Istriku Seorang Bos Mafia

Istriku Seorang Bos Mafia
Episode 29


__ADS_3

Happy reading...


"kau tidak perlu minta maaf, cukup berhenti dari pekerjaan mu karena masih banyak orang yang lebih displin dan kompeten di perusahaan ini" ucap alexander dengan datar


“Alex, aku sudah bekerja keras untuk bisa bekerja di perusahaan mu lalu sekarang kamu malah memecat ku seperti ini? Apalagi setelah apa yang di lakukan oleh istri mu itu”  ucap monic karena terkejut mendengar ucapan Alexander yang ingin memecat nya itu.


‘dasar bermuka dua!’ batin siska mencibir monic


“kau sedang mengancam ku?” tanya Alexander dengan dingin menatap kearah monic


“ti – tidak! Bukan begitu maksud ku, alex” ucap monic buru – buru membela diri


“aku hanya takut saja. Begitu berita aku di pecat ini menyebar setelah insiden kejadian tadi maka orang lain akan mengira bahwa aku benar – benar adalah simpanan mu” jelas monic sambil mengeluarkan air mata palsu


“kau jangan khawatir kan itu, aku sudah menarik semua berita itu dan aku tidak memecat mu tapi kau sendiri lah yang harus mengundur kan diri sebelum aku benar – benar memecat mu!” ucap Alexander tidak sabaran


Monic tersedak liur nya sendiri saat mendengar ucapan Alexander. Ia bahkan sampai tidak bisa berkata – kata lagi dan berpikir kenapa Alexander tidak marah pada anna karena sudah memfitnah nya tapi justru malah marah dengan nya?


“alex…” panggil monic namun Alexander justru membuka dokumen kerja nya karena ia tidak ingin lagi mendengar ucapan dari monic


“nona monic, tuan Alexander sedang sibuk. Mari saya antarkan keluar” ucap siska yang secara tidak langsung mengusir monic tapi secara lembut


Di dalam hati nya ia merasa sangat senang karena monic sudah di pecat.


Sedangkan monic menggertakkan gigi nya, ia tau tidak ada guna nya jika terus memohon pada Alexander semakin ia melakukan itu maka Alexander justru semakin membenci nya.


“baiklah, alex. Ku harap kamu bisa menegur anna karena aku tidak ingin nama baik ku di rusak oleh nya, jika tidak? Aku akan menuntut nya atas pencemaran nama baik” ucap monic sebelum ia berjalan ke luar dari ruangan Alexander

__ADS_1


“aku tau” ucap Alexander acuh tak acuh


Setelah semua orang keluar dari ruangan nya, Alexander pun menghentikan pekerjaan nya. ia pun melonggarkan dasi nya.


Ting!


Sebuah notifikasi muncul di layar handphone Alexander, sudut bibir Alexander terangkat saat melihat deretan pesan masuk yang memberitahukan pengeluaran kartu kredit nya. ia pun memijit pangkal hidung nya.


menurut alexander, anna adalah istri pembuat masalah terbesar yang pernah ia temui. bukan hanya tentang masalah menyebar rumor buruk mengenai dirinya dan monic tapi juga sangat berani menghabis kan semua uang di kartu kredit nya itu


"sekarang mulai berubah menjadi nakal ya. mmm,,, baiklah seperti nya aku perlu memberi hukuman untuk kucing liar ini" gumam alexander dengan seringai yang penuh arti sambil melepaskan kancing atas baju nya


...........


Ketika hari mulai menjelang sore, Alice baru saja tiba di rumah Alexander. Karena merasa lelah Ia pun menghempas kan tubuh nya di sofa empuk yang berada di ruang tamu itu.


Alice menyadari tatapan menghina di mata para pelayan itu yang melihat perilaku nya yang tidak anggun dan tidak sopan. oh ayo lah! dia baru saja sampai di rumah setelah seharian sibuk dengan pekerjaan nya yang sangat menguras energi dan juga pikiran, belum lagi tubuh nya yang sangat letih dan sekarang kalian ingin mencari masalah dengan nya?


Uh, sungguh Memuakkan!


“apa yang kalian lihat, cepat bawakan semua barang belanjaan ku itu ke kamar!” perintah alice dengan ketus


Ada banyak paperbag - paperbag belanjaan yang di antar oleh pihak mall, sangking banyak nya barang tersebut hampir memenuhi seluruh ruang tamu.


Tatapan iri dan dengki dari para pelayan itu tertuju pada alice ketika mereka melihat banyak nya paperbag – paperbag belanjaan tersebut berasal dari logo – logo merek terkenal dan juga mahal pasti nya!


Mereka pun menjalan kan perintah alice walaupun dengan setengah hati sehingga mereka bergerak dengan lambat mengangkut barang – barang tersebut.

__ADS_1


Alice belum memberi pelajaran kepada para pelayan yang tidak menghormati nya sama sekali itu sebagai majikan mereka, melihat mereka yang terang – terangan bersikap tidak ikhlas untuk menjalankan perintah nya itu membuat ia ingin sekali meluapkan amarah nya itu


tapi seperti nya tidak untuk hari ini, jujur saja saat ini tubuh nya terlalu lelah hingga tidak bisa memberi mereka pelajaran. Ia pun menghabiskan segelas air lalu beranjak dari duduk nya


“kepala pelayan, tolong awasi barang – barang ku jangan sampai ada seokor tikus pun yang berani mencuri nya” perintah alice kepada kepala pelayan yang secara tidak langsung memberi peringatan kepada para pelayan


“baik nyonya!” jawab kepala pelayan dengan hormat


Setelah mendengar jawaban dari kepala pelayan, ia pun naik ke lantai dua di mana kamar nya berada


...……...


Sore ini Alexander pulang lebih cepat dari biasa nya, begitu melihat alexander masuk mereka pun buru – buru meninggal kan pekerjaan dan segera berdandan rapi untuk menyambut sang majikan dengan senyum manis berharap bisa mendapat sedikit perhatian dari alexander


“selamat datang tuan muda” ucap para pelayan


Tatapan Alexander tertuju pada kantung – kantung belanjaan yang hampir memenuhi seluruh ruang tamu itu, sudut bibir nya terangkat membentuk garis tipis dengan ekspresi wajah dingin nya


Para pelayan pun saling pandang dengan seringai di wajah mereka masing - masing, mereka pikir Alexander akan memarahi anna karena telah menghambur – hamburkan uang tapi seperti nya pikiran mereka salah!


“di mana anna?” tanya Alexander pada kepala pelayan


“nyonya berada di kamar nya untuk istirahat, tuan” jawab kepala pelayan


Tanpa mengucap kan sepatah kata pun ia langsung naik ke lantai dua dengan wajah dingin sambil melepaskan kancing kemeja atas nya satu per satu. Tanpa ada seorang pun yang menyadari jika seulas seringai tampak di wajah tampan nya itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2