
...Devan yang sudah sampai di kantor mengacak rambut nya itu...
..."akhqqq mengapa Kakek ingin aku cepat menikah aku ingin sekali lompat dari lantai ini" teriak Devan sampai kedengar oleh sekretaris nya...
"lompat saja jika kau ingin boos mungkin itu lebih indah" kata sang sekretaris yang dari tadi melihat kelakuan boos nya seperti anak kecil yang sedang sulit mengerjakan sesuatu.
"apa kata ku Brian,kau suruh aku lompat dari gedung ini.kenapa tidak kau saja.dan apa kata mu tadi indah lebih indah jika kau ikut aku ke alam baka"
jawab sang boos buat Brian tersenyum kecil.
"boos ini ada beberapa hal yang harus saya katakan pada anda tentang kerjasama perusahaan BISi
mereka menginginkan lebih dari angka yang kita buat"
Devan kembali ke mode fokusnya
denvan memikirkan sesuatu dan tak lama
"BATAL KAN KERJA SAMA NYA"
kata Brian dengan kata penuh tekanan.sang sekretaris pun mengerti dan langsung undur diri
"berani sekali mereka sesuka saja menaikkan harga kerja sama,akan ku buat hancur perusahaan mu hanya semalam".Devan kini menunjukkan taringnya
*drt drt drt* suara hp Devan memecah kan fokusnya di depan layar LAPTOP nya
-hallo sayang apa kau sibuk aku sedang di bandara apa bisa kau bisa jemput aku.
suara wanita khas yang lembut dan sedikit familiar di telinga dan hati nya
-apa serius kau di bandara aku akan segara ke sana tunggu aku.
__ADS_1
Devan mematikan telvon itu dan keluar dari ruangan nya untuk mencari Brian,tak lama Brian muncul dari arah kamar mandi
"dari mana kau aku sudah mencari mu dari tadi," tnya Devan
"maaf boos ak baru siap melepas hajad yang tertunda tadi" jawab Brian sambil senyum tanpa dosa
"kau selsai kan berkas di dalam ruangan ku,aku ingin menjemput seseorang yang sudah lama ku nanti" Devan pun langsung melangkah keluar menuju lobby.
Brian yang masih bingung pun tersadar dari lamunannya."jangan bilang si hantu sayuran,ya tuhan jangan datang kan dia di rumah besar dan kantor kehidupan ku akan hancur jika dia datang Amen"
**Brian pun langsung menuju ruangan boos nya. Devan yang penuh senyuman itu pun langsung menjemput seseorang yang dia nantikan..*hanya waktu 35mnt Devan untuk ke bandara menjemput wanita itu,
kini mereka dalam mobil sambil bertukar kabar dan sambil tertawa.tak lama dering telepon Devan kembali terdengar kini yang menelpon adalah sang nenek.
'tumben nenek menelfon ku ada apa' hati Devan sudah tak menentu.akhirnya Devan pun menjawab telepon sang nenek..
terdengar suara tangis sang nenek yang begitu lirih "Devan kakek mu Devan" mendengar suara nenek nya Devan memberhentikan mobilnya
"aku tak apa tapi aku harus berangkat lagi akan ku antar ke hotel sekitar sini maaf kan aku"
"tak apa pergi lah aku akan pergi sendiri maaf merepotkan mu" wanita itu turun dengan kopernya"
" tunggu di sini sampai sekretaris ku datang menjemput mu oke,maaf kan aku"
Devan langsung melaju ke rumah sakit
...****************...
Boni masuk ke ruangan sang bos
dan meletakkan semua berkas yang akan di tanda tangani oleh nya
__ADS_1
"Bon jangan sampai kerja sama ini bermasalah utus devisi 1,2,3 untuk mengurus ini semua kita rapat Minggu depan, Nana dalam diam dan sibuk dengan kertas-kertas di depan nya
Bon pun keluar dari ruangan itu
" devisi 1 sampai 3 ke ruang rapat sekarang juga" Bimo langsung berjalan ke ruang rapat
JAM 12 SIANG
"Bon nih" Nana melempar kunci ke arah Bimo,dan Bimo menyerah kan ke supir.
seperti biasa Bimo hanya membawa IPAD nya itu ke mana mana begitu pun sang boos tak luput dari iPad nya.
"pak kita ke cafe moon yah" ucap Bon dan kembali fokus ke layar lagi
"Bon coba liat harga per eksekusi nya bukan kah terlalu murah hubungi mereka aku tak suka dengan harga yang mereka pasang kan pada perusahaan,dan jika tak ada perubahan batalkan aku tak ingin merugi sedikit pun"
Nana kembali fokus
"boos di cafe ini kita bakal ada 4rapat di jam 2,jam 4, jam 6,jam 8.perusahaan ini sudah lama ingin minta suntikan dana dari anda,"
"ya sudah sekalian aku ingin makan siang dan makan malam di sana,buat rapat 1jam lebih cepat aku tak mau berlama-lama di sana"
*pasti bokong ku bakal keram duduk di kursi keras itu akhq bokong ku yang montok aku akan membuat kalian tipis* jerit hati Nana
seolah tau isi hati sang bos
"tenang saja boos kita tak duduk di kursi kayu kita duduk di bantalan yang nyaman dan aman bagi saya"
"apa kau cenayang atau yang lainya Bon,tapi terima kasih atas perhatiannya,jangan harap gaji mu di naikan"
tiba tiba hati Boni seperti tertusuk dengar perkataan boos nya**.
__ADS_1