
Happy reading...
alice memandangi rumah besar tersebut yang tidak semewah dari kediaman utama. tidak ada pelayan yang berjejer untuk menyambut kedatangan majikan nya seperti di rumah utama keluarga scott.
beberapa palayan yang sedang bekerja di ruang tamu pun menoleh dan menatap ke arah alice dengan berbagai tatapan bahkan mereka sampai berbisik - bisik menunjuk ke arah alice, sama sekali tidak ada rasa hormat saat melihat nyonya rumah pulang hal itu tidak luput dari pandangan alice.
'bahkan di rumah nya sendiri dia di rendah kan' batin alice
terlihat seorang pria paruh baya sedang terburu - buru keluar untuk menyambut kedatangan alice
"selamat datang nyonya anna, maafkan saya karena telat menyambut kedatangan anda. tuan muda tidak mengatakan jika anda akan pulang hari ini" ucap kepala pelayan itu jujur sambil berkeringat deras karena terburu - buru keluar untuk menyambut nya
"tunjuk kan di mana kamar ku" ucap alice dengan dingin
"silahkan nyonya ikuti saya" ucap kepala pelayan itu menuntun alice ke lantai dua membawa nya ke kamar anna dan alexander
"ini kamar anda dan tuan muda, nyonya" ucap pelayan itu saat mereka sudah sampai di kamar anna
"jika anda ingin mandi, saya akan meminta pelayan wanita untuk menyiapkan air hangat untuk anda, nyonya" sambung pelayan itu ramah
alice tidak menghiraukan ucapan kepala pelayan itu, ia sedang menatap ke sekeliling ruang kamar tersebut. tidak ada barang wanita sedikit pun di sana hanya ada barang pria yang merupakan milik alexander
bahkan foto pernikahan anna dan alexander pun tidak ada di kamar itu yang ada hanya bekas cetakan bingkai foto di dinding menandakan sebuah bingkai foto telah di lepaskan beberapa waktu yang lalu.
kini tatapan alice tertuju pada sebuah lemari besar yang berada di kamar itu, ia pun membuka pintu lemari itu dengan kasar dan ia tidak menemukan sehelai pun pakaian milik anna
alice mengalihkan pandangan nya pada kepala pelayan yang masih berada di belakang nya itu dan menatap pria paruh baya itu dengan tajam menuntut penjelasan
__ADS_1
kepala pelayan yang mengerti tatapan alice itu pun langsung menjawab nya
"ma - maaf nyonya, satu bulan lalu semua pakaian anda sudah di singkirkan oleh nona monic katanya itu perintah dari tuan muda" jawab kepala pelayan itu dengan ragu - ragu bahkan ia sulit untuk menelan saliva nya sendiri saat melihat tatapan 'nyonya muda' nya yang begitu menusuk
kepala pelayan itu tidak bisa menghentikan monic karena itu adalah perintah majikan nya, ia juga tidak heran jika anna kembali untuk membuat perhitungan dengan wanita itu.
"di mana semua barang - barang yang wanita sialan itu singkirkan?" alice dengan dingin
"sudah di bakar nona monic di halaman belakang, nyonya." jawab kepala pelayan itu sambil berkeringat
"dasar wanita sialan, berani sekali dia membakar barang orang lain. memang dia pikir dirinya siapa? selain tukang pelakor" ucap alice yang sudah tidak bisa menahan kekesalan nya lagi sedangkan kepala pelayan itu merasa ketakutan ketika melihat tingkah 'istri' tuan muda nya itu
"apakah ada mobil lain di garasi?" tanya alice kepada pria paruh baya itu
"a - ada nyonya" jawab nya cepat
"ba - baik nyonya" ucap kepala pelayan itu dengan segera menjalankan perintah sang majikan nya
"awas kalian aku akan membalas nya" ucap alice dengan mengeluarkan aura pembunuh setelah kepala pelayan itu pergi.
Setelah lima menit menunggu akhir nya pria paruh baya itu pun kembali
"Mobil sudah saya persiapkan nyonya! Tapi hari ini supir yang bertugas sedang cuti, nyonya!." Ucap kepala pelayan itu
"Berikan kunci nya, biar aku saja yang menyetir" ucap alice
"Tapi nyonya..." ucap nya ragu - ragu
__ADS_1
"Tidak ada tapi - tapian, cepat mana kunci nya" ucap alice tidak sabaran
"ini nyonya" ucap kepala pelayan itu sambil menyerahkan sebuah kunci mobil
"Kalo tuan muda bertanya tentang nyonya saya harus bilang apa?" Tanya pria paruh baya itu dengan ekspresi ketakutan
"Tidak mungkin dia bertanya tentang ku, jika ia bertanya bilang saja aku pergi shopping" ucap alice setelah mengambil kuncil yang di sodorkan oleh kepala pelayan itu
" baik nyonya" jawab nya patuh
Alice pun berjalan menuruni tangga. Ia bahkan tidak memperdulikan tatapan - tatapan sinis yang menyapa nya itu.
"Wow! Sesuai selera ku" ucap alice sambil tersenyum ketika ia melihat mobil mewah dengan tipe lexus LC bewarna putih yang sudah terparkir di depan rumah nya itu.
Sebelum menjalan kan mobil nya ia pun mengeluarkan sebuah handphone dari dalam tas nya dan menekan nomor seseorang untuk menghubungi nya. Handphone dan tas tersebut di belikan oleh jessica sewaktu ia masih di rawat di rumah sakit
"Hallo, nona muda!" Ucap seseorang di sebrang yang langsung mengangkat nya saat dering pertama
"Satu jam setengah lagi aku akan sampai di sana, kau persiapkan saja semua nya. Aku tidak mau jika ada kesalahan sedikit pun, apa kau paham?" Ucap alice dengan dingin
"Baik nona!" Jawab seseorang di sebrang, setelah mendengar jawaban dari orang itu alice pun langsung mematikan sambungan panggilan tersebut dan melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh
"Paman kita akan segera bertemu" ucap alice dengan seringai yang mengerikan.
Bersambung...
**ayo siapa yang sudah tidak sabar melihat mba alice beraksi sebagai mafia 😅
__ADS_1
tunggu besok ya 🤗**