
WARNING!!!
**Episode ini mengandung adegan dewasa di harapkan para pembaca yang di bawah umur untuk tidak membaca nya. makasih :)
Happy reading**...
Saat sedang mengeringkan tubuh nya dengan handuk, alice baru saja teringat jika ia lupa membawa pakaian ganti. Ia pun membalut tubuh nya dengan handuk dan membuka kamar mandi
Brukk!
“aduh! Siapa sih” ucap alice kesal saat tubuh nya tanpa sengaja menabrak seseorang di depan pintu kamar mandi dan hampir terpeleset di karena kan lantai licin
Untung saja tubuh nya tidak langsung jatuh ke lantai jika sebuah tangan kekar tidak meraih pinggang nya. alice tertarik ke depan dan wajah nya di benamkan di dada bidang yang terlihat sangat atletis itu.
Alice pun mendongak kan kepala nya untuk melihat siapa orang yang berdiri di depan pintu kamar mandi tersebut, seketika tubuh nya langsung menegang saat mata nya bertatapan dengan sepasang mata dari laki – laki yang hari ini telah ia kuras isi kartu kredit nya. ya siapa lagi kalo bukan Alexander.
Alexander menatap gadis mungil dalam pelukan nya itu. mata laki – laki itu langsung menggelap saat melihat benda kenyal alice terpampang polos dan menekan dada bidang nya, sedangkan tubuh alice yang setengah basah mengeluarkan aroma harum bunga sakura.
Tiba – tiba tenggorokan nya kering dan suhu tubuh nya mendadak menjadi panas
Alice tersentak saat menyadari tatapan Alexander yang membuat bulu kuduk nya merinding ia pun segera mendorong tubuh Alexander lalu berlari masuk kembali ke dalam kamar mandi namun saat ia ingin menutup pintu kamar mandi Alexander dengan cepat menahan nya dengan tangan nya
Oh ****! Tenang lah alice… tenang… batin alice saat Alexander berhasil membuka pintu kamar mandi
“nyonya Alexander scott, tidak kah berutang penjelasan pada ku?” tanya Alexander yang sudah berdiri tepat di hadapan alice dengan tangan yang bersedekap di dada
“penjelasan? Apa maksud mu?” tanya balik alice dengan mata menyipit tajam
“anna, bukankah siang tadi kau sudah menyebar kan rumor bahwa aku ‘tidak mampu’ di atas ranjang?” ucap Alexander
“bukankah itu benar? Oh, jangan bilang monic benar – benar datang pada mu untuk memastikan apa kau benar benar – benar ‘tidak mampu’?” ucap alice
“baiklah, kau benar! kau sangat mampu tuan Alexander. Jadi seharus nya kau lebih baik mencari monic untuk membuktikan nya” sambung alice dengan senyum sinis di bibir nya.
Sungguh istri nya ini sangatlah murah hati sampai mendorong nya pada wanita lain! Pikir alexander
“kenapa aku harus mencari wanita lain di saat istri ku sendiri bisa melakukan nya?” ucap Alexander dengan seringai dingin nya
Mendengar ucapan Alexander membuat alice merinding
“Menyingkir lah dari hadapan ku!” tegas alice sambil memegang handuk menahan nya agar tidak jatuh
__ADS_1
“bagaimana kalau aku tidak mau?” tantang Alexander sambil berjalan mendekat ke arah alice
“ouh,,, apa kau tidak kasihan dengan nasib masa depan mu gara – gara tendangan ku kemarin malam?” ucap alice tidak mau kalah sambil melirik ke bawah milik Alexander sambil terus berjalan mundur
“ah! Jangan – jangan sekarang sudah tidak berfungsi lagi” sambung alice yang terdengar meremehkan di telinga Alexander
walau pun sebenar nya ia sangat terkejut dengan ucapan nya sendiri yang tanpa sadar mengucap kan kalimat yang seharus nya tidak ia ucapkan di saat kondisi nya dalam posisi tidak menguntung kan
sial!
“apa kau takut, istri ku? kau tenang saja kita akan membuktikan nya sama – sama apa milik ku ini sudah tidak berfungsi lagi dan apakah aku tidak mampu memuaskan mu di ranjang ” ucap alexander dengan seringai nya dan sambil merapat kan tubuh nya pada alice ke dinding
“dengar Alexander, aku bukan ist-“ ucapan alice terhenti saat alexander mulai mencium bibir alice
Bibir montok yang sedari tadi menggoda nya itu dengan penuh gairah ia melahap nya dengan rakus.
Hal itu tentu saja membuat alice terkejut atas serangan tiba – tiba tersebut dengan refleks alice pun memukul dada Alexander agar segera melepaskan ciuman nya itu.
Bukan Alexander nama nya kalo tidak bisa membuat seorang wanita bertekuk lutut di hadapan nya. Alexander pun mengambil alih ke dua tangan alice dengan satu tangan nya lalu membawa nya ke atas kepala alice dan tangan satu nya lagi meraih tengkuk alice untuk memperdalam ciuman nya.
Tentu saja alice tidak tinggal diam begitu saja ia pun langsung mengangkat lutut nya ingin menendang ‘masa depan’ pria itu dengan sangat keras tapi Alexander terlebih dulu menahan paha alice sebelum kaki nya itu berhasil mendarat di bagian ‘masa depan’ laki –laki itu.
“dasar mesu –“ lagi dan lagi alice tidak bisa menyelesaikan kalimat nya ketika Alexander kembali mencium nya dengan sangat penuh gairah
‘sialan! Dasar brengsek kau Alexander!’ batin alice yang saat ini tidak berdaya, percuma saja ia terus memberontak toh, tubuh nya sudah di kunci oleh laki – laki itu
Yang saat ini ia rasakan adalah napas hangat berbau mint memenuhi seluruh mulut nya
Mulut Alice tanpa sadar mengeluarkan ******* laknat sehingga membuat pria di depan nya itu semakin bersemangat, tangan Alexander dengan lihai mer*mas benda kenyal milik alice untuk sesaat alice terbuai dengan ciuman gairah dari pria itu.
Alice segera menggeleng kan kepala nya dan berusaha melepaskan bibir nya dari tawanan bibir Alexander
“Alexander, lepas kan aku dasar brengsek!” ucap alice yang masih terus memberontak
Karena mata Alexander sudah tertutupi oleh kabut gairah ia pun tidak mengindahkan ucapan alice bahkan ia semakin menekan ke dua tangan alice yang berada di atas kepala wanita itu dengan erat lalu mengejar bibir alice seperti ketagihan.
Wajah alice memerah dan napas nya mulai terengah – engah karena stok oksigen nya mulai menipis, ia terus menggelengkan kepala nya nya dengan kuat – kuat supaya ia tidak larut dalam ciuman gairah dari Alexander.
Alice menggertak kan gigi nya lalu menggigit dengan sangat kuat bibir kurang ajar dari pria yang telah lancang mencuri ciuman nya untuk yang ke dua kali itu
Alexander pun melepaskan bibir nya dengan nafas yang terengah –engah mata nya semakin berkabut ketika mata nya melihat wajah alice yang sangat menggairah kan itu.
__ADS_1
Wajah wanita itu memerah dan bibir nya bengkak akibat ciuman nya itu
“Alexander dasar bajing -!“ baru saja alice bisa bernapas lega dari mulut Alexander dan ingin memaki pria itu tetapi alexander justru membenamkan kepala nya di leher nya serta memberi kan beberapa jejak itu di lehernya
Refleks alice kembali mendesah karena merasakan sensasi yang menggelitik di tubuh nya, ia pun langsung menggigit dengan sangat kuat untuk mencegah ******* laknat itu karena itu akan semakin memancing insting Alexander.
Alexander tau jika wanita itu mencoba menahan ******* nya, tangan satu nya pun turun dan mer*mas benda kenyal itu dengan gemas sementara bibir nya terus mengisap dan menjilat leher alice
Alice terus menggertakan gigi di atas bibir nya itu menahan agar ia tidak terbuai dengan rangs*ngan dari Alexander
‘awas kau Alexander!’ batin alice yang hampir menangis
“tuan…” suara kepala pelayan terdengar dari luar di ikuti dengan suara ketukan pintu
Alexander tidak menghiraukan nya
“tuan, nyonya Margaret menelpon. Apa anda ingin menjawab telpon nya?” ucap kepala pelayan sambil terus – menerus mengetuk pintu dan itu sangat lah mengganggu aksi Alexander
Alexander mendengus kesal karena aktivitas nya di ganggu, ia pun menoleh kearah pintu
celah!
“apa yang di ingin kan ib –“
Bruk!
Alice dengan cepat mengambil kesempatan dari perhatian Alexander yang teralihkan itu lalu ia menendang perut pria itu dengan keras hingga tersungkur ke lantai
“akh!” geraman Alexander yang kesakitan
Alice pun segera menutup tubuh nya dengan handuk yang tadi ia pakai itu lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi
“Alexander scott sekali lagi kau mencoba menyentuh atau memperk*sa ku maka akan ku pasti kan kau akan menjadi pria impoten untuk selama nya!” ancam alice pada alexander sebelum ia menutup pintu kamar mandi itu dengan kencang
“si brengs*k itu” gumam alice yang bersandar di pintu kamar mandi dengan nafas yang masih terengah – engah sambil memegang dada nya yang berdebar kencang
‘kenapa jantung ku mendadak deg – degan begini’ batin alice yang tidak tau kenapa jantung nya tiba – tiba saja berdebar
Sementara di kamar Alexander tampak menyunggingkan seringai di wajah tampan nya itu, ia sama sekali tidak terpengaruh dengan ancaman alice.
Bersambung...
__ADS_1