Istri Untuk Tuan Muda Ayano

Istri Untuk Tuan Muda Ayano
BAB 9 Bunga Hoya


__ADS_3

Shilla yang sudah lebih dahulu sampai di Mansion langsung melemparkan tubuhnya ke atas ranjang. Kepalanya terasa sangat berat apalagi setelah memikirkan sesuatu hal yang sangat dirahasiakan oleh keluarga Chandradewantara.


"Nyonya? Apa anda baik-baik saja?"


Bulan mengamati Shilla yang masih bergulung-gulung di atas ranjang, ia bingung dengan tingkah majikannya yang random.


"Ya. tapi bisa dibilang tidak."


Dahi Bulan sedikit mengernyit, ia tak paham dengan apa yang Shilla rasakan saat ini, namun dirinya percaya bahwa itu semua pasti ada hubungannya dengan Tuan muda.


"Aku bingung dengan semua ini Moon.. bagaimana bisa keluarga sebesar Chandradewantara menyembunyikan fakta tentang Ayano? Ayano saat ini sakit dan mereka bahkan seolah tutup mata."


Mata Shilla berembun, ia mengingat bagaimana Ayano kesakitan hingga jatuh pingsan. Ia bahkan sangat serius menjalani pernikahan walau tanpa rasa cinta itu. Ia sudah mengorbankan semuanya hanya untuk menjadi seorang istri Ayano.


"Bisakah kau jelaskan padaku secara detail Moon? kau tentu sudah tahu kan fakta dan juga gosip yang beredar mengenai Ayano?"


Sebenarnya Bulan takut untuk menjelaskan tapi ia lebih takut lagi dengan Nyonya barunya itu, ia juga merasa kasihan serta berfikir bahwa mungkin hanya Shilla lah yang akan membebaskan Ayano dari penderitaannya.


"Sebenarnya Tuan muda memang sakit parah Nyonya, tapi saya rasa keterangan dari keluarga Chandradewantara ada yang janggal, Tuan muda sekolah di Sekolah dasar umum yang tentunya ia bergaul dengan anak-anak lainnya, tapi menurut info yang saya dapat, Tuan muda sudah sakit sejak kecil, itu yang menjadi kejanggalannya."


Bulan membeberkan secara rinci mengenai kejanggalan yang ada, ia tak bisa menyimpannya berlama-lama karena menurutnya Shilla bisa ia percaya.


"Dan lagi, perlakuan Nyonya Mayu kepada Tuan muda Ayano sangat berbeda jika dibandingkan dengan perlakuan beliau kepada anaknya yang lain."


Shilla lantas mengernyit, ia mencoba merangkai berbagai kejanggalan yang disampaikan oleh Bulan.


"Apa Ayano memang benar-benar putra Nyonya Mayu? ataukah.."


Shilla berspekulasi sendiri, ia terus menebak-nebak apa yang sebenarnya sedang terjadi, ia sepertinya harus cepat mencari bukti-buktinya.


Shilla lalu memilih diam untuk sementara waktu sembari mencari bukti.


Ia bersama bulan lalu melangkah menuju ke lahan kosong untuk segera menyulapnya.


"Apa yang akan Nyonya lakukan?"


Para pelayan berbisik-bisik mengenai rencana Shilla terhadap lahan kosong di belakang mereka itu. Mereka sengaja dikumpulkan untuk membantu Nyonya baru mereka.


Shilla lalu memberikan perintah kepada para pelayan beserta Bulan untuk segera membersihkan area lahan dan juga membuat sebuah rumah bunga yang transparan dari luar.

__ADS_1


"Woah ide Nyonya memang benar-benar brilian.."


ucap Bulan saat melihat para pekerja sedang membangun green house untuk tanaman-tanaman Shilla nantinya. sementara sebagian pelayan bahkan termasuk Bulan dan Shilla juga ikut membantu mengisi tanah hara pada pot dan menanam benih-benih tumbuhan.


"Nyonya.. yang ini namanya apa?"


Bulan sedikit bingung saat melihat bunga yang merambat dan berbentuk gerombolan bintang-bintang.


"Namanya Bunga Hoya.. Kau tau bunga ini termasuk mahal Moon, cara merawatnya juga gampang-gampang susah."


Jelas Shilla, tangannya dengan lihai menanam bibit-bibit bunga yang baru saja datang setelah ia pesan beberapa jam yang lalu.


"Kau tau Moon, kalau kau mau merawat bunga ini, kau harus bersabar, Bunga Hoya itu sejatinya mudah di tanam, tapi yah butuh kehati-hatian. Tidak boleh terlalu banyak air karena akarnya mudah terserang jamur, bahkan kalau bisa jangan sampai kena air hujan dan bunga ini juga butuh pencahayaan yang cukup."


Penjelasan Shilla membuat Bulan sedikit mengernyit, ia lalu memikirkan seseorang yang sepertinya sama dengan tanaman Hoya ini.


"Nyonya.. apa Nyonya sadar kalau bunga ini lebih mirip... Tuan muda?"


Shilla lantas menghentikan kedua tangannya dan menoleh ke arah Bulan yang bahkan sudah nyengir kuda.


"Hmmm.. sepertinya kau benar, Tuan muda mu itu sungguh di luar nalar.."


suara tawa cekikikan Bulan sungguh membuat Shilla ingin memasukkan gadis itu ke dalam karung saja.


"Oiya Nyonya, tanaman Hoya ini mau di taruh dimana?" tanya Bulan dengan mengangkat pot berisi bibit bunga Hoya itu.


"Sana.. taruh di dekat pintu masuk, kalau bisa gantung saja di atas."


Bulan langsung membawa pot-pot itu bersama dengan 2 orang pelayan lain.


"Nah, selesai." ucap Shilla sembari mengusap peluh di dahinya, sudah lama ia tak berolahraga dan sekarang, ia merasa bahwa tubuhnya semakin ringan saja.


beberapa pot berisi bibit bunga yang terdiri dari beberapa jenis itu pun langsung dibawa oleh para pelayan dan disusun sesuai dengan permintaan Shilla.


Shilla juga membantu mereka semua, ia bahkan terlihat seperti pelayan bukan seorang Nyonya.


Green house yang Shilla bangun itu sangatlah luas dan dipenuhi oleh tanaman hias. Ia juga menanam beberapa jenis sayuran hijau dan berencana akan membuat sistem hidroponik.


"Nyonya.. Apa Nyonya tidak lelah?"

__ADS_1


Bulan melihat Shilla yang begitu antusias hingga tanpa sadar badan Shilla kotor dan dipenuhi oleh tanah.


"Tidak. Aku bahkan sangat bahagia Moon.."


senyum Shilla mengembang saat para pelayan pria membuat sekat terpisah antara taman bunga hias dan juga sayurannya.


Ruangan pertama ia isi dengan tanaman hias seperti bunga Hoya, bunga Lily, bunga Mawar dan lainnya. Sementara ruangan ke dua ia berencana akan membuat saluran hidroponik yang berisi sayuran.


Setelah selesai, Shilla lantas menyuruh para pelayan yang sudah membantunya untuk segera kembali ke Mansion dan membersihkan diri. Sementara ia dan juga Bulan melangkah kembali ke kamar Shilla.


Saat di perjalanan, Shilla tak sengaja melihat Ayano yang sedang berdiri di atas balkon dengan sebuah cangkir yang ia pegang.


"Kenapa dia ada disana."


mata Bulan lantas menoleh ke arah Shilla lalu ke arah dimana Ayano berada.


"Ya memang itu kamar Tuan muda Nyonya, sudah pasti dia ada disana."


Shilla yang masih marah kepada Ayano tak mengindahkan ucapan Bulan, ia bahkan berlalu begitu saja tanpa menyapa Ayano terlebih dahulu.


......................


Ditempat lain, Nyonya Mayu sedang berhadapan dengan seorang wanita yang sangat ia kenali, ia tersenyum puas saat memandang wanita yang ada di hadapannya sekarang.


"Bibi Del.. Terimakasih atas kerja kerasmu untuk membuatnya sakit-sakitan selama ini."


Kepala pelayan di Mansion Ayano itu menunduk hormat kepada Mayu Watanabe, ia seperti berada di bawah kendalinya dan tak punya kekuatan untuk membantah ibu Ayano itu.


"Bagaimana jika Tuan muda meninggal Nyonya besar?"


"Hahaha."


Suara tawa melengking keluar dari mulut Nyonya Mayu, ia bahkan seolah tak peduli dengan putra keduanya itu. Justru dengan meninggalnya Ayano dia bisa sedikit tenang.


"Aku bahkan tidak peduli dengan anak penyakitan itu."


setelah berkata demikian, Nyonya Mayu beranjak dari kursi dan keluar dari ruangan dan meninggalkan Bibi Delila begitu saja.


Satu tetes air mata keluar begitu saja, Bibi Delila merasa sangat bersalah jika mengingat ia sudah melukai Tuan muda yang tidak tahu apa-apa sejak kecil, ia begitu membenci dirinya sendiri karena menuruti perintah Nyonya Mayu. Dia tak habis pikir dengan alasan Nyonya Mayu yang bahkan mengorbankan putra keduanya itu hanya demi urusan dunia.

__ADS_1


"Aku harap Nyonya Shilla bisa membebaskan Tuan muda dan menyelamatkannya dari anda Nyonya besar." lirih bibi Delila


__ADS_2