
Nana melihat sosok yang ia kenal dan menyuruh Devan duluan saja. Nana memberikan kopernya dan kunci apartemen nya,Devan melihat herena apa lagi Nana memaksa melepaskan genggaman tangan nya Devan untuk mengejar seseorang
"aic lepas kan lah aku ada urusan"
"tidak aku akan ikut"
"kau tidak usah ikut ah,lepas kan tidak atau ku putus kan tangan mu" ucap Nana kini meradang kerena Devan tak kunjung melepaskan genggaman nya Devan yang mendengar perkataan Nana seperti nya tidak main main dengan ucapan nya akhirnya melepaskan nya,
Nana yang sudah melihat tanganya sudah di lepas langsung menuju ke sosok yang ia kenal, Nana mengetok salah satu pintu kamar apartemen itu tak lama ada yang membukakan pintu itu Nana langsung masuk melihat Devan dan langsung menutup pintu itu.
Devan yang sedari tadi hanya melihat kini merasa jengkel akhirnya Devan memilih untuk masuk ke ruangannya,
"aku ini suaminya atau pembantu nya dan siapa dia tadi wanitaa atau pria,jika dia macam²pada ku awas saja tak akan ku berikan dia akhh untung aku tidak kehilangan tangan ku,kenapa aku bisa menikah dengan wanita gila itu"
kini Devan mendang koper Nana,dan meraih ponsel nya langsung masuk ke kamar devan menelfon seorang wanita yang menunggu penjelasan nya,
__ADS_1
"syng bisa kah kau ke Amsterdam aku merindukanmu"
"***tentu Syang ak juga merindukanmu dan aku butuh penjelasan mu"
"akan ku jelaskan semua saat kau tiba di sini***"
akhirnya Devan mematikan telfon nya dan langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan badan nya dari hawa hawa buruk,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"dari mana saja kau gila aku hampir gila mencari mu"
"aku habis cerai dari suami ku maaf kan aku"
__ADS_1
"kau menikah dan aku tidak tau siapa pria gila itu yang berani sekali mencuri'orang ke sayangan ku***"
emosi Nana kini meledak tak karuan dia marah sambil mondar-mandir tak lama ada anak kecil yang keluar dari kamarnya
"maa ada apa kenapa bising sekali"
Nana terkejut saat melihat ada anak kecil dan melihat arah sahabat nya, sang sahabat hanya tersenyum kecil pada Nana sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal
"haicc hey bocah kemari ini Tante mu" ucap Nana kini duduk di sofa sambil menyeringai lebar ke arah ana kecil itu agar dia tak takut tapi jatuhnya muka sang nan kyk nenenk yag ingin menculik
"naa bisa sopan tidak bicara dgn anak ku" sang ibu yag takut akan anaknya menagis karena melihat tingkah Nana yang seramm
"tidak apa apa maa aku suka dengan Tante ini dia apa adanya" ucap bocah yang kini berjalan ke arah Nana dan duduk di pangkuannya.
"kau bisa jelaskan sampi kau punya anak ini dan cerai dengan bapaknya dan bapaknya tidak mau menemui anaknya,kau sungguh membuat ku marah reyyy!!!" kini Nana tak bisa menahan suara amukanya dia ingin sekali memukul pria bangsat itu tapi sang besti tidak igin menjelaskan nya tapi tetiba bocah itu menjelaskan semuanya
__ADS_1
"tante jangan marah pada mama.nama ku Vander delmona,aku berasal dari lelaki bejat yang menyiksa ibu ku, ibuku dulu ingin berlibur di sini dan bapak ku si raja delmona yang tante katahui,ayah ku jatuh cinta pada ibuku seperti menyukai barang antik ,seiring waktu ibu sering mendapatkan ayah yang sedang berselingkuh dan bermain-main saat itu umur ku bari 3thun aku sudah di ajarkan untuk bermain pedang dan berlatih keras,tapi ternyata ibu ku sering di pukuli oleh ayah Hinga akhirnya ibu dan aku memutuskan untuk tidak terikat pada keluarga delmona lagi,dan membuat surat pisah untuk ibu ku"
kini Nana mengerti untung anak ini bukan anak haram dalam pikiran Nana pasti ini anak luar nikah sampai reyana mau menikah dengan pria penuh mata Gila