ISTRI YANG TAK KAU INGIN KAN

ISTRI YANG TAK KAU INGIN KAN
Apa yang kamu lakukan di sini?


__ADS_3

"Bik Ratih! " panggil Arkana sungguh keras dari lantai dua, mengejutkan dua wanita yang sedang Bekerja di dapur. Bik Ratih dan Safira saling bertatap Tanya aPa gerangan yang terjadi.


" Bik Ratih!"


"I- iya Pak! " baru saja Ratih menyiapkan nasi goreng, dia terpaksa meninggalkan pasangannya di atas kompor.


bik Ratih! " panggil arkana lagi terkesan kasar, Safira yang sebelumnya ikut di dapur penasaran Dengan panggilan itu, dia lantas ikut ke atas lantai .


Ada apa? " Tanya bik Ratih penuh rasa segan. Fira juga baru sampai di samping bik Ratih namun tak terlihat arkana. "kemana kemeja yang akan aku pakai hari ini? "dan kemana baju yang lainya? apa Loundrynya tutup sampai tak ada kemeja satupun yang akan aku pakai disini?!"


"Anu... " di Tanya seperti itu bik Ratih pasti ketakutan. "Itu... " Dia tahu siapa yang melakukannya tapi tak bisa bilang.


"Saya... " Jawab Safira di sampingnya. " saya yang mencuci pakaian bapak"


kamu? air mukanya berubah masam.


" saya yang mencuci pakaian bapak" Safira menampakkan dirinya. meski takut, dia wajib menjawab bukan?


"Apa? sejak kapan kamu jadi mengurusi baju - bajuku? " kemarahannya semakin bertambah setelah mendengar kata - kata Safira.


"Saya, saya hanya di suruh ibu mami" jelas Safira, bagai kedapatan muncuri, semakin buruk - lah sisi Safira di hadapan arkana. arkana mengelap kasar


wajahnya, " Biar kuberitahu ya jangan pernah menyentuh barang - barangku atas perintah mami! "



Tapi saya -"


"Enggak ada tapi - tapian! lihatlah sekarang karena ulahmu aku tidak bisa memakai baju yang aku inginkan. ambil kembali baju yang kamu ambil dari loundry dan bawa ke loundry biasanya! tanyakan pada bik Ratih tempatnya! dan satu lagi, jangan berlagak seperti istriku untuk semua barang yang Kumiliki! "

__ADS_1


Blam! pria itu menutup pintu dengan kasar. arkana benar-benar marah.


Fira berusaha untuk terdiam mendengar kata -kata itu, dengan elusan sabar dari bik Ratih sampingnya. " kamu baik-baik saja? "


"tidak, Fira tidak baik-baik saja. tak di beritahu pun Fira sudah tau diri akan posisinya di rumah ini. Tapi, bagaimana pun juga, maminya yang memberi mandat. Apa sebagai istri Fira punya kuasa untuk Menolak?


dia tak ingin bik Ratih berempati padanya lebih lama. " gak papa bik, pak arkana hanya salah paham... " senyum yang terbit dari wajahnya yang terlihat kecut. bik Ratih sadar kalau pertanyaan nya


itu percuma adanya, lagi - lagi sang istri terlihat di marahi , bagaimana Fira akan hidup seterusnya di rumah ini? kalau dukungan dan cinta dari suaminya saja tidak punya?



Ayo bik, kita kerja lagi saja... aku juga nganggep pak arkana udah seperti dosenku yang ngebentak Ntar kalau tugas tidak di kerjakan dengan baik"Setidaknya dengan berfikiran seperti itu dia tidak akan mengambil atas sikap kejam arkana. arkana tidak tahu dirinya yang sebenarnya.ya,ini masih awal pernikahan mereka ,mudah - mudahan cepat atau lambat, Arkana akan merubah sikapnya pada Fira, meski hatinya saat ini terbawa panas.



\*\*\*\*\*


Baru seminggu menikah, namun dia tak tahan lagi dengan sikap Arkana. sungguh, bila tahu begini, dia akan berpura-pura kabur saja agar tak menikah dengan nya. Memangnya dia tak punya perasaan?


Punya.



dia hanya seorang wanita yang hatinya bisa juga rapuh. Dia memang miskin tapi bukan berarti pria itu


bisa menghinanya, apa dia akan menyebut kapan akan bercerai?


Hembusan napas sore ini membawanya kembali ke kampus. Safira sedang dibawah Mamih ke rumahnya, sedangkan tugasnya sebagai Nyonya rumah sudah tidak ada. karena bingung dan ingin mencari suasana yang nyaman dia berakhir di kampusnya sendiri. padahal dia tak bisa kuliah, tapi langkah kakinya membawa ketempat paling nyaman yang menghilangkannya dari kepenatan.

__ADS_1


Dan begitu mencapai ruang tatausaha dia malah bertemu seseorang . Pak Rendy rahadianto, teman suaminya. pria itu juga pemberi beasiswa yang sempat di putusnya, dan kini dia keluar tepat dari ruang kemahasiswaan ? Ada apa?


*****


Rendy baru saja bertemu salah satu rektor bersama seorang pria berbadan bulat, sepertinya pria itu karyawannya. " kamu kembali dulu saja.


.....Kamu? " Sesaat Rendy bingung harus berucap apa. kamu , istrinya Arkana, atau....


Sore Pak Rendy " Fira mendekatinya dengan seulas senyum ramah yang membuat membalas menyungging senyum. " Sore.. "jawabanya, ketika Fira tiba di hadapannya. " bapak ada kunjungan? "


sungguh, di mata Rendy, Fira terlihat mahasiswa tulen. celana jeans, kemeja kotak-kotak biru, tak terlihat istri pengusaha.


Tunggu....


Tak ada cincin di jari manis kanannya seperti yang dia lihat beberapa hari yang lalu. jelas - jelas Arkana mengakui Safira sebagai istri, apa yang terjadi?


"kamu sibuk? " tanya Rendy.


Tidak pak


Bisa..... kita berbicara sebentar? "


\*\*\*\*\*


Belum ada yang tahu tentang pernikahan Arkana dan Safira. Arkana tidak mengakuinya. Dan bagaimana dengan istri yang masih mahasiswa ini?"


bukti bahwa cincin itu tidak di pakai oleh wanita muda didepannya, menguatkan dugaan Rendy bahwa arkana dan Safira sepakat untuk tak saling mengungkapkan status.


secangkir kopi mocachino adalah minuman pertama yang di pesan Rendy dan Safira. wanita didepannya itu cantik, sungguh, bagian mana dari fisiknya yang tak mengundang kekaguman? Meski memakai kemeja , Safira, Nyonya di rumah arkana ini sangat layak mendampingi dan mendapatkan cintanya Arkana. Raut wajahnya lembut, Menarik dan bahkan dengan hanya polesan tipis bedak dan Lipgloss , dia sudah sangat menarik untuk dilihat.

__ADS_1


*****


__ADS_2