Istri Untuk Tuan Muda Ayano

Istri Untuk Tuan Muda Ayano
BAB 8 Perasaan untuk Ayano


__ADS_3

Shilla membawa Ayano menuju ke rumah sakit, ia berharap Ayano dapat segera ditangani lebih lanjut oleh ahli yang memang berkompeten.


"Nyonya, sebaiknya anda tunggu diluar."


kedua kaki Shilla ingin roboh seketika, ia bahkan baru saja mengenal Ayano tapi dia harus menyaksikan suaminya itu kesakitan.


Ia lantas bangkit dan memilih untuk duduk di kursi tunggu. Era dan juga Bulan pun menunggu sambil berdiri.


"Era! aku ingin bicara!"


Dengan mata memerah Shilla menyuruh Era untuk mengikutinya menuju ke taman yang ada di tengah rumah sakit. Ia menatap tajam asisten pribadi Ayano itu.


"Kenapa keluarga Chandradewantara merahasiakan ini semua Era! Aku ingin jawaban! bukan sebuah teka teki!"


Era hanya membisu, bukan suatu kewajiban untuknya berbicara mengenai kondisi Ayano pada Shilla. Ia bahkan diharuskan menutup mulutnya sendiri karena suatu hal.


"Kenapa kau diam saja? Aku ini istrinya Era! Aku tidak bisa menerima jika dia diperlakukan seperti itu."


Istri mana yang tidak kalut saat melihat suaminya terbaring lemah karena penyakit mengerikan, walaupun Shilla baru menjadi istri Ayano dan tidak diperlakukan sewajarnya olehnya, tapi di hati Shilla, dia tetap suaminya dan harus menghormati Ayano sampai kapanpun dan lucunya lagi keluarganya juga menyembunyikan penyakit itu darinya, seolah penyakit Ayano bukanlah hal yang penting.


"Nyonya. Maaf jika saya sudah membuat anda kecewa, tapi sungguh itu semua diluar kendali saya. Hanya keluarga Chandradewantara yang berhak memberikan jawaban itu kepada Nyonya."


Mata Shilla bahkan langsung memicing karena Era begitu patuh kepada Keluarga Chandradewantara. Shilla semakin penasaran dan ingin mengungkap fakta apalagi yang disembunyikan oleh keluarga konglomerat nomor satu di negeri ini.


"Baik kalau kau tak mau memberitahuku, tapi aku akan bertanya sendiri kepada Papa Dewandaru."


Shilla langsung melangkah meninggalkan Era yang hanya tertunduk. Sebagai orang terdekat dan di percaya oleh Ayano dia merasa seperti tidak punya kekuatan apapun, apalagi jika membahas soal Tuan mudanya itu.


langkah kaki Shilla terhenti saat ia melihat dokter keluar dari ruangan Ayano, dia lantas menghampiri dokter itu dengan cepat.


"Dokter, bagaimana kondisinya?"

__ADS_1


"Nyonya, Tuan muda sudah tidak apa-apa, kondisinya memang sempat menurun, setelah sadar nanti Tuan muda sudah bisa pulang."


Shilla agak bingung dan sedikit mengernyitkan dahinya, ia memandang dokter itu dengan penuh kecurigaan serta keganjilan.


'Kata Era Ayano sakit parah, tapi kenapa dokter mengijinkannya untuk pulang?'


segudang pertanyaan menghantui pikiran Shilla karena ia yakin betul ada yang salah dengan ini semua. Ia pun lantas manggut-manggut dan langsung meminta ijin untuk masuk ke dalam, ia ingin segera bertemu dengan Ayano.


"Suamiku."


satu kata terucap dari mulut Shilla membuat Ayano melirik ke arah istrinya, pria itu ternyata sudah bangun dan menyandarkan punggungnya ke kepala brankar.


"Aku ingin pulang."


ucap Ayano, namun sepertinya Shilla masih terdiam dan menatap Ayano dengan intens, mata istrinya itu berkaca-kaca dan meneteskan air mata. Ayano yang melihat pemandangan itu lantas mengernyit heran.


"Kenapa? bisakah kau sudahi drama mu itu?"


Shilla langsung melangkah tak memperdulikan ucapan Ayano, ia memeluk pria itu hingga membuat Ayano seperti membeku, selama ini dirinya tidak pernah tersentuh oleh perempuan manapun.


Air mata Shilla tumpah begitu saja di pundak Ayano. Dia sudah kalut sejak tadi namun kini ia bisa bernafas lega saat melihat Ayano sudah kembali bugar. sementara itu Ayano mengernyitkan dahinya, ia seperti enggan di peluk wanita, padahal wanita itu adalah istrinya sendiri.


"Hentikan! Ayo pulang."


Ayano menghempaskan tubuh Shilla ke belakang dan menatapnya dengan tajam, ia juga memalingkan wajahnya saat Shilla memperlihatkan puppy eyes nya.


"Ck.. bisakah kau bersikap normal? aku tahu kau menerima pernikahan ini hanya karena hartaku kan?" ucap Ayano


Shilla lantas menggeleng dengan cepat, ia menikah dengan Ayano saja karena menggantikan kakaknya yang enggan menikah, ia juga tidak berpikir menikah karena harta karena kedua orang tuanya juga sudah bisa mencukupi kebutuhannya.


"Kalau kau berpikir begitu, kau salah besar Shilla!. Aku bahkan tak punya apa-apa!"

__ADS_1


"Aku hanya seorang pria penyakitan Shilla, mungkin sebentar lagi aku akan mati. Jadi untuk apa dirimu disini? sebaiknya kau pergi saja. Kau tak perlu repot-repot mengurus orang penyakitan sepertiku." ucap Ayano dengan penuh penekanan di setiap kalimat yang keluar dari bibirnya.


Semua ucapan Ayano membuat Shilla semakin ingin menangis. Bisa-bisanya Ayano menyuruhnya untuk pergi setelah semua yang ia korbankan hanya demi menjadi istrinya.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? Aku datang kesini, menikah denganmu, berjanji dengan Tuhan akan setia selamanya hanya kepada Suamiku, dan sekarang kamu ingin membuang diriku? Ayano, kamu pikir aku tidak punya hati?"


Shilla semakin menangis sesenggukan hingga membuat Ayano tertunduk diam.


"Aku menikah denganmu karena menggantikan kakakku karena kakakku enggan menikah hanya karena dirinya seorang model. Aku menikah denganmu berharap bahwa Tuhan punya rencana indah di balik ketetapannya. Jika kau berpikir aku menikah denganmu hanya karena harta, maka kau salah besar Tuan muda Ayano."


Shilla meluapkan emosi dari dalam dirinya, ia begitu kesal dengan ucapan Ayano yang seolah menyudutkan dirinya padahal ia datang ke hidup Ayano dengan suka rela bahkan membawa impian baru.


"Shilla.."


"Apa? Kenapa? Apa kamu mau memaki diriku? maki saja.. Atau kamu ingin memarahiku? marahi saja. Jika itu membuat hatimu lega maka lakukanlah."


tubuh Shilla bergetar hebat, ia lantas terduduk di lantai dengan menahan semua kesedihan yang ia miliki.


"Kenapa kamu mau menerima orang sepertiku? Aku hanya akan menjadi beban untukmu! Jika kau ingin bercerai dari ku bilang saja, aku akan membuatkan jalan agar kau bisa bebas Shilla."


Emosi Shilla semakin mendidih saat Ayano mengatakan itu semua, ia bangkit dan berdiri dengan tegak.


"STOP! Stop mengatakan Cerai! Kau pikir pernikahan itu hanya sebuah trik permainan dan bahan percobaan?"


Mata Shilla seperti menantang Ayano hingga membuat pria itu menghela nafas panjang.


"Dengarkan ya Ayano! Aku, Arshilla! tidak akan bercerai dari dirimu! Jika kau keras kepala ingin menceraikan aku maka aku menolaknya dengan keras!"


Shilla lantas berbalik arah dan meninggalkan Ayano begitu saja di dalam, ia juga memanggil Era untuk membawa Tuan mudanya itu kembali ke Mansion, sementara dirinya, lebih memilih menaiki mobil yang berbeda.


Ayano yang masih berada didalam menunduk dan menangis, ia tak paham apa yang terjadi pada dirinya saat ini, ia bahkan merasakan sesak di dadanya.

__ADS_1


"Tuan muda.. Apa anda ingin pulang sekarang?"


Era bahkan melihat tangisan Ayano, walaupun wajah pria itu masih tertutupi oleh topeng hitam. Pria itu lantas mengangguk dan bangkit dengan perlahan, ia dan Era lantas kembali ke Mansion dengan perasaan cemas. Ayano cemas karena Shilla sudah pulang duluan tanpa menunggunya.


__ADS_2