
bab 01.
"Sah?"
"" saaah! "
"alhamdulillah" penghulu yang menikah kan
dua insan di depan mereka itu akhirnya
mengangkat kedua tangannya,
mengajak semua hadirin yang menghadiri akad nikah berdoa untuk kedua pengantin,
Safira alesya Shirley akhirnya resmi menikah dengan Arkana Sagara
Maminya arkana yang berada di ujung
bersama sang nenek yg sudah tua renta
begitu terharu melihat nya.
di sebelah ada kedua paman dan bibi Safira juga menyungging senyum dengan kedipan mata, melihat kedua pasangan itu akhirnya
resmi sebagai pasangan suami istri.
__ADS_1
seharusnya aura Bahagialah yang terlihat dari kedua pasangan.
namun kedua pengantin itu sama-sama tak merasakannya. hal ini terjadi karena beberapa hari lalu mereka di paksa menikah
demi nama baik.
Safira sesekali melirik suaminya yang wajahnya tak enak di pandang. bukan karena
tak tampan dan memiliki tubuh yang tinggi
yang menawan, namun dialah yg paling menolak diadakannya pernikahan ini.
Selama beberapa hari ini, yg mengurus untuk keperluan akad hanya Mami dan dirinya(yang sebetulnya tak enak). bahkan ketika harus mendatangi pihak KUA bersama, dia sama sekali tidak mau melihat Safira bahkan menyapanya. dia selalu memasang wajah dingin tak suka pada fira.
Fira mencoba menatap sekali lagi.dan yg dia dapati hanya lah tatapan tajam menghunus jantung, membuat Fira tak berani menatapnya kembali. Fira tak membayangkan
masa depannya setelah ini? andai hari itu tak pernah terjadi, mungkin nasibnya tidak akan apes seperti saat ini.
***
Seharusnya sesi selanjutnya adalah sesi sungkeman dengan tamu yang datang , tapi pengantin pria malah memilih meninggalkan
mimbar Akad nikah secepat kilat. "
Arkana kamu mau kemana? Tamu kita yang datang sedikit tapi hargailah mereka!"
__ADS_1
Mami mengejarnya hingga keluar.
"Aku mau pulang" pria tinggi itu terpaksa menahan jalannya. " pulang? Gak enak sama
pak penghulu malah kamu duluan yang pulang" gerutu Mami dengan suara kecil. "
Kalau begitu kenapa tidak Mami aja yang nikah sama wanita itu tadi? "
"Arkana! apa-apaan
kata-katamu barusan? "
"Sesuai permintaan Mami aku sudah Nikah sama anak itu, tapi jangan berharap Arkana mau nerima dia . " ini pertama kali nya Arkana begitu kesal dengan Maminya, padahal sebetulnya dia sebenarnya anak yang penurut, Mami yang sudah pusing menghadapi ARKANA beberapa hari ini , mengusap-usap alisnya lalu berpikir sebaiknya dia mengijinkan Arkana pulang duluan Saja.
"Baik.pulanglah, tapi, kamu bisa pulang duluan Asal kamu ajak Safira bersamamu"begitu nama Fira di sebut, Arkana langsung mengalihkan tatapan galaknya pada gadis menatapnya dari tempat akad itu . "kalau kami mau ikut, cepetan! aku gak mau nunggu lama-lama!. Tukasnya membuat semua orang di Akad itu saling berbisik. jelas sekali tuan Arkana Sagara itu
ingin memberitahu semua orang bahwa pernikahan ini di jalankan tanpa keinginannya.
"" Fira... Ayo kemari... ikut suamimu pulang. "
panggil maminya Arkana . mau tak mau Fira menghampiri Arkana dan wanita perubahan itu, " Tamu-Tamu lainnya biar mami yang urus"ucap mami pada Fira.
" Fira mengangguk dan belum mau menatap suaminya. namun sebelum pulang Fira melihat dulu kearah paman dan bibinya yang tersenyum, lalu mengangguk mereka mempersilahkan Fira pulang duluan. Fira bersyukur paman dan bibinya tak membuat ulah di pernikahannya ini. karena paman dan bibinya itu jahat dan Licik. mereka hampir tak pernah bersikap baik pada Fira kecuali bila dia memberi keuntungan pada mereka saat ini. menikah dengan pria yang mapan dan kaya Raya.
***
__ADS_1