
" Bagaimana dengan freya? dia udah lama naksir kamu loh , dia juga suka kan sama Keisha? " tiba-tiba Rendy bersuara.
Udah jangan bawa- bawa wanita dulu please. Hidup gue lagi apes, lagi gak mau ngomongin itu. " tukasnya, dengan helaan cepat yang menandakan dia terganggu.
Apes kenapa lah ini? " Tanya Rendy sembari menyesap minumannya.
Hahahhaha! apes ko ganteng gini kaya habis akad!Balas David juga.
Arkana tersenyum kecut, dugaan David benar adanya, namun dia taka memberitahu dulu kenyataannya . " Udah kita minum sepuasnya, aku yang traktir. "
"Eh, gua gak bisa minum banyak ,istri gua ngomel, David angkat tangan.
Ya, istri gua juga minta dikelonin, " Beo Rendy.
"Istri? " sontak dua temannya itu bertanya.
"Laptop dan kerjaan gua adalah istri gua saat ini" Jelas Rendy. tanpa merasa terganggu oleh dua tatapan itu. David masih melongo, dan Arkana yang sedang tidak berminat bercanda, hanya bisa menggeleng.
"Gue kira istri beneran.... "
Timpal David menepuk lengan pria itu " Haha, belum ada yang minat"
Ayo? mulai pesan minumannya" Sahut Arkana.
Dua jam berlalu menyisakan Arkana yang mabuk, Kedua temannya di buat melongo ketika pria itu tidak ada habis -habisnya menuangkan minuman yang dari tadi di tuangkan sendiri. " Gak
salah sebotol penuh ? Ckck" David tercengang. Arkana Sagara telah roboh di kursinya , tidur telungkup.
" Gimana nih? " Tanya David lagi.
Gimana apanya? ya bawa pulang lah" Rendy menimpali. Dia menghabiskan minuman terakhirnya, lalu berdiri . " Ayo!
Kita bawa dia pulang "
"Hmmm, yaudah "
" Hey" panggil Rendy , membuat menoleh . " Lihat
Di jari tangannya tangannya " tunjuk Rendy
menggunakan dagunya pada jari kelingking kanan Arkana . sebuah Cincin mengukir, dan untuk pertama kalinya bagi Rendy dan David melihatnya . Mereka saling melempar pandangan bertanya namun tak menemukan Jawaban. " Masa sih?" Mata David membola.
Kita akan cari tahu kalau dia udah sadar " Jawaban Rendy.
*
Rendy dan David akhirnya sampai di depan rumah Arkana.
Begitu mengetahui siapa yang datang sekuriti depan rumah Arkana langsung membukakan pintu
__ADS_1
Gerbang otomatis itu menggunakan remot. dia pun Ikut masuk setelah pintu tertutup dan mobilnya masuk. kalau datang bertiga biasanya Majikannya
Itu bawah dalam keadaan mabuk.
"David keluar duluan bersama tubuh Arkana yang sudah tertidur.
" Bapak mabuk ya pak David ? " Tanya Tirta , satpam rumah Arkana.
"Iya tir " Jawaban David pada Tirta, diapun membantu David membopong sang majikan menuju pintu rumah, setelahnya di susul Rendy.
Ting tong ting tong ?
Tirta membunyikan bel rumah di buka oleh gadis muda yang adalah Safira. wanita cantik, berwajah tirus dan ayu ini membuat siapa pun yang melihatnya akan berkata Cantik...
Sangat cantik hingga dua pria yang membopong Arkana itu tercengang. Terakhir mereka saling Menatap melemparkannya siapa tahu salah satu mereka kenal dengan gadis ini.
" Pak Arkana? " Wanita di depan mereka tersadar , bahwa Arkana, tertidur dalam rangkulan. "
Mau bawa pak Arkana ke kamar, bisa? " Tanya David.
"I- iya! kamarnya di atas " Sahut Fira .
" Siapa yang datang bu ? "
Tanya bik Ratih pada Fira. " Hah? pak Arkana? "
bik Ratih juga kaget.
iya bik jawab Wanita muda itu.
\*
Bruak!
akhirnya pria itu di jatuhkan di atas tempat tidurnya. David dan Tirta serta merta terengah-engah sambil bertolak pinggang. "Jarang banget dia mabuk " umpat Rendy. Betul, sudah
lama Tirta melihat Majikannya ini mabuk.
" Fiuh, kalau gitu. kita pulang ya" sementara David Mengatakan itu sorot mata Rendy mengarah pada jari jemari Safira dimana ada bentuk cincin yang sama yang melingkar di jari manisnya.
David yang meneruskan tatapan itu pun membulatkan mata. Ia menatap tanya pada Rendy, Namun Rendy menggeleng kepala, tak tahu menahu.
Tapi , wanita itu tidak masuk ke dalam hanya melihat dari luar. Pertanyaan yang tertulis di dalam pikiran mereka namun tak bisa dia tanyakan Pada wanita muda itu. Seperti yang mereka katakan tadi, mereka akan bertanya pada pria mabuk itu esok hari ketika dia sadar.
" kalau begitu kami permisi Bu" Ucap Rendy pada Safira yang berada di pintu. panggilan ibu dia layangkan untuk mencari tahu sesuatu yang dicurigainya.
"I- iya Pak " Jawab Safira .
__ADS_1
Safira tidak menyangka saat dirinya di panggil Bu. Safira juga bingung , di bilang tidak mau panggil ibu tapi dia tidak tahu alasannya menolak. siapa tahu suaminya itu sudah memberitahukan status nya pada kedua temannya bukan?
Dan satu lagi , Fira baru menyadari sesuatu . " A, Anda ... Pak Rendy Natawilaga ? " Mata Fira tak Mengedip menatap Rendy.
".... Ya " Jawab Rendy . dia ingin jadi bertanya- Tanya kenapa wanita ini mengenalnya.
" Bapak, tidak ingat saya ? kita bertemu dua tahun lalu. Bapak menganugerahkan saya beasiswa. "
Mata Fira berkaca - kaca bertemu pria kaya raya yang dermawan yang telah memberinya beasiswa. Dan pria sibuk itu baru saja mengingat dia memang pernah menganugerahkan beasiswa pada Wanita ini. " Jadi..kamu masih mahasiswa? "
"Saya Waktu itu masih tingkat tiga Pak semester dua . . "
David di sampingnya mengajaknya bertatap muka lagi untuk kesekian kalinya. " saya ingin bertanya sama bapak . . .
Kenapa Bapak tidak lagi melanjutkan beasiswa saya? " Tanya Safira.
" Beasiswamu tidak di lanjut? " Kening Rendy berkedut, dia sungguh tidak tahu akal hal itu.
Di tengah percakapan itu David tidak mau tinggal diam, dia sengaja mengamati Safira dari atas sampai bawah. sungguh wanita yang di depannya Adalah wanita cantik. Dan lagi, sedari tadi cincin di jari manis kanannya sangat menarik perhatiannya. Cincin itu tak jauh berbeda dengan ukiran cincin yang di pakai Arkana.
" Bu? Saya kembali ke markas ! " Pak Tirta menyapa nya lalu pergi
" I- iya pak Tirta, Tapi jangan panggil ibu" Safira mengingatkan. lalu kembali mengadap pak Rendy yang baru saja saling kode - kodean dengan David.
" Siapa namamu? "
"Saya... Safira Alesya Shirley, Mahasiswa sastra Inggris. " Dan sekian lama bertanya - tanya dan mencari akhirnya dia bertemu pak Rendy sendiri Disini. dan ternyata Rendy adalah temannya Arkana.
"Oke, nanti saya akan tanyakan ke bagian humas perusahaan saya . . kenapa dia menghentikan beasiswa "
"Terima kasih pak"
"Oh iya mbak, mbak siapanya Arkana ? " David sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya . mendadak raut wajah Fira menegang. Bila mereka bertanya seperti ini lantas keduanya belum tahu menahu kan? lalu dia harus menjawab apa?
" saya..... " wajah bingung Fira membuat dua pria itu Curiga
" Apa Arkana dan -'
" Bu Fira, neng Keisha cari non"
untung saja bik Ratih memanggilnya dari bawah.
" I - iya saya kesana. Permisi pak, saya di panggil anaknya pak Arkana " Akhirnya Safira berhasil menghindar dan menuruni tangga.
Dia segera menuruni tangga , sementara dua pria yang masih penasaran itu masih menatapnya hingga dia menghilang dari balik tembok.
"Ada yang aneh ... " Sahut David. " Anaknya.. Pak Arkana ? "
"Nanti...kita akan mendengar nya sendiri dari mulutnya Arkana. " Sahut Rendy melihat ke arah Arkana yang terbaring. "
__ADS_1
Ya. pokoknya Dia harus Jujur. "
***