
"Bimo kau bilang apa kawin?.nikah ga sih kalo kawin bercocok tanam antra kau dan banci seberang sana" Nana menunjuk arah jalan nampak seorang waria berbadan kekar sebelah duabelas dengan badan nya, membuat Bimo geli seketika
"bos maaf saya masih normal saya juga masih suka lobang bos"
Nana ketawa lepas sebenernya mereka teman dari SMP Hinga kuliah Bimo memtus kan untuk ikut kerja dengan Nana hasil yang dia dapat kan bukan meyuap Nana,malah Nana mempersulit nya naik jabatan Bimo,agar karyawan lain tidak iri hati pada pada Bimo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Devan duduk di ruangan tunggu otak nya terus berputar dia harus bagaimana agar om-om nya tak mengusik kakek,nenek nya,
"selamat siang pak bos ada apa bos panggil saya" Devan tersadar dari lamunannya melihat orang suruhannya telah datang."perketat pengawasan di rumah jangan biar kan orang orang seperti mereka mengusik ketenangan dalam rumah,jika hama hama itu datang temba mereka buang ke laut" ucap Devan dengan tegas membuat bulu kuduk naik jika tidak terbiasa bersama Devan.deva bangkit dari kursi nya masuk ke ruang sang kakek yang terduduk sambil makan buah apel, "aku ingin kau percepat pernikahan mu,agar mereka tak berani mengusik tahta Mu di sana," kakek langsung angkat bicara
"usaha itu aku dan papa mu yang jalan kan mereka hanya sampah yang tak tau di Untung, rasanya ingin sekali ku coret mereka dari keluarga ku kelakuan mereka buat malu saja"sambung sang kakek membuang muka nya ke jenndela luar,kakek pun melihat'Cahya dan kupu kupu berterbangan, "yang terpenting sekarang kakek harus sehat dulu jangan pikirin hal -hal lain mengerti, nanti kakek ingin apa akan ku lakukan" ucap Devan sembari tersenyum pada kakek.kakek pun membalas senyuman itu.
"akq kau makin mirip dengan nya membuat ku rindu padanya, mungkin dia bangga punya anak sehebat mu"
__ADS_1
"temui dia dan segera lah menikah aku tak mau kau selalu menghindar".
sambung sang kakek, membuat Devan kecut,manyun.
"kakek ,Devan pamit kerja dulu ya ada meeting mendadak". Devan kembali lari dari pertnyan yang selalu membuatnya ingin menjadi patung , hahaha si Devan kau bukan anak kecil lagi umur mu sudah hampir 40. di depan rumah sakit Devan di telfon oleh yang punya mobil yang ia tabrak tadi,
*ini pasti singa mata hijau tadi,kuat kan telinga ku* isi dalam hati.devan mengambil nafas panjang dan angkat telfonnya "hey sia*n kau butuh berapa lama untuk angkat telfon mu itu bagian mana cara kau ganti rugi mobil ku,aku tidak mau tau kau beli kan mobil sama persis seperti ku dan ganti bemper mobil ku**" pekik wanita itu Devan pun menjawab dengan suara serak nya
__ADS_1
"kau ingin memeras ku ya,mobil mu itu hanya ada 5di dunia dan kau meninta satu lagi pada ku.apa kau Gila Haa" wanita itu makin geram rasanya ingin sekali dia buat rendang laki laki gila itu
"kau dengar aku nanti malam kau ke kantor ku,kita bicara di sana jangan sampai kau tak datang faham kau*!" teriak wanita itu dan langsung mematikan telfon itu secara sepihak Devan langsung terdiam dia kalah telak lagi ***siapa wanita gila ini ,berani sekali dia pada ku* Devan masuk ke dalam mobilnya dan melaju ke kantor nya,