ISTRIKU YANG GALAK

ISTRIKU YANG GALAK
si pria tuli dan si wanita gila


__ADS_3

Devan memarkirkan mobilnya di parkiran tak,dan langsung menuju ke dalam di mana sang kakek sudah duduk di salah satu meja dengan 2orang pasturi it.devan berjalan perlahan, menghampiri sang kakek yang sudah menunggu nya.


"maaf kek Devan terlambat," ucap Devan.sembari sang kakek mempersilahkan cucu kesayangan nya untuk duduk.


"tidak kau belum terlambat nak"


ucap arox yang duduk di depan nya.


tak lama terdengar suara mobil sport Lamborghini Aventador yag begitu, terdengar sampai ke dalam,


-----


Nana pun turun dari mobil nya langsung melangkah masuk sedikit cepat "maaf kakek aku terlambat lagi ya" ucap Nana yang menarik nafas panjang,sang kakek melihatnya nya,ada angin apa Nana yang biasa melepas rambut nya kini malah di sanggul layak nya wanita elegan sang kakek menyipitkan matanya. Nana pun langsung duduk baru saja dia duduk dia


terkejut laki-laki di depannya

__ADS_1


"hey pria tuli kenapa kau di sini "


"kau wanita gila mata hijau"


mereka kembali berdiri sambil menatap tajam satu sama lain.


"arox ternyata mereka sudah kenal.bukan kah itu lebih bagus kita percepat pernikahan mereka"


ucap sang kakek Devan membuat nya terngangak


****


Devan menarik tangan Nana untuk keluar,dari tempat sang kakek .


"hey tuli lepas'kan tangan ku sia**n mau ku patah kan tangan mu itu"

__ADS_1


Devan tak menghiraukan teriakan sang wanita gila.akhirnya mereka masuk dalam satu ruangan, bukan ruangan jatuh nya kamar hotel, Devan mendorong Nana masuk ke sana. "hay mesum sia**n kau bukan saja tuli tapi juga mesum," pekik Nana ingin keluar dari ruangan ini


tiba-tiba Devan terduduk di bawah kaki Nana."Tolong aku kali ini, setujui saja apa yang mereka katakan aku akan melakukan apa yang kau mau,"


devan teringat kata sang kakek jika dia gagal x ini dia akan di nikah kan dengan wanita penggila brondong,


"kau kenapa lepas kan aku" Nana pun berusaha untuk melepaskan genggaman tangan laki² yang membuat dia emosi satu hari ini


"kau berani keluar dari sini akan ku hamili dirimu" ucap Devan kini duduk di atas kasur,Nana tak peduli apa pun ucapan laki-laki itu pikir Nana saat itu berani dia dekat akan ku patah kan semua tulang nya.


Tiba-tiba Devan menarik tangan Nana dan mendorong nya ke kasur dan menindih badan Nana "akhhh tolong ada pria cabul di sini,jangan mendekat sia*n ku pecah kan bibir mu itu**" pekik Nana yang makin kek ulat nangka sedangkan Devan semakin mengliat di leher Nana tanganya sudah meraba,Devan tak bermaksud untuk melecehkan tapi entah kenapa ada dorongan hasrat yang sudah lama terpendam kembali muncul,Nana sadar akan berbahaya bagi nya mending turuti saja ke inginan laki-laki gila ini dari pada di anboxing sekarang lebih baik setuju saja dengan syrat nya toh aku tak akan merugi."lepas kan aku,aku setuju,akhhh lepass" Devan mendengar itu pun langsung melepaskan Nana walaupun dia sedikit kecewa sang adik kesayangan sudah naik duluan,


Devan pun langsung bangun dan membuang wajah kerena baju Nana sudah berantakan di buat nya."tunggu di sini kita akan keluar bersama aku ke toilet dulu" Devan pun lari ke dalam kamar mandi untuk menenangkan diri nya.


"laki-laki sialan,leher ku yang mulus di nodai oleh si Tuli mesum, pakaian kuu" nana pun menyangul ulang tapi nampak bekas merah di leher nya.nana pun semakin kesal akhirnya di gerai rambutnya, di lap muka nya agar tidak nampak kalau dia hampir di anboxing oleh pria yang membuat dia emosi satu harian.tak lama Devan keluar dari kamar mandi melihat Nana yang sedang kesal setengah mati menutupi bekas merah dan bau badan Devan,.Devan tersnyum kecil dan mengular kan syal berwarna hitam untuk Nana kenakan,Nana pun mengambil nya tanpa banyak bicara langsung iya kenakan.devan membuka pintu kamar ternyata ada sang kakek yang menunggunya di depan pintu."astga kalian jika tidak tahan maka tahan dulu pernikahan kalian sudah 2minggu lagi***"

__ADS_1


__ADS_2