Istri Yang Berjuang Sendiri

Istri Yang Berjuang Sendiri
PoV Ardan 3


__ADS_3

Dasar Keyla istri tidak berguna. Seharusnya kan sudah kewajiban dia untuk melunasi hutang-hutangku, kan aku suaminya. Tapi yang terjadi malah dua orang debt kolektor itu mengambil sepeda motor hasil jerih payahku berkerja selama ini dan parahnya Keyla malah membiarkannya. Istri macam apa itu. Hanya diam saja di saat aku kesusahan seperti ini! Harusnya dia bisa mengerti dan membantuku!


Karena suntuk dan kesal dengan keadaan di rumah, maka malam ini aku memutuskan untuk nongkrong bersama sohib karibku. Mereka adalah Bayu dan Farid, mereka berdua bekerja di perusahaan walau beda kantor. Bayu dan Farid masih bujangan, belum menikah. Wajarlah mereka masih bebas. Aku jadi menyesal menikah karena tidak bisa sebebas mereka, apa-apa mesti di atur istri. Pulang malam saja dimarahin. Jadi malam ini akan kuberi pelajaran saja si Keyla. Aku tidak pulang ke rumah dulu malam ini.


Kami bertemu di kafe seperti biasa, mereka sudah tiba duluan dan sedang merokok. Asap mengebul dimana-mana. Melihatku datang mereka langsung menawariku sebatang rokok.


“Eh bro, kok muka lo suntuk amat sih? Pasti habis dimarahin bini lo ya?” Kata Bayu membuka pembicaraan.


“Bini gue malah membiarkan sepeda motor gue disita ama debt kolektor sial*an itu. Ya emang sih gue yang ngutang. Harusnya sebagai istri dia ikut bertanggung jawab dong!” Sahutku kesal sekali.


“Ya udah masalah di rumah nggak usah lo pikirin lagi. Gimana kalo lo gue kenalin ama cewek cantik, pasti lo bakalan tertarik.” Kata Farid menawarkan.


“ Wah boleh juga tuh, sekalian mau gue jadikan bini kedua ah. Kan gue pengen banget punya anak. Kalian tahu kan Keyla tuh mandul. Apalagi Keyla tuh gila kerja mana ogah-ogahan ngelayanin gue di ranjang.” Balasku mengeluarkan uneg-uneg.


“Kenal aja belum, kok elo udah mikirin mau cari istri kedua bro! Kayakl kita-kita dong bebas gonta-ganti pacaran.” Sahut Farid membujuk.


“Yah mo gimana lagi, kalau gue ganti-ganti pasangan, gue takut nama baik gue tercoreng. Kan gue kerja di dinas. Mana di sana banyak kenalan bokap gue. Jadi si Keyla mau gue jadikan mesin pencetak duit buat gue dan nanti bini kedua gue buat muasin di ranjang sekalian bikin anak. Hahaha.” Kataku dengan puas.


“Wah boleh juga tuh bro ide lo! Oke deh, lo tahu kan tempo hari Santi, Hana, dan Ira yang nongkrong bareng kita?” Sahut Farid.


Ingatan ku melayang beberapa hari yang lalu, ketika kami nongrong si suatu kafe. Ya kami ada mengajak tiga orang gadis untuk bergabung dengan kami. Sinta dan Hana bekerja di sebuah rumah spa dan salon khusus wanita, sedangkan Ira bekerja di sebuah toko kue dan roti. Mereka memang cantik-cantik, bodinya juga yahud. Kalau di suruh memilih aku jadi bingung, hehehe. Yang mana ajalah, yang penting nyambung kalo diajak ngobrol dan mau sama aku. Waktu itu aku tidak terlalu ikut nimbrung ngobrol bareng mereka. Aku lebih banyak diam karena sedang tidak mood dengan masalah rumah tanggaku dengan Keyla.


“Jadi yang mana yang lo mau kenalin ke gue?” Tanyaku balik.

__ADS_1


Kalau Sinta dan Hana udah jatah kita bro, lo mau kan ama Ira?” Kata Bayu mantap.


“Yang mana ajalah, asal dia mau ama gue.”


Akhirnya mereka mengirim kontak Ira ke gawaiku. Dan setelah pulang dari kafe, aku nekat mengajak Ira ketemuan. Padahal ini sudah lewat pukul sepuluh malam. Kukira Ira bakal menolak ajakanku untuk ketemuan karena sudah larut malam. Ternyata dia mengiyakan ajakanku. Oh betapa senangnya hatiku!


Akhirnya aku sepakat mengajaknya ke kafe yang buka dua puluh empat jam, tidak jauh dari kafe tempatku berserta Bayu dan Farid nongkrong tadi. Dia meminta aku untuk menjemputnya di kostnya. Hmm pasti dia bakal cepat tertarik denganku, secara kan aku punya mobil dan aku bekerja di dinas. Siapa sih cewek zaman now yang nggak tertarik dengan cowok-cowok berseragam!


Setengah jam kemudian, terlihat Ira menungguku di muka gerbang kostnya dengan mengenakan pakaian yang menurutku terbuka. Mengenakan kaos lengan panjang ketat, rok mini, dan juga santal tinggi. Lekuk tubuhnya tercetak jelas seperti gitar Spanyol. Seketika gairah laki-lakiku meningkat. Maklum sudah beberapa bulan Keyla tidak memenuhi gairahku di ranjang, dengan alasan capek dan sibuk.


Sebenarnya Keyla wanita yang langsing dan pintar merawat diri juga. Tapi salahnya dia yang terlalu mementingkan pekerjaan dan tidak mau lagi melayani kebutuhanku sebagai suami. Jangan salahkan aku kalau aku menjadi liar di luar dan mencari kehangatan di wanita lain! Apalagi Keyla kan wanita mandul! Buktinya dia belum hamil, padahal aku sangat menantikan tangisan bayi di dalam rumah tanggaku. Tapi aku tidak tahu pasti juga sih dia mandul atau tidak. Satu tahun lalu, kami memang sudah memeriksakan diri di dokter kandungan. Dan kata beliau kamu berdua sehat-sehat saja tidak ada masalah. Dokter kan juga manusia, siapa tahu beliau juga salah. Ah yang jelas sampai saat ini Keyla belum bisa memberikanku keturunan, jadi pantas sajalah kalau dia akan kupoligami!


Aku langsung membuka kaca mobilku dan menyapa Ira.


“Hehehe, iya bang Ardan.” Kata Ira tersenyum manis. Ira langsung membuka pintu mobil dan duduk di sebelahku. Wow pahanya mulus tereskpos sempurna. Membuatku meneguk liur.


“Ira maukan temenin bang Ardan ngopi dan ngemil, maklum abang lagi suntuk nih.” Kataku sambil mengerling nakal.


“Kemana aja boleh deh bang, tenang aja bakal Ira temenin kok.” Sahut Ira dengan nada yang dibuat manja.


Tidak jadi ke kafe akhirnya aku memutuskan untuk ke sebuah hotel. Di sana ka nada kafenya, sekalian aja nanti habis makan aku ajak ngamar. Hehe.


Tibalah kami di hotel Mawar dan langsung memarkirkan mobilku di tempat parkir. Kami langsung menaiki lift menuju sebuah kafe. Wah suasananya yang tenang, diiringi musik klasik.

__ADS_1


Kami duduk dan segera memesan makanan. Aku memesan kopi latte hangat dan roti isi daging sapi premium. Sedangkan Ira kulihat memesan jus melon dan daging stik beserta kentang goreng. Tak berapa lama kemudian, pramusaji menghidangkan makanan kami dan Ira kulihat makan dengan lahap.


“Ira belum makan ya?” Tanyaku pada Ira.


“Hehehe, kebetulan belum bang. Ira tadi baru pulang kerja sekitar jam sembilan malam. Lalu abang ngajakin ketemuan, Ira iyain aja deh.” Kata Ira dengan gaya yang mendayu-dayu.


‘Wah pas banget nih kalo gitu. Malam ini mau nggak temenin abang ngamar. Abang galau nih.”


“Dengan senang hati bang.”


“Nanti kalo ada yang marah dengan Ira gimana dong?”


“Nggak bakalan bang, abang tenang aja. Ira lagi jomblo nih.”


“Uh kasian,kalo gitu temenin abang sampai puas ya!”


Ira menganggukkan kepala malu-malu. Tapi aku yakin dalam hatinya pasti mau.


Setelah selesai makan, akupun langsung ke resepsionis untuk memesan kamar. Besok masih hari kerja, aku izin saja ah tidak enak badan. Yang penting malam ini sampai besok, aku akan menuntaskan hasrat dan gairahku kepada Ira.


Sesampainya di kamar aku tak sabar lagi langsung merengkuh Ira dalam gairahku. Ira lihai sekali mengimbangi permainanku. Dan kayaknya Ira bukan gadis perawan lagi deh. Ah perset*n, yang penting kupuaskan nafsuku dulu, soal Keyla urusan gampang lah!


(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2