Istriku Seorang Bos Mafia

Istriku Seorang Bos Mafia
Episode 23


__ADS_3

Happy reading...


"ambil air dan siram dia!" titah alice dengan raut wajah datar setelah menghempaskan kembali tubuh nya di sofa seraya menyilangkan kaki nya


"baik bos" jawab salah satu anak buah alice yang langsung bergegas menjalankan perintah bos nya itu


Byur!


"mmppfhh... apa yang kau lakukan?" ucap jastin yang sudah sadar dari pingsan nya


"bagaimana? apa sudah puas tidur nya?" tanya alice dengan raut wajah dingin


jastin tidak langsung menjawab nya, ketika sepintas dalam ingatan nya bagaimana wanita di depan nya itu menghajar nya habis - habisan bahkan rasa sakit dan juga nyeri bekas pukulan nya tadi saja pun terasa sangat menyakit kan di sekujur tubuh nya.


bagaimana cara nya hanya seorang wanita memiliki tenaga yang seberingas dan sebrutal ini? apakah dia benar - benar wanita? pikir nya.


"bukan kah sudah ku peringat kan pada mu untuk tidak membuat masalah dengan ku?" ujar alice sambil berjalan mendekati jastin


"tapi seperti nya Peringatan yang ku beri pada mu hanya sebagai angin lewat saja, benar kan?" sambung alice membuat jastin ketakutan


"alice, tolong jangan bunuh aku. aku janji tidak akan membuat masalah lagi dengan mu" ucap jastin memohon pada alice


"simpan saja janji mu itu jastin, itu sudah tidak berlaku lagi" ucap alice


"alice, aku ini paman mu seharus nya kau menghormati orang yang lebih tua dari mu" ucap jastin dengan marah saat ia sudah rela menjatuh kan harga diri nya dengan memohon pada wanita muda di depan nya itu bukan nya menerima permohonan nya tapi malah justru menginjak - injak harga diri nya


"paman? menghormati mu? aku?. apa aku tidak salah dengar?" ucap alice seraya tersenyum mengejek


"apa kau lupa? baru saja beberapa menit yang lalu kau bilang 'sialan! berhenti lah memanggil ku paman. aku bukan paman mu' begitu yang kau bilang. apa sekarang kau sudah mengingat nya?" sambung alice dengan mengulang ucapan yang sebelum nya di ucap kan oleh jastin itu sambil menirukan cara bicara nya


"bisakah kita lupakan saja masalah itu...."

__ADS_1


"apa kau bilang, lupakan? enak sekali ucapan mu itu. kau tau berapa kerugian yang ku dapat karena ulah mu itu HAH!" ucap alice dengan nada meninggi


"mike!" panggil alice kepada sang asissten


mike yang merasa nama nya di panggil itu pun langsung berjalan menghampiri bos nya itu lalu ia menyerahkan sebuah map yang berisi dokumen - dokumen yang sebelum nya telah ia siapkan untuk di serahkan kepada sang bos.


"ini nona" ucap mike


"kau menyuruh seseorang untuk membakar dua hotel milik ku di waktu yang bersamaan. kau tau berapa nominal kerugian ku itu? miliaran bahkan sudah sampai triliunan!" ucap alice sambil melempar dokumen itu sampai mengenai wajah jastin


"dan dengan seenak jidat mu itu kau bilang lupakan?" sambung alice dengan berapi - api


kali ini jastin tidak bisa mengelak karena semua yang di ucap kan oleh alice memang benar ada nya. ia memang menyuruh orang untuk membakar dua hotel yang terkenal di kota B itu lantaran iri melihat kesuksesan wiston yang notabane nya adalah saudara nya walaupun mereka berdua lahir berbeda ibu. jastin adalah anak yang lahir dari pernikahan sah sedangkan wiston lahir dari hasil hubungan gelap.


"tapi tidak masalah, kau sudah mengganti nya dengan perusahaan milik mu itu" ucap alice sambil tersenyum manis


"apa maksud mu? kau apakan perusahaan ku?"


"dan kau lihat tanda tangan ini, itu adalah tanda tangan mu, kan?" sambung alice


"tidak mungkin! itu pasti sudah di rekayasa" ucap jastin dengan marah


"itu tidak di rekayasa jastin tapi kau lah yang sudah menanda tangani nya walaupun bisa ku bilang kau saja yang tidak teliti telah memakan umpan ku karena sibuk bermain dengan j*l*ng mu itu" ucap alice dengan wajah dingin


"sampai mati pun aku tidak akan menyerahkan perusahaan ku itu pada mu" ucap jastin dengan lantang


"kau sama saja seperti ayah mu wiston sama - sama rendahan" sambung nya


mendengar nama sang ayah di sebut membuat gejolak amarah alice kembali bangkit


"kalo begitu kau mati saja" ucap alice yang sudah siap menarik pelatuk pistol nya

__ADS_1


"alice,,,


**Dor!


Dor!


Dor**!


alice menembak jastin tiga kali sampai tubuh laki - laki itu tidak bernyawa lagi.


"mike, lisa" panggil alice pada kedua tangan kanan nya itu setelah ia selesai menembak jastin


"iya nona!" jawab mereka berdua serempak


"hilangkan semua jejak dan jangan sampai ada yang tertinggal sedikit pun" perintah alice dengan wajah datar


"baik nona" jawab kedua nya serempak


"nona, tidak ikut pulang ke kota B?" tanya mike yang menghentikan langkah alice


"misi ku di sini belum selesai kan? bagaimana aku bisa pergi begitu saja?" ucap alice sambil berjalan menuju mobil nya


"tapi nona..." ucap lisa yang kali ini membuka suara nya


"kalian tidak usah khawatir, aku hanya butuh waktu 1 bulan di sini untuk menyelesaikan misi ku setelah semua selesai aku akan segera kembali ke kota B" ucap alice


"baik nona" jawab lisa


Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak😊

__ADS_1


__ADS_2