
Happy reading...
Semua mata menatap alice dengan tatapan tidak percaya bahkan Jessica saja juga menatap nya dengan mata terbelalak.
“k – kamu dasar tidak tau malu” ucap ruby dengan marah
Tapi alice membalas nya dengan senyuman saja
“seperti yang kau bilang tadi, tidak buruk juga menjadi seorang simpanan karena laki – laki itu tahu bagaimana cara nya memanjakan simpanan mereka. Bukan begitu, monic?” ucap alice sambil mengalih kan pandangan nya menatap ke arah monic yang berdiri di belakang ruby itu.
“suami ku benar – benar sangat memanjakan mu hingga membuat ku sampai begitu terispirasi tapi seperti nya kau perlu bekerja keras untuk melayani suami ku yang ‘tidak mampu’ itu” sambung alice bukan untuk memberi pujian tapi justru penghinaan
Semua orang mengalihkan pandangan nya pada monic setelah mendengar kata – kata dari alice. Beberapa dari mereka mengenal monic karena ia sangat terkenal di kalangan atas. semua orang tau jika monic sangat cocok untuk menjadi menantu ideal yang di idamkan keluarga scott.
Mereka tidak menduga jika monic tidak menjadi istri Alexander melainkan menjadi simpanan nya, bahkan di lihat dari pakaian mereka berdua saja sangat lah berbeda seperti langit dan bumi.
Beberapa orang memandang monic dengan tatapan aneh
“anna! Kau jangan coba memfitnah ku” ucap monic geram dengan alice karena ucapan nya itu lah membuat ia mendapat tatapan aneh dari orang – orang
“jika bukan karena kau yang membius tuan Alexander maka monic lah yang sekarang sudah menjadi istri sekaligus nyonya Alexander scott” sambung ruby membela monic
“namun pada akhir nya aku lah yang menjadi nyonya Alexander scott, meski aku sudah berselingkuh sekalipun tapi suami ku tidak mau menceraikan ku tuh” ucap alice sambil tersenyum.
“sebaiknya kau berhentilah mengangan – angankan suami orang” sambung alice dengan sengaja menekan kata 'suami orang'
“kamu!...” ucap monic dengan menggertak kan gigi nya sambil memelototi alice
Walaupun anna adalah istri sah Alexander namun pada akhir nya monic lah yang di sanjung sebagai nyonya Alexander scott, tapi hari ini ucapan alice berhasil menyadarkan orang lain bahwa monic hanya berangan - angan saja.
Monic bukan istri resmi Alexander tapi pamer dengan bangga nya sebagai ‘nyonya palsu’
“anna, kau sungguh sangat tidak tahu malu!” ucap ruby marah
Alice hanya mengibas – ngibaskan tangan nya saja seperti mengusir lalat, ia tidak ingin menanggapi ucapan mereka berdua.
“apa yang kau tunggu lagi? Cepat bungkus kan semua pakaian di toko ini!” ucap alice tidak sabaran pada penjaga toko yang masih diam memegang kartu hitam tersebut
“baik! Nyonya” jawab penjaga toko tersebut yang langsung bergegas pergi
“anna, kau sangat boros menggunakan uang Alexander. Apakah kau tidak takut jika Alexander akan marah” ucap monic sambil menahan gemuruh di dalam hati nya saat ia menyadari black card yang berada di tangan penjaga toko itu memang benar milik Alexander
“nona monic, ini adalah uang suami ku. jadi apa peduli mu! Terserah aku donk mau menghabiskan nya atau tidak, itu terserah aku.” Cibir alice
__ADS_1
“kau tidak perlu takut aku akan menghabis kan nya, tenang saja suami ku itu kaya tujuh turunan sehingga tidak akan kekurangan uang untuk mu” sambung alice
Ucapan alice berhasil membuat semua orang tidak bisa berkata – kata.
Mana ada seorang wanita yang terima jika suami nya mengirimkan uang pada wanita lain!
“ayo monic kita pergi dari sini, jangan membuang waktu berharga kita untuk meladeni wanita gila itu” ucap ruby gusar sambil menarik tangan monic keluar dari toko tersebut
Di dalam hati monic, ia tidak bisa menerima kekalahan begitu saja dari alice tapi ia tau jika semakin lama ia menghadapi wanita itu maka bukan diri nya lah yang mempermalukan alice tapi justru dirinya lah yang di permalukan oleh alice.
Jessica tidak bisa menahan senyum lebar di bibir nya atas kemenangan alice karena bisa melawan wanita – wanita ular itu Di tambah lagi alice dengan murah hati nya membayar semua pakaian mahal nya.
Karena mereka sudah bertekad dari awal untuk membuat Alexander bangkrut.
...……...
*perusahaan ScottCompany
Terlihat Sosok laki – laki tampan sedang fokus dengan pekerjaan nya tanpa peduli dengan apa yang terjadi di luar.
keDua asissten nya berdiri di sebelah karena sedang menunggu dokumen yang sedang di periksa itu. Mereka berdua saling pandang dengan gelisah, pria dan wanita itu saling menyikut satu sama lain sambil berbisik dengan nada rendah.
“kau saja yang beritahu” bisik asissten Alexander yang perempuan bernama siska itu
“aku juga tidak berani, di mana nona monic?” tanya siska masih dengan berbisik
“dia belum kembali” jawab ryan
Suara keras dokumen yang di tutup itu pun langsung membuat kedua asissten yang tengah saling berbisik itu tersentak lalu Alexander melempar dokumen yang sudah ia tanda tangani itu pada asissten nya
“apa kalian sudah selesai mengobrol nya? kalau kalian memiliki waktu senggang pergi ke gudang arsip dan jangan kembali sebelum kalian selesai memilah semua dokumen nya” ucap Alexander dengan dingin
“tuan… ada sesuatu yang ingin kami beritahukan” ucap siska sedikit ragu – ragu
“apa?” ucap Alexander sambil memeriksa dokumen lain
“ini tentang nyonya anna” ucap siska dengan cemas melihat reaksi Alexander
“ada apa dengan wanita itu?” tanya Alexander tanpa peduli
“lebih baik anda melihat nya sendiri” jawab siska yang segera mengeluarkan handphone nya dan memutar video alice yang sedang viral sebelum meletakkan handphone nya itu ke meja kerja Alexander
Alexander pun melirik video yang di putar itu. Ia mengangkat alis nya saat melihat alice berada dalam video tersebut. Wajah alice yang tanpa polesan make up sedikit pun membuat nya terlihat cantik alami.
__ADS_1
Pandangan Alexander terpaku pada bibir alice dan mata biru nya yang sangat mempesona di mata nya itu. Ia bahkan tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari wajah alice walau sedetik pun.
Raut wajah Alexander seketika langsung berubah tanpa ekspresi saat mendengar ucapan alice “kau benar sekali! Suami ku itu sangat tidak memuaskan dan justru cenderung pelit untuk membiayai istri nya sendiri, jadi tidak salah donk jika aku mencari laki – laki lain yang bisa memanjakan aku”
Dua asissten Alexander itu mulai merasa kan hawa gelap yang menyelimuti seluruh ruangan tersebut bahkan untuk bernafas saja mereka kesulitan saat video ucapan alice menggema di dalam ruangan tersebut.
Siska merutuki dirinya sendiri karena lupa mengecilkan volume handphone nya itu
“segera tarik berita ini dari media mana pun dan siapa pun yang menolak nya maka siap – siap saja menghadapi perusahaan scott” perintah Alexander dengan dingin saat video itu selesai
Siska dan ryan saling pandang dengan ekspresi heran 'kenapa tuan Alexander tidak marah?' batin mereka
Mereka berdua sangat lah mengenal sifat Alexander. laki - laki itu memiliki temperamen yang buruk apalagi jika ada seseorang yang menyinggung harga dirinya maka orang itu di pastikan tidak akan memiliki akhir yang baik.
tapi saat ini alice yang mereka kira adalah anna, nyonya alexander itu telah berani menyinggung harga diri nya bos mereka sebagai seorang laki - laki. bukan nya marah tapi bos mereka itu justru menyuruh mereka untuk menarik kembali berita tersebut dan tidak mengatakan sepatang kata pun tentang nyonya mereka itu seperti kalimat makian mungkin.
namun mereka hanya menyimpan nya dalam hati saja.
"baik! tuan alexander" jawab mereka serempak
"tunggu!" ucap alexander yang membuat kedua assisten itu menghentikan langkah kaki mereka untuk berjalan ke arah pintu
"ada apa tuan?" tanya ryan saat mereka sudah kembali berdiri di tempat mereka semula tadi
"di mana monic?" tanya alexander
untuk sekian detik kedua asissten alexander itu saling pandang lalu salah satu nya yang menjawab pertanyaan alexander
"nona monic seperti nya belum kembali dari kegiatan berbelanja nya, tuan" jawab siska
"berbelanja?" ucap alexander sambil menyipitkan mata nya dengan tajam
"iya tuan" ucap siska
"segera panggilkan dia!" perintah alexander dengan dingin
tepat di saat alexander selesai mengatakan kalimat tersebut, pintu ruangan alexander itu pun di ketuk dari luar sebelum sosok monic masuk dalam ruangan itu.
terlihat raut wajah monic berubah cemas saat melihat alexander dan dua asissten nya itu sedang menatap ke arah nya dengan berbagai macam tatapan.
**Bersambung...
jangan lupa tinggal kan jejak kalian agar author bisa lebih semangat untuk terus update episode berikut nya**.
__ADS_1