
sampai 15mnt Nana mengsok badanya Hinga akhirnya dia merasa sudah cukup Nana beranjak dari kamar mandi dan memakai baju tidurnya piyama jepang yang terbuka sering iya pakai.
Devan sudah menunggu di ruang tv menonton acara tv mengunakan piyama sembari mengunyahnya makanan di tangannya .
melihat Devan yang tidak berdosa rasa ingin mencampakkan nya keluar.
Nana mengikat rambutnya dan mengambil berapa sayuran dan makanan instan di dalam lemari dia lihat exp semua masih lama ternyata pegawai sini rajin Menganti set makan Nana,.
Nana ingin memasak masakan Indonesia rendang daging yang simpel.nana muali memotong daging² nya dan menghaluskan bumbunya Devan sedari tadi sudah melihat nana tak tahan menahan hawa nafsu nya yang liar seperti ada yang membisikkan nya
"hajar aja bro udah sah enak tuh bro di goyong gak dosaa ayokk gas apa lagi".bisikin itu semakin lama semakin membuat Devan gerah sendiri akhrinya Devan berjalan menuju Nana dan memeluk nya
"SYNG" kini Devan sudah mulai mencium leher Nana kini Nana sudah mulai ikut panas kerena tangan Devan sudah bermain di bagian bawah hanya suara deshan kecil yang sudah keluar dari mulut Nana.
Nana mematikan'kompor nya dan menarik Devan ke kamarnya nya dan membanting tubuh Devan membuka semua baju Devan dengan kasar Devan terkejut saat melihat istri ternyata lebih ganas dari nya,
"oke lah kalau gini aku juga bermain kasar"Devan sudah muali tersenym kini dia juga mulai membuka baju pembawa hawa panas membra di tubuh
Devan sudah merubah posisi nya kini mendominasi permainan kini, hawa panas memburu keduanya tangan Devan sudah menjalar ke bagian intim sang istri tangan Nana kini membuka resleting celana Devan dan memegang sang benda tumpul yang iya bawa ke mana² Devan yang semaki tak kuat kini memulai permainan nya Nana mendesah lumyan kuat,
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*KITA SKIPP SAJA TELINGA SAYA PANAS JIKA MELANJUTKAN NYA
...****************...
...****************...
pagi menunjukkan senyumannya yang cerah kini Nana dan Devan sudah terbaring sambil memeluk,Nana terbangun dan menyepak Devan*, "
"aduh pantat ku,apa aku punya istri punya kepribadian ganda kadang dia jahat kadang dia sangat" Devan tersenyum saat membayangkan mereka semalam mebuay Nana jengkel
"keluar atau aku pukul dengan tongkay bisbol"
Devan pun ngena keluar dari kamar malah naik ke kasur dan memeluk perut yang terbentuk
__ADS_1
"kau lupa kita tidak pakai pengaman semalam mungkin dia akan jadi di sini bibit. unggul yang tak pernah ku keluarkan"
Devan kini percya diri dengan mukanya yang baru bangun sperti muka singa yang rambutnya berantakan, nana sontak kaget dan melihat Devan
"***kenapa kau tak pakai pengaman,aku belum siap jadi ibu akan ku pastikan jika aku hamil kau akan ku siksa"
"salah kau sendri ak tak kuat menahan nya yah aku langsung tusuk aja lagian itu membuat Berto ku sesak***"
seketika Nana tertawa terbahak apa yang iya dengar tadi
"***apa kau beri nama pada benda tumpul mu itu Berto whahaha kau serius"
"apa yang salah dengan Berto ku dia juga gagah dah tahan lama dia mampu membuat mu berteriak minta lagii"
"tutup mulut mu atau tak akan lagi kau dapat kan jatah mu**" kini Nana marah dan beranjak dari kasur nya mengambil handuk tanpa busana membuat Devan tegak lagi*
"yang Berto bangun"
teriak Devan
__ADS_1
"kocok sendiri kyk kocok alpukat kocok"
teriak Nana dari kamar mandi