
Hari ini hari kedua hari raya, Asep sedang duduk di depan tv. Bayi Riki sedang tidur di kamar. Mia sedang membersihkan rumah.
sedangkan orang tua Asep dan kakak nya sedang pergi ke rumah kakek nya Asep dari bapak Asep. Kemarin tepat hari raya orang tua Asep dan teh Ana sudah berkunjung ke rumah nenek nya Asep dari pihak ibu Asep.
Mia dan Asep tidak ikut karena belum berani membawa bayi yang masih kecil itu keluar rumah. Apalagi menurut kebiasaan orang tua orang tua ditempat tinggal mereka bayi sebelum empat puluh hari pamali dibawa keluar. Mia juga belum berlebaran ke rumah orang tua nya.
" Assalamualaikum " dari luar terdengar suara salam.
" waalaikummussalam " jawab Asep sambil membukakan pintu.
setelah pintu terbuka, ternyata orang tua Mia beserta kedua adik Mia yang datang.
__ADS_1
Asep langsung mencium punggung kedua tangan mertua nya sambil memohon maaf. Tidak lupa Asep bersalaman dengan kedua adik ipar nya.
Setelah mempersilahkan keluarga Mia masuk dan duduk, Asep izin ke dalam untuk memanggil Mia. Asep memanggil Mia sambil berjalan ke arah dapur tetapi Mia tidak ada. Dari kamar mandi terdengar suara air menyala.
'pasti Mia sedang mandi ' fikir Asep.
Sambil menunggu Mia selesai mandi , Asep membuatkan air teh hangat untuk keluarga Mia. Hanya membuat teh buat Asep itu hal kecil karena memasak aja Asep bisa. Bahkan rasa masakan nya enak . Karena mungkin dari kecil Asep selalu membantu ibu nya .
" buat apa , a...?" tanya Mia terlebih dahulu
" ada ibu sama bapak dan adik - adik kamu itu didepan". bukan menjawab pertanyaan Mia , Asep malah memberitahukan hal yang lain.
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan Asep, Mia bergegas ke ruang tamu sambil sekalian membawa teh yang telah selesai dibuat Asep menggunakan nampan, agar tidak usah balak balik . setelah selesai menyimpan nampan diatas meja Mia langsung bersimpuh dikaki ibu nya. Mia meminta maaf tidak bisa datang ke rumah orang tua nya, Mia meminta maaf karena belum bisa membahagiakan orang tua nya dan belum berbakti kepada kedua orang tua nya. Sekarang Mia menyadari keputusan nya menikah muda seperti nya bukan keputusan yang benar.
Seandainya dulu Mia mendengar kan nasehat orang tua nya dan keluarga nya yang lain terutama ibu nya ,' agar difikirkan lagi usia Mia dan Asep masih muda.' Apalagi tetangga Mia banyak yang ngomong saat itu ' Mia cantik , kok mau nikah nya sederhana begitu ' dan banyak omangan orang yang menyayangkan keputusan Mia menikah saat itu.
Nasi sudah menjadi bubur , sudah tidak bisa di ulang. sekarang tinggal bagaimana membuat hidup yang tidak sesuai dengan harapan kita menjadi indah dan menyenangkan . walaupun mungkin akan sulit bagi Mia tapi Mia harus bisa sekarang ada bayi kecil penyemangat Mia.
Setelah bersimpuh dikaki ibu nya sambil menangis , Mia beranjak menyalami dan mencium punggung tangan bapak nya sambil mengucapkan kata maaf. setelah itu Mia bersalaman dengan kedua adik nya.
Baru aja Mia duduk disamping suaminya didepan kedua orang tua Mia yang terhalang meja , terdengar suara tangis bayi dari arah kamar . Mia hendak bangun untuk mengambil bayi nya tetapi dilarang oleh Asep. Kemudian Asep bangun dari duduk nya berjalan menuju kamar.
Diruang tamu Mia menjelaskan kepada orang tua nya bahwa orang tua Asep dan teh Ana sedang berkunjung ke rumah kakek nya Asep.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Asep datang dengan menggendong bayi nya. Adik Mia berebut ingin menggendong. Tapi ibu Mia langsung mengambil bayi itu dari gendongan Asep.