
"NANA AXERINA KAU DENGAR AKU,AKU TIDAK MAU KAU PERGI SEPERTI ITU DI. SAAT PERJODOHAN MU" ucap seorang laki-laki paruh baya dengan nada sedikit marah. kepada seorang wanita muda yang asik menggunakan headphone nya dan memkan roti. *aicc orang'tua ini kapan bisa diam sih lagian aku tidak akan mati menjadi lajang*.
berapa saat kemudian seorang wanita paruh baya keluar kerena mendengar suara ribut.
"Hey axor mau sampai kapan kau menjodohkan cucu mu itu.biar kan dia memilih sendiri.kau sungguh tidak lelah" nana bangkit dari duduk nya menghampiri wanita itu.
"alenda,kau tau cucu kesayangan mu itu,dia selalu sibuk terus dengan berkas - berkas di kantor,lihat dia umur nya sudah 28thn masih melajang,semua teman ku sudah punya cicit" balas sang kakek pada sang istri.
"sudah lah nenek,kakek nana mau pergi kerja dulu nanti kita lanjut kan pembicaran ini." nana pun pergi melangkah menuju begasi mobil
"nyonya mau pakai mobil apa hari ini" ucap penjaga mobil..
"keluarkan mobil BMW ku jangan ada yang kau turun kan satu pun barang di dalam nya" jawab nana dan sang penjaga mengambil kan mobil yang majikan nya mau.tidak lama mobil yang dia ingin kan keluar dan langsung nana naik kelaur dari minison kakek nya.
......................
"Devan kenapa kau tidak hadir, kemarin aku hampir malu kerena mu,untung saja calon mu juga berhalang hadir" ucap laki laki tampak masih muda dari kalangan tahun 1968.
"kakek kan tau aku ada meating mendadak bukan menghindar.maaf kan aku kek jika aku membuat kakek malu" ucap devano masih memotong roti nya
__ADS_1
"kau tidak membuat ku malu malah sebaliknya kau membuat ku bangga..bagai mana kondisi kantor dan cabang lain nya apa semua baik baik saja" tnya sang kakek
"khumm khumm bisa tidak valno jangan bahas perkerjan di meja makan".perktakan sang istri mampu membuat kondisi diam sejenak
"baik kalo begitu Devan pamit kerja dulu hampir telambat"
Devan berlari mengambil kunci mobil nya dan jaz nya menuju teras depan di mana para mobil istirhat.
Devan melajukan mobilnya ke jalan besar.
"sebagus apa sih calon ku apa se hebat wonder woman sampai kakek selalu memujinya" ucap Devan sambil gerutu tak jelas.
Nana sudah sampai di kantornya dengan muka masam dia masuk ke dalam ruangan nya sambil berfikir tidak lama suara ketukan pintu terdengar
"permisi Bu ini ada berkas kerja sama antar perusahaan luar negeri"
ucap sang sekretaris
"perusahaan ? apa nama nya kenapa kalian baru beri tau saya"
__ADS_1
jawab Nana dengan sinis..
"proposal sudah ada di meja ibu 2 hari yang lalu dan semalam saya juga baru ngirim email ke ibu" jawab sekretaris yang tak mau di salah kan tiba-tiba..
"ah ya sudah bair saya liat nanti setengah jam lagi baru kamu bawa berkas ini ke saya"
sekretaris itu pun keluar meninggalkan tempat boos nya yang banyak fikiran itu.
"kenapa bu boos tuh kakak" tnya pegawai yang kepo
"biasa boos stres paling di paksa sama direktur utama buat nikah"
jawab sekretaris itu yang sudah faham akan kondisi boos nya itu..
tak lama lenda keluar dari ruangan nya. "Boni mana proposal tadi setujui semua Jan ada yang terlewat sedikit pun.dan yah satu lagi temani aku nanti ke cafe buat meeting" Nana pun langsung masuk lagi ke ruangan nya.
*semua Pegawai melihat Nana yang teriak¹seperti ke setanan.
"yang sabar ya kakak Boni,"
__ADS_1
"apa yang semngat ini bakal buat kalian tercekik di waktu dekat ini hahahah" tawa renyah Boni melihat anak magangnya yang keringat dingin sambil berjalan menuju ruangan sang boos*.