ISTRI YANG TAK KAU INGIN KAN

ISTRI YANG TAK KAU INGIN KAN
Terpaksa menyetujui


__ADS_3

kening arkana berkedut. dia sudah tahu hal ini akan cepat lambat di bahas oleh eyang dan Maminya. Namun jelas ini bukan waktu yang tepat.


perusahaan ku sedang sibuk, dan banyak sekali audit internal yang langsung harus aku tangani. bagaimana bisa Mami menyuruhku untuk bulan madu?" tanpa tedeng aling , arkana langsung berkilah.



mama sudah pastiin sama dimas, kalau kamu tidak banyak jobdesk minggu ini, mama kan nanya sekertaris kamu, katanya kamu sedang tidak sibuk- sibuk amat.. " balas mami berkilah. " ini saat yang tepat untuk kalian.. " kali ini mami tidak mau membiarkan arkana memanfaatkan kesempatan untuk mengalihkan pembicaraan atau menolak.



arkana mendengus, bagaimana bisa mamanya bertanya - tanya tentang kegiatan kantor? selama ini wanita yang suka di panggil mami itu tidak pernah mengurus masalah ini, tapi begitu menikah, Mami hampir selalu mencampuri urusannya bersama Safira . dia sudah menikahi wanita itu bukan? apa lagi mau Maminya?



Pokoknya arkana sedang tidak bisa. bagaimana kami bisa pergi begitu saja, sementara disini banyak pekerjaan? " arkana tetap dengan pendirianny untuk tidak pergi.



" Hargain usaha eyangmu...


Dia mau ngasih kado untuk kalian berdua" ya, Mami mulai membawa - bawa eyang agar arkana luluh.


sementara Safira, dia di buat bingung dengan keadaan ini. dia terjepit sesuatu yang tak bisa dia hindari ketika Mami dan arkana bersitegang didepannya.


sudah arkana bilang... pekerjaanku sekarang lebih penting. " balas arkana


Eyang tampak sedih, sangat sedih sehingga dia terdi dan menunduk. arkana melihat ekpresi itu, dan tak tahu harus berbuat apa, terakhir dia menatap Safira, mengintimidasi wanita itu agar sama-sama menolak.


"Bu.. Maksudku , mami.. boleh Safira bersuara? tanya wanita muda itu pada Maminya Arkana.


dan serentak semua mata di ruang tengah itu memandang wajah ayu Safira, termasuk arkana yang setelahnya membuang muka.


sebetulnya Safira sudah mulai kuliah lagi.., jadi Safira rasa, betul kata pak arkana, kami dihadapkan dengan kesibukan masing-masing.. jadi -'


Kapan tepatnya gak mungkin dua tiga hari lagi kan? " Mami langsung memotong, karena tahu gelagat Safira yang akan bersekongkol dengan arkana terlihat jelas oleh wanita itu tadi.


" Euh, bukan sih.. " Jawan gadis muda itu, oh ya gapapa berarti, Mami kira tiga hari lagi, pasti ada seminggu lagi kan? "

__ADS_1


sayangnya tebakan maminya benar. setelah pengurusan segala macamnya tadi, Safira baru akan berkuliah seminggu kemudian.


arkana menghembuskan napas kasar, karena bisa - bisanya bulan madu pun sampai di atur. " mah, untuk bulan madu , Nanti biar Safira dan arkana yang atur. kenapa eyang sama mami yang turun tangan? "


kilah arkana, dia menurunkan tensi berbicaranya, Namun cuma bisa tertahan sedikit.


Kamu..jelas enggak akan ngajak refresing... bulan madu bisa buat kamu refresing" Mami balas berkilah.



arkana... sudah saatnya Keisha punya adik... "


mulut Safira membuka saat eyang mengungkapkan


sesuatu hal yang tahu untuk Safira dan arkana,namun dia dengan pelan mengunci mulutnya lagi. lebih baik dia tak bicara, lebih baik diam.


arkana pun sama membekunya, tapi dengan cepat dia merubahnya. itu urusan Safira dan arkana "


"Mama tanya Dimas, kamu minggu ini tidak terlalu sibuk kenapa kalian tidak menghabiskan dua sampai empat hari bersama? lagi pula, Safira juga tidak kuliah minggu ini. "




Sial. dia benar-benar tak bisa memperkirakan hal seperti ini terjadi, setelah hari itu mengucap akad. Meminta menunda pun, eyang dan Maminya pasti memotivasi nya terus dan menerus, sampai mereka pergi.



eyang terlihat bersemangat bagaimana pun Safira terlihat ingin menolaknya. " Safira pernah kelabuan bajo? disana enak... sejuk... ada fila eyang disanah...


punya eyang sama almarhum Eyang kakung. "


Wajah Safira membentuk senyuman canggung. Namun dia tetap harus menolak. " Tapi eyang... Maafkan saya_'


Yasudah" Tegas arkana tiba-tiba, membuat Safira menoleh. " kami akan bulan madu. "Ucapnya pada mami dan eyang, dan setelah itu melirik Safira.


Safira menatap nya bingung, namun arkana mengabaikan nya. menurutnya nanti saja menjelaskannya, karena penting membuat Mami dan eyangnya diam.

__ADS_1


Nah... gitu dong... " Mami benar-benar senang, begitu juga eyang.


Safira menghela napas, benar-benar tak mengerti. apa yang di pikirkan pak arkana? bulan madu? bukankah tadi dia meminta nya untuk bantu menolak?


Ini tidak benar kan?


*****


Safira tidak konsentrasi saat membuka buku tebal vocabulary di depannya, dan membaca novel bahasa Inggris guna mempertajam pemahaman paraphrase dan grammar bahasa inggrisnya. dia tadinya ingin mengasah ulang apa yang dia tinggalkan berbulan - bulan, namun pada kenyataannya dia tidak konsen.


dia melihat anaknya arkana sudah tidur. dan dia tersenyum saat melihat Keisha hampir jatuh. beberapa hari ini dia tidur di kamar Keisha. jujur dia bingung mau tidur di mana, karena dia takut kedapatan sidak pagi - pagi mami arkana yang lagi - lagi akan memberinya ceramah. dia pun berdiri, berencana menghampiri Keisha untuk memperbaiki tempat tidurnya.


Cklek!


Tepat saat dia hendak membenahi posisi Keisha dengan memasangkan selimut. tiba-tiba pintu terbuka, dan kepala menjulur kedalam, dan detik itu juga Safira kembali canggung. karena tatapannya selalu mengintimidasi.


dia melihat Safira dengan tatapan dingin. " Keluar, aku ingin bicara. "


Safira tak menatap matanya, namun dia mengangguk . baik, pasti urusan tadi. ya, baiklah, dia harus mendengarkan apa tanggapan pria itu, karena terlalu aneh bagi Safira, mendengar pria itu setuju untuk


\*\*\*\*\*


Pria itu membawanya keruang tamu, dan berbalik, membuat Safira berhenti dalam radius tiga meter darinya. " Jangan salah paham. aku menyetujui ini agar eyang dan mami diam"ucap pria itu. tak ada tatapan bersahabat di matanya, dan lagi - lagi Safira menundukkan matanya.


Ya, jelas. tentu pak arkana tidak akan setuju pergi, kalau bukan untuk membuat eyang dan mami diam. Tapi kalau tidak kesana, kemana mereka akan melarikan diri? apa kami akan pura-pura menginap, dan berpisah di bandara soekarno-hatta?


Atau... haruskah aku menyewa kosan kusus yang bisa menampungku selama tiga sampai empat hari? Tapi, biayanya berapa?


"kita akan tetap pergi kesana"


jawab arkana dengan culas.


"Ya? " Safira terkejut. sangat terkejut hingga rahangnya nyaris jatuh, namun dia segera sadar untuk bertanya. " Maksud ..bapak? "


"kamu tinggal sendiri saja disana , Aku akan tinggal di hotel.. " Ucapnya, melipat tangan di perutnya. Otot Deltoidnya benar-benar memukau, nyaris membuat Safira terpaku. arkana sedang memakai kaos putih yang mencetak semua otot rampingnya, yang sangat laki-laki.


*****

__ADS_1


__ADS_2