Istri Untuk Tuan Muda Ayano

Istri Untuk Tuan Muda Ayano
BAB 1 Rencana perjodohan


__ADS_3

"Shilla.. Papa ingin bicara dengan kamu."


Shilla mengernyitkan dahinya, ia baru saja pulang dan tak ada sambutan untuknya, yang ia lihat justru wajah Papa nya yang seperti sedang menahan emosi.


Arshilla Putri Handodjo, sosok gadis berusia dua puluh tahun yang baru saja lulus dari universitas ternama di kota Manchester, ia sengaja pulang lebih cepat karena sang Papa yang memerintahkan dirinya agar cepat kembali ke Indonesia selain itu ia sendiri juga tak sabar untuk liburan ke Bali dan Lombok.


Shilla lalu mengikuti langkah kaki Papanya menuju ke ruang kerja, ia biarkan begitu saja koper yang sedari tadi ia seret dengan susah payah ke dalam rumah.


"Apa yang ingin Papa katakan?"


Shilla mencoba menelisik gestur wajah Tuan Adrian dengan seksama. Ia menangkap sang Papa yang justru malah menatapnya balik dengan tatapan sendu.


"Papa kenapa? Apa ada masalah?"


Mendengar pertanyaannya Shilla, Tuan Adrian justru tersenyum simpul, ia tahu, dari kedua putrinya yang paling cerewet adalah Shilla, sementara putri yang satunya, yaitu kakak Shilla, yang bernama Ara lebih pendiam dan cuek.


"Papa akan menjodohkan dirimu dengan salah satu putra keluarga Chandradewantara."


Ucapan Tuan Adrian sukses membuat kedua bola mata Shilla melotot bahkan seperti ingin menggelinding dari tempatnya.


"Papa tolong jangan bercanda Pa! Ini nggak lucu!"


Shilla memicingkan matanya ke arah sang Papa, ia yakin pria berjuluk Papa itu hanya ingin melakukan prank pada dirinya.


"Yang bilang lucu siapa Shilla? Papa nggak sedang melawak."


Shilla lalu menggeleng, ia lantas kembali menatap Papanya mencari kebohongan diantara sudut mata Papanya, namun ia tak menemukan itu.


"Kenapa Pa? Aku ini masih muda loh Pa, masih 20 tahun.. Menikah? Aku sama sekali belum kepikiran."


Gadis itu mengelak, ia seolah ingin kabur saja dari dunia ini. Mana bisa waktu mudanya harus dihabiskan untuk mengurus seorang suami yang bahkan ia tak mengenal sosok calon suaminya ini.


"Pa.. ayolah.. menikah tanpa cinta itu fatamorgana pa.."


Shilla masih berharap sang Papa mau mendengarkannya kali ini saja.


"Fatamorgana, kamu kira lirik lagu Shilla?"

__ADS_1


"Emangnya ada ya Pah?"


"Ya nggak tahu lah, kan kamu yang bilang."


Shilla lalu mendengus kesal, sudah pasti kepulangannya kali ini ada hubungannya dengan perjodohan dengan salah satu putra keluarga Chandradewantara.


Isu itu sudah santer terdengar oleh beberapa media bahkan sang Mama sendiri pun sudah memberitahukan padanya kalau akan ada perjodohan antara dirinya dan salah satu putra keluarga Chandradewantara itu.


"Jadi isu perjodohan itu bener Pah? Pah Shilla nggak mau ya di jodoh-jodohin. Memangnya ini jaman Siti Nurhaliza?"


"Nurbaya Shilla, bukan Nurhaliza ckckck.. kamu itu main ganti-ganti nama saja."


Ucap Mama Rossa yang baru saja datang membawakan teh dan juga kudapan lainnya untuk menemani perbincangan yang kemungkinan akan sedikit berjalan alot itu.


"Oiya.. ya pokoknya itu lah.. Shilla nggak setuju dengan perjodohan ini Pah. Shilla nggak kenal orangnya, lagi pula belum tentu kita bisa cocok nantinya. Lagipula kenapa nggak Kak Ara aja yang dijodohkan kan dia lebih tua dari pada aku."


Ucap Shilla sembari celingukan kesana kemari mencari orang yang namanya sudah ia sebutkan tadi.


"Shilla, kamu tahu sendiri kan kalau kakakmu itu seorang model, mana mau dia menuruti kemauan Papah, apalagi untuk menikah dalam waktu dekat."


Putri kedua keluarga Handodjo itu lalu menatap mata Sang Papa tanpa rasa takut sedikitpun, ia memelototi Papanya hingga membuat Adrian sedikit gentar.


Shilla merengek seperti anak kecil, ia sangat tak terima dijodohkan dengan pria yang ia sendiri tidak mengenalnya.


"Shilla. Sekali ini saja kamu turuti permintaan Papah!"


Adrian menatap tajam ke arah Shilla hingga membuat anak gadisnya itu terdiam.


"Tapi shilla nggak kenal orangnya Pah."


"Kamu bisa berkenalan dengannya, Namanya Ayano Chandradewantara. Mereka rencananya akan datang kesini sore hari untuk mengenal kamu lebih jauh lagi."


Shilla langsung melotot, bagaimana bisa Papanya itu membuat keputusan tanpa sepengetahuan dirinya.


"Apaaa?? Pa.. kenapa Papah mengambil keputusan tanpa melibatkan aku dulu sihhh?"


Shilla kecewa pada Papanya, ia lalu berjalan dengan kaki yang ia hentak-hentakkan seperti seorang balita yang mengamuk, Shilla segera menuju ke arah kamar, tak lupa, shilla membanting pintu dengan keras sebagi tanda protesnya.

__ADS_1


"Astaga anak itu benar-benar!"


Adrian menatap kepergian shilla dengan kesal, entah mengapa kedua putrinya itu selalu susah di atur apalagi soal jodoh.


...****************...


Di kamar, Shilla menangis dibelakang pintu, entah mengapa nasibnya seakan sial sekali. Pulang ke rumah niatnya untuk liburan dan menikmati hidup, eh malah sekarang dipaksa untuk dijodohkan dengan pria yang tidak ia kenal sebelumnya.


"Sial banget sih! Gimana kalo dia ternyata om om atau dia jelek.."


Sambil mengelap hidungnya dengan tissue Shilla lalu mengambil ponselnya dan mencari tahu lebih dalam mengenai Ayano Chandradewantara.


"Eh tapi jelek nggak apa-apa sih, tapi kalo dia jahat? Psikopat? arghhhh."


Shilla lalu menscroll sosial media miliknya, namun ia bahkan tak bisa menemukan nama Ayano Chandradewantara. Ia lalu memutuskan membuka Wikipedia mengenai keluarga Chandradewantara, ia lalu terpaku pada jumlah anak yang tertulis di keluarga itu yang hanya menyertakan dua anaknya.


Anak pertama bernama Miyuki Chandradewantara yang sudah menikah dengan seorang pengusaha tambang berlian, sementara anak kedua bernama Delvano Chandradewantara ia belum menikah dan sekarang berada di Amerika serikat karena berkuliah disana.


"Kenapa tidak ada nama Ayano?"


Shilla memutar otaknya, ia seperti seorang detektif yang menyelidiki suatu kasus, ia penasaran dengan putra Chandradewantara yang tidak disebutkan dilaman pencarian.


"Pasti ada yang salah."


Shilla bernarasi seorang diri, ia harus mencaritahu kenapa nama Ayano seolah dihilangkan dari dunia.


...****************...


Sore hari, tepat saat keluarga Chandradewantara dijadwalkan akan berkunjung ke kediaman Handodjo, Shilla yang sudah dirias sedemikian rupa, menatap ke arah jendela kamar nya, ia pun bergegas menuju kesana, bukan karena ingin kabur tapi ia lebih penasaran dengan calon suaminya, yaitu Ayano Chandradewantara. Ia juga ingin bertanya lebih jauh lagi kenapa namanya bahkan tidak ada di seluruh laman pencarian internet.


Pandangan Shilla menyapu bersih seluruh tamu yang turun dari mobil. Ia melihat pria paruh baya dan seorang wanita yang nampak anggun.


Shilla yakin jika kedua orang itu adalah orang tua Ayano, yaitu Tuan Dewandaru Chandradewantara dan istrinya yang berkebangsaan Jepang Nyonya Mayu Watanabe.


"Dimana Ayano?"


Putri Tuan Adrian itu masih menatap fokus ke arah tamu yang hadir disana, namun ia tak menjumpai keberadaan Ayano. Meskipun ia tak tahu persis wajah Ayano tapi menurut penuturan ibunya, Nyonya Rosa, Ayano mengenakan topeng hitam di wajahnya.

__ADS_1


Shilla mengamati para tamu itu dengan teliti, ia yakin ia tak salah dalam melakukan pengamatan, jika Ayano memang tak ada diantara para tamu.


"Dimana kamu Ayano? Kenapa keluargamu seperti ingin menyembunyikan kamu dari dunia ini?"


__ADS_2