Istriku Seorang Bos Mafia

Istriku Seorang Bos Mafia
Episode 31


__ADS_3

Happy reading...


Sementara di kamar Alexander tampak menyunggingkan seringai di wajah tampan nya itu, ia sama sekali tidak terpengaruh dengan ancaman alice.


Wajah ketakutan alice di saat terpojok sebelum melarikan diri itu terekam dalam ingatan.


Menarik! Batin alexander sambil menyentuh bibir nya dan tersenyum tipis


Kini kucing liar itu sudah ia tandai sebagai ‘milik’ nya yang tidak boleh di sentuh oleh laki – laki mana pun kecuali diri nya.


Tok… tok… tok


“tuan…” ucap kepala pelayan yang sekali lagi memanggil nya sambil di iringi ketukan pintu


“Cih! mengganggu saja” gumam Alexander berdecak kesal, jika saja bukan karena gangguan ini maka sekarang ia pasti sudah berhasil ‘memakan’ istri nya itu


Tok… tok… tok…


“tuan, nyonya terus saja menelpon” ucap kepala pelayan lagi yang semakin mendesak


Alexander pun bangun dari lantai sambil merapikan kemeja nya yang kusut dan dengan kesal ia pun membuka pintu kamar tersebut


“maafkan saya, tuan. Karena telah mengganggu anda tetapi nyonya Margaret terus saja menalpon” ucap kepala pelayan dengan ketakutan saat Alexander menatap nya dengan tatapan tajam sambil menyerahkan telpon rumah tanpa kabel itu pada Alexander


“katakan pada ibu ku, aku sibuk nanti aku akan menelpon nya!” ucap Alexander datar tanpa berniat mengambil telpon dari kepala pelayan dan setelah mengatakan kalimat tersebut ia pun pergi ke kamar lain untuk mandi mendingin kan tubuh nya yang masih sangat bergairah tersebut


...……...


Sedangkan di tempat yang berbeda terlihat seorang laki – laki tengah duduk santai sambil di temani oleh kedua wanita seksi di kanan dan kiri nya.


Laki –laki itu adalah leon barisov, saat ini ia sedang berada di ruangan khusus VVIP bersama kedua teman nya di sebuah hiburan malam yang terkenal di Russia.


Ketika mereka sedang asik bermain dengan para wanita – wanita j*l*ng, tiba - tiba pintu ruangan yang mereka tempati terbuka


 “boss,,,” panggil seseorang dengan nafas yang terengah – engah usai berlari


“ada apa?” tanya leon yang masih dengan posisi merangkul wanita - wanita di samping nya


“no – nona lea” ucap nya dengan terbata – bata


“kenapa dengan adik ku?” tanya leon lagi dengan santai

__ADS_1


“nona lea dan tuan jastin telah di bunuh” jawab nya


“Apa maksud mu?”


“saya tadi mendapatkan info dari seorang pengawal yang berhasil selamat saat villa tuan jastin di serang  oleh orang – orang berpakaian jaz hitam. semua para pengawal yang berjaga di villa tersebut sudah di bunuh termasuk tuan jastin dan nona lea” jelas nya dengan gugup


“cepat selidiki siapa meraka yang sudah membunuh adikku!” perintah leon


“baik bos” jawab anak buah leon yang langsung pergi


“berani sekali mereka membunuh keluarga barisov? aku akan membuat mereka membayar nya dengan nyawa mereka sendiri” gumam leon dengan tangan terkepal kuat


...….....


Setelah mengintip dari celah pintu, akhir nya alice berani keluar dari kamar mandi saat ia tidak melihat keberadaan Alexander di kamar itu. hanya ada beberapa pelayan yang sedang mengangkut barang – barang belanjaan nya tadi.


Para pelayan itu pun mengalihkan pandangan nya saat melihat alice keluar dari kamar mandi. Tatapan merendah kan sekaligus jijik menyambut alice ketika tanda bercak mereh di leher nya terlihat jelas di mata para pelayan itu


“berhenti, pindahkan semua nya” ucap alice menghentikan para pelayan yang sibuk merapikan semua pakaian dalam paperbag belanjaan nya


Para pelayan pun terlihat saling tatap satu sama lain karena mereka bingung dengan perintah alice


“pindahkan ke kamar lain” ucap alice dengan datar


“apa anda ingin pindah ke kamar lain? Tapi kenapa?” tanya pelayan itu lagi


“saya bilang pindah ya pindah! Apa saya harus bilang alasan nya pada kalian? Tugas kalian hanya menjalankan perintah saya sebagai majikan kalian!” bentak alice dengan tatapan tajam


Pelayan itu pun tersinggung saat alice membentak nya sambil menggertak kan gigi, pelayan itu mengangkat dagu nya dan menatap alice dengan sombong


“nyonya anna, anda seharus nya menyadari posisi anda di rumah ini, jadi jangan memerintah kan kami seenak nya. asal anda tau kami ini sudah lama bekerja di kediaman ini bahkan nona monic saja memperlakukan kami dengan hormat. Jika bukan karena kelicikan anda maka yang akan menjadi nyonya rumah ini adalah nona monic” ucap pelayan itu dengan sombong


“siapa nama mu?” tanya alice dengan dingin ketika ia sudah berdiri di depan pelayan itu


“rosi, saya sudah 3 tahun lama nya bekerja di rumah ini” jawab pelayan itu yang bernama rosi sambil mengangkat dagu nya dengan bangga, ia sama sekali tidak takut dengan anna.


Rosi adalah seorang pelayan yang di pekerjakan khusus oleh nyonya Margaret juga monic untuk mematai dan menggertak anna di rumah ini


Plak!


Sebuah tamparan keras berhasil mendarat dengan mulus di wajah rosi hingga membuat para pelayan lain terkejut melihat nya

__ADS_1


“berani sekali seorang pelayan rendahan seperti mu bersikap sombong dan sok mengajari ku yang berstatus majikan mu, ha!. Ku rasa keluarga scott sudah terlalu memanjakan wanita tidak tau diri ini sehingga dia lupa posisi nya sendiri yang hanya seorang pelayan rendahan” ucap alice yang mulai tersulut emosi dan menekan setiap kata nya


“kau .…” ucap rosi marah lalu mengangkat tangan nya hendak membalas menampar balik alice


namun sayang nya alice terlebih dulu menangkap tangan nya itu


“dasar pelayan rendahan! Berani sekali kau mengangkat tangan mu di depan ku, kau mau menampar ku? kau pikir siapa diri mu? Apa aku perlu mengingat kan mu lagi tentang posisi mu itu?” ucap alice


“dasar pelayan tidak tau sopan santun!” sambung alice dan …


Plak!


Alice kembali menampar wajah rosi di sisi lain dengan” sangat keras sampai tubuh rosi tersungkur ke lantai


“anna!...” ucap rosi dengan menggeram marah. Rasa sakit di pipi nya sangat lah menyengat, ia pun menatap kearah alice dengan tatapan penuh kebencian


“kau akan menyesal, anna!” sambung nya sambil menggertakan gigi nya, ia sungguh sangat malu dan juga marah karena di jatuhkan di depan pelayan lain


“kau pikir dirimu siapa bisa mengancam ku?” balas alice sambil menyilangkan tangan nya di depan dada dengan angkuh


Dia bukan lah anna yang lemah dan penakut tapi ia adalah alice wiston.


Hanya ancaman dari seorang pelayan rendahan yang bodoh? Oh, Ayo lah! ia tidak mungkin takut dengan hal sekecil itu, bisa saja ia melenyapkan wanita tidak sopan di depan nya ini sekarang juga seperti yang biasa ia lakukan tapi tidak untuk kali ini ia sangat penasaran apa yang akan wanita itu lakukan untuk membalas nya pasti sangat menyenangkan! Pikir nya


Begitulah Alice ia sangat menyukai bermain – main dengan emosi seseorang.


Para pelayan lain saling pandang dengan cemas dan juga takut saat melihat sikap alice yang sangat menyeramkan itu. meskipun mereka meremehkan anna tapi mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang sudah melampaui posisi mereka sebagai pelayan, tidak seperti rosi yang sangat kurang ajar.


“enyah kau dari sini dan jangan sampai aku melihat wajah mu lagi!” ucap alice dengan dingin


“anna, tunggu saja kau. Aku akan membalas nya!” ucap rosi dengan kilatan marah di mata nya sambil mengelap sudut bibir nya yang mengeluarkan darah segar akibat tamparan alice dan bangkit dari lantai lalu ia bergegas pergi keluar dari kamar


“apa yang kalian tunggu? Cepat pindah kan semua barang nya!” ucap alice membentak para pelayan yang masih mematung itu


“ba – baik nyonya” jawab para pelayan serempak dan buru – buru memasukkan semua pakaian dan barang – barang yang tadi di beli alice ke dalam paperbag


Alice mengambil dan membawa salah satu pakaian ke kamar mandi untuk berganti pakaian


**Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya** :)

__ADS_1


__ADS_2