
Iya Bu Ainun tau tapi dia yang maksa Ainun katanya dia sekalian lewat aja yaudah lagi dokter Rudy itu baik kok Bu ,dia selalu support aku di rumah sakit apalagi dia sudah menganggap Ainun sebagai adiknya sendiri".
" Oh ya benarkah ,tapi mengapa kalian saja baru saling mengenal kok emangnya hal apa yang membuat dokter itu menganggap mu sebagai adiknya ,nak".
" Itu Buu ternyata wajah Ainun mirip dengan wajah almarhum adiknya yang telah di bunuh oleh kekasihnya sendiri yaitu Dhika dan parahnya lagi Dhika itu juga membunuh suami dari Anaya adiknya dokter Rudy,dan aku termasuk korban dari kejahatan Dhika Buu aku yang hampir mati di tangan psikopat itu Bu,hiks hiks hiks".
" Maaafin ibu nak ibu udah bikin kamu sedih bikin kamu mengingat kembali hal buruk yang menimpamu itu,maaf ya sayang,yasudah nak sekarang kamu temanin dokter Rudy biar ibu buatkan makan dan minum untuk nya Yach".
(mengangguk)
"Nun ibumu mana,dari tadi saya belum melihatnya?".
" Oh itu ibu lagi di dapur buatin makan dan minum untuk dokter".
" Ainun kalo di luar rumah sakit panggil aku dengan sebutan mas Rudy saja tidak usah embel embel dokter ya,gak enak kalo ada yang denger".
???????
"Kenapa bukankah itu malah membuat saya menjadi kurang ajar masa panggil nama sih nanti tidak enak di dengar orang".
" Iya kan saya yang pinta kamu kayak gitu,justru kalo di luar kamu panggil saya dengan sebutan dokter saya canggung tapi kalo untuk di rumah sakit atau tempat tempat tertentu boleh saja kamu panggil saya dokter Rudy karna tidak menjaga kesopanan".
" Oke lah kalo begitu aku setuju,Rudy".
**************************************
__ADS_1
Di suatu tempat aku dan dokter Rudy pun membuat janji mengenai tawarannya untuk membelikan ku sebuah gawai, sebenarnya aku sudah menolaknya berulang kali hanya saja dia tetap memaksa kehendaknya kalo aku harus menerima pemberian hadiah hp sebagai tanda kalo dia sudah menganggap ku seperti adiknya.
" Mas aku udah siap nih jadi kita ke mall nya?".
" Ya pastilah tunggu sebentar dalam waktu 10 menit aku akan segera sampai".
" ya,baiklah".
10 menit kemudian pintu rumah di ketuk dan kulihat mas Rudy sudah ada di depan rumah dia sudah rapi dan tampak gagah,wajahnya yang sedikit oriental membuatnya seperti artis Korea ,aku yang tak sadar meliriknya di balik jendela tiba tiba di kagetkan oleh suara ibu yang menegur ku.
" Siapa yang datang kenapa gak langsung di bukain kenapa malah kamu intip?".
" eh ibu,itu dokter Rudy sudah datang dia janji mau aja Ainun pergi ke mall Bu untuk membeli sesuatu ,Ainun udah mencoba menolaknya tapi dia memaksa Bu katanya itu Anggap aja hadiah dari dia Bu,gitu katanya".
" iya Bu itu Karna dokter Rudy ingin membelikan Ainun handphone baru karna hp Ainun yang kemarin kan udah di rusak sama penjahat itu jadi untuk komunikasi dengan ibu ataupun dia Ainun belum bisa beli handphone baru itu sebabnya dia ingin membelikannya untuk Ainun padahal Ainun gak minta lho Bu!!".
"Oh yasudah kalo gitu terima aja gak enak nanti sama dokter Rudy bisa bisa dia tersinggung , sekarang buka pintunya kasian dia kelamaan tunggu di depan rumah".
( mengangguk)
" Udah siap ayok ,ucapnya".
" Iya udah,ayok,sahutku".
Setelah puas membelikan ku gawai baru ,mas Rudy pun mengajakku untuk makan katanya dia belum sempat makan dari rumah dan itu membuat perutnya keroncongan.
__ADS_1
Saat kami sedang asik menikmati santapan makan siang kami, aku dikagetkan dengan suara yang aku sangat kenal yah itu adalah suara kak Radit sedang apa dia disini dan dia bersama kak Silvi? aku harus bagaimana ini aku tidak mau kejadian kemarin terulang aku sudah mulai melupakan hal itu terlebih aku pun kecewa dengan kak radit mengapa dia di saat aku mengalami musibah justru menghilang apakah dia juga ikut terlibat?.
" Nun,,kamu kenapa kamu kenal dengan laki laki yang bersama perempuan itu?".
"iya ,dia kak Radit dan itu kak Silvi kakaknya Dhika, gimana ini mas aku gak mau mereka tau keberadaan ku".
" Sudah tenang dulu pura pura saja kamu tidak mengenalnya kita cari tempat lain saja".
Dan saat aku mau beranjak pergi kak Radit pun memanggil ku.
"Ainuuun".
Aku pun menoleh dan tersenyum getir tatkala melihat tatapan kak radit yang tajam seolah ingin menerkamku apakah dia juga akan melakukan hal yang sama seperti Dhika?.
" Ainun kamu mau kemana kenapa kamu menghindar?".
" Kak Radit maaf tapi aku sedang buru buru".
" Ainun kita perlu bicara sebentar,ada yang mau aku tanyakan sama kamu," hardiknya.
" Ada apa ya kak,tapi aku sedang tidak badan apa bisa lain hari saja kita mengobrol nya," jawabku gemetar.
" Maaf saran saya jika kamu ingin berbicara dengan ainun kamu harus membuat janji dulu karna Ainun masih dalam proses penyembuhan jadi saya harap kamu mengerti bahwa saudari Ainun masih butuh istirahat yang cukup," sorak dokter Rudy seraya membawa Ainun untuk segera pergi dari tempat itu.
" Kamu siapa"?.
__ADS_1