
" Mamaaaa! " Suara Keisha melengking menyambut Fira dengan pelukan belakang. "Keisha?"
Hampir terlonjak dengan pelukan itu, namun dia Lebih terkejut lagi bagaimana dengan cara Keisha memanggilnya. Safira segera memutar memegang Pundak Keisha.
" Kei...? " Sejak kapan Keisha tahu kalau Safira istri Papanya?
"Keisha tadi panggil kakak apa? "
Keisha balas menyungging senyum lebar. " Mama! " Sapa Keisha dengan senang hati. "Kenapa manggil Kakak dengan sebutan mama? " kening Safira Berkedut, dia takut arkana akan turun dan bersikap Sinis lagi padanya karena ini.
" Kata Eyang, kak Safira sekarang mamanya Keisha..., ya ampun! senang banget Keisha ! " Riangnya. Bik Ratih yang melihat nya itupun ikut Tersenyum, ternyata sebahagia Keisha ini tahu punya mama.
" Eyang? " Tanya Safira . Keisha mengangguk. Kei, Jangan panggil kakak mama ya, Keisha bisa panggil kakak aja. "
"Enggak mau, Aku mau pamer sama teman-teman Kalau Aku udah punya mama, mamaku baik! " Keisha masih begitu bersemangat hingga kembali Memeluk lehernya Safira yang duduk berlekuk di Hadapannya. " Mmm, wangi masakannya enaaak! " Belum sempat Safira mengatakan sesuatu kembali ,
Gadis cantik itu sudah beranjak dari tempatnya karena mencium masakan . Hidungnya mengendus-endus lucu, hingga menggugah Keisha yang menelan air liur.
__ADS_1
"enak ya ?" Tanya Bik Ratih . " ini nasi goreng bik Ratih , yang masak mama loh, " bik Ratih ikut Menimpali , memastikan memanggil Fira sebutan dengan mama.
"Tiba-tiba saja arkana melintas di samping mereka tanpa suara. seketika degup jantung Safira terdengar lebih keras di telinganya.
Papa! " Keisha bergerak menuju papanya langsung Mengambil posisi nya duduk di meja makan.
Dia menatap anaknya sekilas, "anak papa" Sapanya Begitu lembut pada Keisha. "Berbeda sekali dengan Safira. "Papa, kei kan udah punya mama, Kei boleh ya di antar sama mama sekolah? " Tanyanya penuh semangat.
Sementara itu, Safira langsung menyingkir, pura-pura sibuk di dapur. Sekilas pandangan arkana Beralih padanya, Lalu kembali pada anaknya. " Siapa Bilang guru les Keisha , Mamanya Kei? "
Guru les? pria itu benar-benar menganggap Safira bukan keluarganya.
Terserah Keisha . " Dan hanya itu jawabannya, Sampai dia melihat secangkir kopi di hadapannya. Dia menyesap kopinya, Tanpa tahu istrinya sendiri yang menyediakan kopi itu. " Espresso? " Tumben Sekali Ada espresso. Ya , dia memang penggemar Berat kopi espresso. Hingga membeli penggilingnya
Sendiri. " Bik Ratih yang buat? " Pertanyaan arkana Sebetulnya di arahkanya pada Safira, karena dia tahu
__ADS_1
Bik Ratih gak bisa menggunakan alat yang dia beli itu.
Iya tuan. kak Safira yang bantu bik Ratih"
Oh... " arkana tak menjawab hanya menggumam, Antara bingung dengan panggilannya bik Ratih pada Safira, dan jawabannya, dia hanya terdiam. untuk sementara ini dia takan bertanya dulu kenapa Safira
Di panggil nyonya. padahal bik Ratih sudah tahu Kalau Safira adalah istri nya. Dia melihat sekilas pada wanita yang membelakangi nya itu. arkana melemparkan tatapannya pada punggung Jenjang wanita berbadan kecil itu dengan tatapan yang tak Bisa di artikan.
Setelah itu dia melihat jam tangannya, terus mencium kening anaknya sebelum ia berangkat kerja tanpa sarapan cuma makan sandwich sepotong dan kopi! " Kei, papa berangkat kerja dulu ya, yang rajin di sekolahnya.
" Oke papa! " sambil melambaikan tangannya.
" Arkana berangkat kerja, tanpa menoleh ke arah Safira yang dari tadi pura-pura sibuk.
Mama ayo makan bareng , " Kei, sudah Lapar lihat nasi goreng buatan mama paling enak! "
\*\*\*\*\*
__ADS_1