
Happy reading...
“jangan membuang tenaga mu dengan sia – sia hanya karena meladeni anjing gila itu” ucap alice dengan raut wajah tenang
“anna! Siapa yang kau panggil anjing gila, HAH!” bentak ruby dengan marah
Melihat ruby mengamuk membuat Jessica terhibur dan ia pun membiarkan alice yang menangani nya
“yang menggonggong itulah yang anjing gila!” jawab alice dengan ekspresi mengejek
“kau!...”ucap ruby sambil melayangkan tangan nya hendak menampar wajah alice namun dengan cepat alice menahan tangan ruby sebelum tangan itu mendarat di wajah nya
“kau ingin menampar ku? apa kau tidak takut aku akan menuntut mu karena melakukan penganiayaan dan kau akan di penjara paling lama dua tahun delapan bulan” ucap alice sambil mencekram tangan ruby yang hendak ia gunakan untuk menampar wajah alice
Jangan meremehkan alice tentang hukum karena dia adalah salah satu orang yang sudah menyandang status mahasiswa lulusan terbaik di Harvard dengan gelar magister.
Cita – cita nya dari dulu adalah menjadi seorang jaksa tapi sejak kematian ayah nya lantaran di bunuh, cita – cita itu hanya lah tinggal angan – angan nya saja. kini tujuan hidup nya hanya lah satu yaitu ingin membunuh hama – hama yang telah berani mengusik hidup nya.
bisa di bilang ia adalah seorang ketua mafia yang mengerti hukum, toh! Banyak juga di luar sana para penjahat ataupun koruptor yang memiliki banyak duit tetapi bisa bebas dari jerat nya hukum karena menyuap beberapa orang berpengaruh agar bisa lepas dari sanksi dan hukuman, bukan?.
‘di penjara? Tidak – tidak! Tenang Ruby wanita itu hanya menggertak mu saja’ batin nya meyakinkan diri
__ADS_1
“lagi pula kau tidak memiliki bukti untuk melapor kan ku!” ucap ruby dengan penuh percaya diri. Ia lupa jika saat ini banyak pasang mata yang melihat pertunjukkan nya itu
“bukti? Apa kau tidak lihat di belakang mu itu banyak saksi mata yang melihat pertunjukkan ini dan juga ada yang merekam nya! apa masih kurang jelas?” ucap alice sambil tersenyum meledek
Ruby pun mengalihkan pandangan nya menatap sekililing toko itu. Benar saja! Saat ini mereka menjadi pusat perhatian dan tontonan gratis bagi banyak orang.
"kalo pun kau bisa menyuap seseorang dengan uang mu itu agar bisa bebas dari hukuman tapi kau pasti tidak ingin imej keluarga mu di pandang buruk kan? hanya karena menampar wajah 'istri alexander scott' ? " sambung Alice dengan menekan kata 'istri alexandet scott' sambil melepas kan tangan ruby dengan kasar
ruby menggertak kan gigi nya karena menahan kemarahan nya namun ia tidak tinggal diam saja walaupun diri nya tidak bisa menampar wajah alice di saat itu juga tapi ia mengganti nya dengan terus menghina alice di depan semua orang.
"melihat mu masuk ke mall ini tampak nya kau sudah menemukan pria kaya lain nya yang bisa membayar p*l*cur seperti mu, tidak buruk juga menjadi simpanan karena menghasil kan banyak uang" cibir ruby saat mata nya melihat kartu hitam tanpa limit yang tadi di serahkan alice pada penjaga toko itu
...........
maria terlihat menggepal kan kedua tangan nya dengan sekuat tenaga menahan kemarahan nya ketika melihat bos nya tanpa henti di hina oleh wanita sialan itu.
"apa kita masih harus tinggal diam saja di sini?" tanya maria pada rekan nya itu
"bersabarlah!" ucap dave menenangkan maria
"berapa lama lagi kita harus bersabar di sini? tangan ku sudah gatal ingin menghajar perempuan sialan itu!" tanya maria yang tidak sabaran
__ADS_1
"bukan hanya kau saja maria tapi aku juga!" jawab dave dengan wajah menahan kemarahan nya ketika tadi melihat ruby hendak menampar bos nya itu.
"aku yakin bos tidak akan tinggal diam saja, jadi kita harus diam dan bersabar! jika kita saat ini ke sana menghampiri bos bukan nya malah membantu tapi justru memberi masalah baru untuk bos alice" sambung dave berhasil membuat maria yang tadi ingin mengajukan protes langsung terdiam nampak membenarkan ucapan rekan nya itu.
...........
alice tidak marah ia justru mengibaskan rambut panjang nya dengan ekspresi genit dan bola mata biru nya berkilau nakal saat ia membalas ruby.
"kau benar sekali! suami ku itu tidak memuaskan dan justru cenderung pelit untuk membiayai istri nya sendiri, jadi tidak salah donk jika aku mencari laki - laki lain yang bisa memanjakan aku" ucap alice santai
keheningan pun jatuh di toko itu begitu alice menyelesai kan kalimat nya. semua orang menatap nya dengan ekspresi menganga.
tidak ada seorang istri pun yang berani mengakui perselingkuhan nya secara terang - terangan dan bahkan sampai menjelek - jelekkan suami nya sendiri, apalagi suami nya adalah seorang alexander scott.
semua wanita di negara ini berlomba - lomba untuk bisa menjadi wanita milik alexander bahkan mereka rela menjadi simpanan sekalipun tetapi wanita yang beruntung menjadi istri alexander itu justru menjelek - jelekan nya.
semua orang yang menyaksikan pertunjukkan itu pun langsung menatap alice dengan tatapan tidak percaya bahkan jessica saja menatap nya dengan mata yang terbelalak
"ka - kamu dasar tidak tahu malu!" ucap ruby mengutuk alice dengan marah
Bersambung...
__ADS_1