ISTRI YANG TAK KAU INGIN KAN

ISTRI YANG TAK KAU INGIN KAN
Safira memasak


__ADS_3

" Siaaaal..... " Arkana terbangun karena sinar Matahari pagi yang menyinari langsung masuk Kekamarnya, sepertinya semalam tak ada yang menutup tirainya. Tentu saja , karena dia datang dalam keadaan mabuk. Dia bangun sebentar merasakan kepalanya yang kacau dan pusing. Mual Membuatnya bertambah kacau, sehingga saat bangun dia harus memegang leher dan kepalanya bergantian untuk memijat - mijatnya . berapa banyak yang dia minum ?


" Toktok?!



" Pak Arkana ? ini .. Safira"


Mendesah karena tak suka , Arkana juga mendecak.


" Mau apalagi dia? " Gumamnya. Karena sudah menyapa sebaiknya Arkana menyahut saja. Mami pasti memarahinya bila dia sering kasar pada gadis itu. " Masuklah" cetus Arkana.


"Cklek.


Safira akhirnya masuk dengan sebuah nampan serta cangkir putih diatasnya. " Saya membawakan Jane panas pak"


Tak ada sahutan dari Arkana , namun Fira tetap Membawa minuman itu masuk dan di taruhnya di meja kecil dekat jendela kaca. " Sejak kapan aku minum jahe panas ? Apa kamu gak pernah nanya bik Ratih apa yang ku benci dan kusukai? " Tandasnya begitu dingin. Fira terpaku di tempatnya Memeluk nampan yang tadi dia bawa. " Tadi Malam ... Pak Arkana datang dalam kondisi mabuk-"


"Mau mabuk atau enggak itu urusanku" Tandas Arkana, membuat Fira terdiam dan menunduk. "


Keluarlah . . lain kali kamu tidak perlu membuatkan Sesuatu untukku" Suaranya Dingin, ketika tatapannya mendatar.


"Tapi-'



" Keluar"

__ADS_1


Fira keluar begitu saja setelah sebelumnya menutup pintu.


Arkana lagi -Lagi mendengus. Sakit kepala dan mual bekerja sama meningkatkan badmoodnya. Sebetulnya tidak ada yang salah pada diri Safira. Hanya saja, dia tidak ingin terikat dengan gadis itu. keinginan nya tidak akan menikah lagi adalah kuat adanya. Dan lagi, bila melihat keluarga Safira , sepertinya dia tidak datang dari keluarga yang baik-baik. paman dan bibinya seperti gila Uang.


Bayangkan saja, Mas kawin Safira, mereka yang atur.


bukanya Arkana pelit , tapi hal itu semakin menguatkan dugaannya , bahwa sang keponakan juga pasti akan bersikap sama. sekarang, mungkin wanita itu belum memperlihatkan topengnya, tapi bagaimana nanti?


Hahaha ,brengsek. pada akhirnya semua wanita Sama saja, Hanya mengejar uang dari seorang pria,


seperti yang dilakukan Kanaya dulu, yang lari Mencari pria lain.


Arkana beranjak bangun dari ranjangnya, segera bergegas masuk kamar mandi. sebentar lagi dia harus berangkat ke kantor. Sebelum beranjak kamar mandi mata Arkana fokus pada cangkir jahe yang di bawa Safira. Sayang juga bila gak di minum. Rasa penasaran menghampiri cangkir jahe yang masih panas itu, dan mencoba menyesapnya.


Arkana mencoba Satu teguk. Meski dia kurang suka dengan minuman jamu -jamuan , Namun kali ini beda . untuk Jahe yang satu ini, dia akui rasanya pas di lidah dan hangat ke tenggorokannya. Setelah meminum setengah cangkir , Arkana pun Bergegas ke kamar mandi untuk mandi.


\*\*\*



... di minum ko bik " Bohongnya . Fira pun baru tersadar , Bik Ratih kembali memanggilnya ibu. " Bik Ratih kenapa masih panggil aku ibu? panggil aja aku neng atau nama , Aku gak nyaman hehe. " Timpalnya.


" hehe , gak papa bu. ibu kan sudah jadi nyonya di rumah ini.. Masa Bik Ratih panggil nama? Nanti di marahin tuan dan kanjeng mami , Saya bagaimana?" Kekeh Bik Ratih yang sedang mengulek Racikan Nasi goreng.


"Pokoknya gausah bik, kalau di depannya maminya Pak Arkana. Tapi kalau di depan Pak Arkana sebaiknya panggil saya biasa aja, Fira "pinta Fira.


" Hehe iya deh biar ibu nyaman saya panggil nama kalau berdua. "

__ADS_1


Safira mengangguk. Dia tak nyaman hidup nyaman Dengan Arkana, dia tak mau menambah beban tak nyaman karena bik Ratih memposisikan dirinya sebagai orang yang lebih rendah darinya.


diapun datang dari keluarga yang sama. Entah sampai kapan , Safira bisa bertahan di rumah ini Kalau bukan karena hari itu dan permintaan mami, Dia takan mau menikah dengan pria galak itu.


Diapun menunggu Arkana mengajak berbicara.


Siapa tahu ada pembicaraan , tentang kapan pernikahan ini akan berakhir..


\*\*\*


" Safira baru saja memasak Nasi goreng yang tadi di racik oleh bik Ratih. Dia sudah sering bekerja Sebagai asisten masak di beberapa rumah makan.


Jadi dia terbilang cukup jago masak karena ilmu Yang di dapat dari orang-orang profesional itu.Wangi Nasi goreng nyapun di puji oleh bik Ratih. Karena Ini


Pertama kali nya Safira masak di rumah, Jadi dia ingin tahu resep masakan lainnya yang bisa di masak oleh pengantin baru itu.


" Non, nanti coba resep masakan lainnya ya... Kok Masakan nona Safira lebih enak dari bik Ratih? "


"Ah enggak ko bik .. biasa aja.


Fira biasa ikut masak di kafe - kafe dan rumah Makan, Jadi sedikit tahu , Jadi begitu lihat ya Membuka saja yang kalau di racik itu enak dan Wangi" Jelasnya sambil menumpahkan nasi goreng Yang tadi itu kedalam piring milik Keisha, Katanya Anak itu suka sekali nasi goreng pagi - pagi . Sebelum menempatkan nasi goreng di piring satunya lagi, Safira melirik bik Ratih . " Oh iya bik Ratih? apa pak Arkana makan nasi goreng juga ? "


"Enggak Non, biasanya hanya kopi dan sandwich"


" Hanya itu? "


__ADS_1


\*\*\*


__ADS_2