri Fey.
__ADS_1
"Sayang, Fey udah jangan diladenin mereka, mereka tuh cuma orang yang haus akan harta, kami juga yakin kalau Zen akan datang dan akan membawa bukti bahwa bukan dia yang menghamili wanita itu."
"Memang benar Mami, Mas Zen akan datang dan membawa bukti sampai akhirnya kita tidak bisa berbuat apapun kecuali Mas Zen, sendiri yang membatalkan akad nikah ini dengan wanita itu."
"Bukti maksud kalian kami berbohong?" ujar Ibu dari wanita itu kesal.
Fey yang tadi menatap Nyonya Reni kini membalikkan badannya menatap Ibu dari wanita tersebut. "Kau sendiri yang mengatakannya, Bukan Aku."
Suasana kembali hening berbalut tegang karena kehadiran Fey yang membungkam pihak keluarga dari wanita yang mengaku dihamili oleh Zen, sementara itu Flora yang ada di sana tampak gelisah mendengar perkataan dari Fey, tentang Zen yang berusaha mencari bukti bahwa bukan dia yang menghamili wanita tersebut.
Di saat Flora sedang mengutak-atik ponselnya mencari nomor dari Frey, tiba-tiba saja Frey datang dan merebut ponsel Flora, Flora yang melihat itu sontak terkejut dan berusaha merebut kembali ponselnya.
__ADS_1
"Apa-apaan sih lo balikin nggak, itu ponsel gue lo ngapain sih?" protes Flora.
"Kamu mau ini?" jawab Fey mengangkat tinggi ponsel tersebut kemudian membantingnya ke tanah. "Ayo ambil!"
Flora membulatkan mata sempurna melihat ponselnya dibanting ke tanah dan hancur Tidak berbentuk, layar LCD ponsel tersebut sudah pecah dan tidak bisa lagi digunakan Flora yang kesal menatap Fey kemudian mendorongnya.
"Apa-apaan sih lo, gue kan nggak ngapa-ngapain lo, ngapain lo buang ponsel gue?"
"Jangan pikir, aku nggak tahu Apa rencana kamu dan Mas Frey, mungkin kalian bisa menang sekarang tapi setelah faktanya terungkap kalian akan merasakan apa itu pembalasan dari istri yang disakiti."
"Jadi gua harus ngapain, gue harus lihat lo membalas gitu, nggak ada waktu gue buat ngeladenin orang kayak lo, dasar cewek murahan!"
__ADS_1
"Siapa yang kau katakan murahan, aku atau kau, siapa yang murahan di sini diriku yang berusaha mempertahankan pernikahanku atau kau yang dibayar untuk menghancurkan pernikahan dari kakakmu sendiri, jadi jika aku tanya sekarang siapa yang murahan di antara kita?" tanya Fey kembali.
Flora diam dia berdecak kesal kemudian berjalan pergi dari sana meninggalkan Fei yang masih berdiri di tempatnya setelah kepergian Flora.