
Tok tok tok
" Nun , kamu sudah bangun apa belum ,sudah jam 9 pagi apa kamu tidak baik baik aja?".
ceklek
" ibu ,iya Bu Ainun baik baik aja ,aku bersih bersih dulu Bu".
"ya".
Belum sempat aku menuju kamar mandi ponselku berdering.
triiiiingggg ...
" Halo, assalamualaikum".
" Nun kamu dimana aku jemput sekarang ya,"PENTING".
" Pe pe penting apanya halo kak Radit,halo kak jawab ?,ih apa sih gak jelas deh pagi pagi udah bikin orang kaget aja ,sebel".
" Siapa nak kok kamu ngomongnya gitu sih emangnya ada apa kayaknya penting banget?".
" Tau tuh Bu kak Radit gak jelas nelvon cuma bilang mau jemput katanya penting tapi langsung di matiin Bu telvonnya gimana gak kesel aku!".
" ohhh ya udah sana mandi dulu nanti kalo ada orangnya ibu bilangin kamu,tapi ngomong - ngomong siapa Radit?, ibu baru dengar namanya,sepertinya banyak hal yang kamu rahasiakan dari ibu nak?, ibu harap kamu tidak melakukan hal buruk nak ,cuma kamu harapan ibu satu satunya saat ini setelah bapak mu".
" I -iya Bu Ainun janji akan menceritakan semuanya nanti Bu setelah Ainun siap Ainun mohon ibu dapat mengampuni semua kesalahan Ainun Bu karna Ainun belum bisa membuat ibu bangga,almarhum bapak juga pasti sedih kalo tau Ainun jadi seperti ini Bu".
__ADS_1
" Sudahlah nak,asalkan kamu tetap dijalan yang benar ibu akan terus mendukung kamu kapanpun kamu siap menceritakan semua hal yang menimpamu ibu akan mendengarkannya nak".( mengelus rambut)
" Iya Bu makasih ,sekarang Ainun mandi dulu Bu ".
Dijawab dengan anggukan ibu.
Setengah jam kemudian aku selesai membersihkan tubuhku ,saat aku hendak mengambil baju di lemari kulirik ponsel milikku menyala dan bergetar entah sepertinya barusan ada yang mencoba menghubungi ku biarlah kulihat nanti setelah ku rapikan kamarku.
Triingggggg....
aku dikagetkan dengan ponselku yang kembali berdering.
Segera ku kenakan pakaianku dan kurapikan rambutku langsung ku gapai hp ku untuk melihat siapa yang menelvonku,. "Mas Rudy"( 3 panggilan tak terjawab).
Segera ku pencet nomer telvon dokter Rudy untuk menanyakan ada apa dan sesaat sebelum ku mulai menelvon balik ku lihat banyak sekali pesan di aplikasi hijau dan tertegun saat aku membaca isi pesan tersebut.
Tanganku gemetar bibirku terasa keluh tak bisa berkata apa apa,ada apa lagi ini mengapa hidupku tidak bisa tenang,apa maksud mas Rudy bilang kalo Dhika meninggal?.
Segera ku hubungi mas Rudy tapi sayangnya nomernya tidak aktif mungkin dia kesal karna aku tidak mengangkat telvonnya tadi pas aku sedang di kamar mandi.
" Ainuunnn,tuh temenmu udah datang kamu turun cepat dia sepertinya cemas".
" ah iya Bu sebentar-sebentar".
Dengan langkah gontai dan tak bersemangat ku temui kak Radit,masih terasa sesak mengingat perdebatan ku kemarin dengannya namun ku coba untuk melupakan hal itu dan menemuinya dengan biasa saja.
" Halo kak,maaf lama aku baru saja mandi".
__ADS_1
" Nun kamu ikut aku sekarang kerumah sakit,Dhika sudah gak ada !!!".
" Apaa kak,jadi kakak juga tau kalo Dhika meninggal apa ini sungguhan kak?".
" Apa kamu pikir aku suka becanda dengan hal macam ini?, sudahlah lekas kita kesana ada pesan untukmu dari Dhika".
Sesaat kemudian ibu datang dan ikut bergabung bersama kami.
" Maaf jika ibu mengganggu , sebenarnya ada apa ini nun,dan kamu ,apa kamu yang bernama Radit??".
" Iya Bu maaf kalo saya sudah lancang ,saya Radit Bu teman dekat Ainun dan saat ini saya mau meminta ijin membawa Ainun ke rumah sakit karna ada hal penting disana Bu".
"Rumah sakit,siapa yang sakit dan maaf ibu baru mengenalmu apakah kamu bisa menjelaskan lebijauh lagi sebenarnya hal penting apa yang mengharuskan Ainun untuk datang ke rumah sakit?".
"Maaf Bu saya tidak berhak untuk menceritakannya karna ini menyangkut Ainun juga saya harap ibu dapat memberikan saya ijin kali ini saya untuk membawa Ainun bertemu seseorang disana".
" Bertemu siapa?,apa maksudnya ini?".
" Bu,ibu tenang dulu ya nanti Ainun jelasin ke ibu semuanya setelah Ainun pulang dari rumah sakit,Ainun mohon ibu mengerti posisi Ainun saat ini tidak bisa memilih apapun Bu".
" Ainun!!! apa maksud kamu nak,apa ibu tidak berhak mengetahui masalah yang kamu alami,kamu tidak menganggap ibu ada nun!!!".
" Maafin Ainun Bu,hiks hiks hiks".
" Baiklah begini saja ibu ikut kalian kerumah sakit ibu penasaran ada apa ini semua sejak penculikan yang kamu alami sikap dan ucapan kamu kadang membuat ibu bingung ,ibu mau membuktikan sendiri dengan mata kepala ibu apa yang sebenarnya sedang terjadi dan kamu tidak bisa melarangnya nun!".
" I -iya Bu ,ibu boleh ikut".
__ADS_1
"Oke,Ainun dan ibu ayok kita berangkat sekarang".