
happy reading...
Di kamar mandi, Alexander terdiam saat melihat pantulan bayangan nya di cermin wastafel. Ia melihat bibir bawah nya yang terluka, di sana masih terlihat bekas deretan gigitan kecil dari alice. Ia tersenyum ketika melihat nya.
Setelah selesai ia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya
“tuan, kepala pelayan menyuruh saya untuk memberikan pakaian yang anda minta sebelum nya” ucap rosi sambil menundukkan kepala nya untuk menutupi rona merah di pipi nya karena melihat tubuh Alexander yang setengah telanjang itu
Sesekali rosi melirik diam – diam tubuh atletis Alexander yang sangat ia kagumi itu. Perut kotak – kotak milik Alexander membuat rosi terpesona untuk sesaat.
“letak kan pakaian ku itu di ranjang dan pergilah” ucap Alexander dengan dingin
Rosi segera tersadar dari lamunan nya saat mendengar suara Alexander yang dingin, gara – gara terpesona dengan tubuh Alexander membuat ia lupa akan tujuan nya datang ke kamar tuan nya itu
“tuan, ada yang ingin saya sampaikan pada anda. Ini tentang nyonya anna” ucap rosi dengan ragu – ragu
“katakan!” ucap Alexander sambil mengerutkan kening nya
“saya tidak tau apa yang salah dengan nyonya, tiba – tiba saja nyonya ingin pindah kamar dan menyuruh kami memindahkan semua barang – barang nya, saat saya ingin bertanya apakah perlu meminta izin pada anda tapi nyonya…” ucap rosi dengan memasang wajah menyedihkan di depan Alexander sambil terisak memegang kedua pipi nya yang mulai membengkak
“nyonya tiba – tiba menampar saya dengan sangat keras lalu mengatakan dia tidak butuh izin anda untuk apa yang ingin dia lakukan” ucap rosi sambil mengeluarkan air mata palsu nya dan mengeluarkan isakan kecil untuk membuat nya terlihat menyedihkan
“jadi kau mengadukan istri ku padaku, begitu?” tanya Alexander dingin
Rosi pun segera mendongak kan kepala nya menatap ke arah Alexander dengan ragu –ragu
“t – tuan, saya adalah pelayan yang di kirim oleh nyonya Margaret untuk melayani anda. Tuan tolong berikan keadilan pada saya. Keluarga saya sudah lima puluh tahun melayani keluarga scott” ucap rosi dengan berlutut sambil menangis di depan Alexander
__ADS_1
“kau hanya seorang pelayan tapi berani mengeluhkan tindakan majikan mu? Kau pikir kau siapa?” bentak Alexander ia sangat tidak suka jika mendengar suara orang yang menangis
Rosi pun panik, reaksi Alexander tidak seperti yang ia harapkan. Ia bahkan tidak mengira jika tuan nya akan membela wanita itu
Raut wajah Alexander berubah sangat dingin
Ia bahkan tidak menduga jika seorang pelayan berani merendahkan istrinya, walaupun dirinya selalu bersikap acuh tak acuh pada sang istri bukan berarti orang lain bisa meremehkan istri nya.
“kepala pelayan! cepat Datang ke kamar ku sekarang juga!” ucap Alexander memanggil kepala pelayan melalui alat komunikasi tanpa kabel atau intercom
“tu – tuan…” ucap rosi terbata – bata sambil menatap kearah Alexander
Tapi Alexander tidak menghiraukan nya, laki – laki itu malah mengambil posisi duduk di sofa untuk menunggu kepala pelayan datang.
Sedangkan rosi berlutut di lantai dengan kepala menunduduk, cemas. Ia bahkan tidak berani menatap Alexander yang sedang menatap nya dengan tatapan tajam tersebut.
Tidak lama kemudian kepala pelayan datang dan ia melihat dengan tatapan bingung kearah rosi yang sudah dalam posisi berlutut di lantai.
“kepala pelayan sudah berapa lama kau bekerja di rumah ku ini?” tanya Alexander dengan menyilangkan tangan nya di dada sambil menatap tajam kearah kepala pelayan
“delapan tahun, tuan” jawab kepala pelayan dengan ketakutan saat Alexander menatap nya dengan tajam
“bagaimana bisa kau membiarkan seorang pelayan rendahan meremehkan nyonya rumah ini dan ingin mengadu dombakan hubungan aku dan istri ku?” ucap Alexander dengan dingin
Kepala pelayan yang bernama tom itu langsung menatap rosi dengan tatapan tajam. Ia tidak tau jika pelayan lain sering meremehkan anna sebagai nyonya rumah ini tapi ia tau jika rosi kerap kali berkata buruk tentang anna dan juga sifat nya sangat sombong walaupun ia hanya seorang pelayan yang bekerja di rumah ini.
Tom tidak berani menghukum nya walau ia ingin karena rosi merupakan pelayan yang di kirim khusus oleh Margaret.
__ADS_1
Ia bahkan tidak menyangka jika rosi akan bertindak sejauh ini
“tuan, maaf kan saya karena teledor…” ucap tom dengan menyesal tanpa membuat alasan untuk membela diri
“saya akan mengirim nya kembali ke kediaman scott” lanjut nya
“siapa yang menyuruh mu untuk mengirim nya kembali kesana?” ucap Alexander dingin
“tapi rosi adalah pelayan yang di kirim khusus oleh nyonya besar tuan” ucap tom
“kepala pelayan, kau jangan lupa ini adalah rumah ku. hukuman berlaku untuk semua orang yang bekerja di sini tanpa terkecuali!” ucap Alexander
Mendengar ucapan dingin dari majikan nya itu membuat rosi takut, ia pun buru – buru merangkak di bawah kaki Alexander
“tuan, tolong jangan pecat saya tuan” ucap nya memohon di bawah kaki Alexander dengan panik
Jika ia di pecat karena menyinggung Alexander maka itu akan membuat orang tua nya juga ikut kena imbas nya.
“tuan, ku mohon jangan pecat saya! Nyonya benar - benar memukul saya, tuan. Saya tidak berbohong!” sambung rosi sambil menangis
Alexander paling benci melihat orang lain menangis di hadapan nya, ia pun memerintah kan kepala pelayan untuk mengusir pelayan itu dari kamar nya.
“jangan khawatir tuan, saya akan menghukum nya dan memberi pelajaran pada pelayan lain yang tidak menghormati majikan mereka” ucap tom sebelum ia menarik rosi menjauh dari kamar Alexander
Saat ini suasana hati Alexander sangat buruk karena pelayan itu, ia pun kembali ke kamar utama tampat di mana kamar ia dan anna tidur. ketika ia masuk ke kamar ia melihat semua barang – barang sang istri telah di pindahkan ke kamar lain.
“wanita itu…” gumam Alexander sambil memijit pangkal hidung nya
__ADS_1
**Bersambung...
maaf guys baru bisa up sekarang**