
Seminggu sudah dari perdebatan antara Mia dan Asep. usia kehamilan Mia masuk tiga puluh tiga minggu. perlengkapan bayi pun sudah dibeli menggunakan sisa tabungan Mia. Habis sudah uang kerja Mia selama ini , tak ada yang tersisa.
Mia sedang duduk di sopa ruang tamu yang habis Mia rapihkan . Mengistirahatkan badan nya yang merasa sangat lelah , jam menunjukan sudah jam sepuluh pagi. Mia langsung bangkit dari duduknya untuk memasak makan siang. Mia berdiri dengan hati - hati. Disaat Mia memegang bagian belakang daster nya terasa basah . Mia pun nengok ke belakang untuk melihat sopa yang diduduki terlihat basah.
'apa sopa ini terkena bocor, tapi semalam tidak hujan. Mungkin hujan yang lalu bocor tapi tidak ada yang tahu.' fikir Mia . Mia pun tak ambil pusing, langsung ke dapur untuk memasak.
Tepat jam setengah satu siang , pekerjaan Mia selesai. rumah sudah rapih dan makanan sudah siap. Mia bergegas ke kamar mandi , untuk mandi lagi karna merasa lengket keringat. Sekalian Mia mencuci daster yang tadi pagi. karena baju suami nya sudah dicuci tadi pagi selepas mandi pagi. Mia tak sanggup kalau harus mencucikan semua baju , anggota keluarga lainnya. setelah mandi , berganti baju , salot Dzuhur. Mia duduk di sopa tadi , bersebrangan dengan yang Mia dudukin tadi.
Jangan sampai mertua nya pulang, Mia masih dikamar bisa ngomel tak berhenti mertuanya. katanya orang hamil jangan dibawa tidur terus, hamil sudah besar jangan malas - malasan, dan lain - lain. Tanpa berfikir itu rumah bisa rapih dan bersih g mungkin dengan sendiri nya. Itu makanan tidak mungkin bisa langsung matang . Tapi Mia berusaha memahami situasi nya. Mia ikhlas atas semua yang harus Mia jalani , karena ini resiko yang harus dia ambil ketika harus menikah diusia muda dan suami belum berpenghasilan.
" Assalamualaikum ". ucap mertua dan kakak ipar nya berbarengan , sambil membukakan pintu yang tidak dikunci.
"waalaikummussalam ." Jawab Mia tanpa harus berdiri membukakan pintu.
__ADS_1
" Mia , ambilkan ibu minum , haus ini diluar panas banget. Tadi diwarung juga ibu belum sempat minum lagi rame. " ucap ibu Mia
" ambilkan teteh juga , sekalian. " timpal teh Ana.
" iya , Bu , teh ". Jawab Mia.
Mia pun bangkit dari duduknya, saat Mia hendak berjalan ke arah dapur teh Ana memanggil kembali.
Mia langsung memegang bagian belakang tubuh nya , memang terasa basah seperti tadi.
" tidak teh , Mia tidak ngompol. Mia juga g tau itu kenapa. Tadi Mia juga duduk disebelah sopa yang teteh dudukin basah juga. " jawab Mia .
"Mungkin bekas bocor kali teh ". lanjut Mia karena memang Mia tidak merasa ngompol.
__ADS_1
" Dari mana bocor, udah dua hari tidak hujan. lagi pula sebelah sini tidak ada yang bocor, sekalipun hujan nya deras." ucap teh Ana.
Ibu yang mendengar perdebatan menantu dan anaknya itu langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Mia.
" Mia apa perut kamu dah mulai terasa sakit ? " ibu berkata sambil memperhatikan perut dan bagian belakang tubuh menantu nya.
" tidak Bu , Mia merasakan sakit apa - apa, hanya sedikit pegal aja dibagikan pinggang. si utun juga masih aktif bergerak di dalam perut. Mia ambilkan minum dulu ya Bu ." jawab Mia sambil berjalan ke dapur.
Tidak lama Mia sudah kembali dengan membawa dua gelas air dingin .
Mertua nya sudah duduk lagi disopa yang tadi mertuanya dudukin.
setelah dua gelas air itu disimpan di meja didepan mereka, teh Ana dan ibu nya langsung meminum nya sampai habis.
__ADS_1