Izinkan Aku Merasakan Kasih Sayang Mu

Izinkan Aku Merasakan Kasih Sayang Mu
hanya dua koma lima


__ADS_3

Menjelang Maghrib Ibu mertua dan suaminya Mia tiba dirumah. Tadi siang suami nya sempat pulang dan menemani Mia di rumah. Menjelang Maghrib teh Ana pulang terlebih dahulu, dan meminta Asep membantu ibunya menutup kios mereka. Akhirnya Asep meninggalkan Mia bersama teh Ana.


" Gimana Mia , mules nya udah sering...?" ibu mertua nya bertanya kepada Mia setelah mengucapkan salam.


" iya , Bu..." terjeda, karena perut nya terasa sakit banget.


" Mia sudah tidak kuat ." lanjut Mia sambil meringis dan berusaha untuk duduk.


" Asep ". teriak ibu Asep


" Asep lagi mandi , Bu. " yang menjawab teh Ana.


" suruh si Asep cepetan mandi nya ." lanjut ibu Asep


" Assalamualaikum " dari luar terdengar suara orang mengucapkan salam


" waalaikummussalam " sahut ibu


Tidak lama pintu terbuka. Ternyata yang datang bapak nya Asep pulang.


Sambil meringis menahan sakit Mia mencium punggung tangan bapak mertua nya.


" kebetulan bapak pulang " lanjut ibu Asep

__ADS_1


" emang kenapa , Bu ? " jawab bapak Asep


" ini Mia kayak nya sudah mau melahirkan. Bapak tolong panggil Ma Enin . "lanjut ibu Asep lagi


" kok tidak manggil bidan Indah , bukan nya Mia biasa cek kehamilan nya sama bidan Indah. " jawab bapak nya Asep heran.


" Sudah bapak jangan banyak nanya , emang bapak mau yang bayarin manggil bidan Indah. Kalau Ma Enin kan semampu nya kita. " timpal ibu nya Asep sedikit meninggi suara nya.


Tidak lama kemudian Asep keluar dari kamar nya sudah segar dan rapi.


" Udah Asep aja Bu , yang manggil Ma Enin nya." Asep mengeluarkan suara , dari kamar Asep sudah mendengar perdebatan ibu dan bapak nya.


" cepetan sana , pinjam motor bapak mu . " lanjut ibu Asep


Ibu Asep narik napas yang dalam, mendengar jawaban dari suami nya.


" Biar Asep jalan kaki aja Bu , rumah nya Ma Enin tidak jauh ini dari rumah kita ." jawab Asep


" Udah sana pak , temenin anak nya. Pamali kalau jemput dukun beranak sendirian ." lanjut ibu Asep.


Bapak nya Asep langsung bangun dari duduknya menuju pintu mengikuti Asep yang sudah keluar terlebih dahulu.


Setelah kepergian anak dan suaminya ibu Asep berpesan kepada teh Ana untuk merapihkan tempat depan tv untuk Mia melahirkan disitu , kerena menurut ibu Asep kamar Asep terlalu sempit. sebelum ibu Asep masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah selesai mengerjakan yang disuruh ibu nya , teh Ana membantu Mia berpindah dari sopa ke depan tv yang sudah disiapkan kasur lantai tipis untuk Mia berbaring.


Mia sudah mulai merintih menahan sakit.


Tidak lama kemudian ibu Asep sudah selesai membersihkan diri, dan sudah berpakaian.


Ibu Mia menghampiri Mia yang sedang tidur miring sambil meringis , dan tangan nya tidak berhenti mengusap perutnya.


Ibu Asep duduk disamping Mia dan berusaha mengusap punggung Mia.


Sedangkan teh Ana melihat ibu nya sudah duduk disamping Mia , segera bangun dan menuju ke dapur. Teh Ana ingin solat magrib dan makan.


Hampir menjelang Isha Ma Enin dukun beranak yang dipanggil Asep dan bapak nya baru sampai. Sebelum berangkat Ma Enen harus mempersiapkan terlebih dahulu barang - barang yang harus dibawa ketika membantu orang melahirkan dan lagi ia harus menunaikan ibadah sholat Maghrib terlebih dahulu.


Setelah memeriksa Mia , Ma Enen memerintahkan untuk menyiapkan air hangat untuk membersihkan bayi nya. Karena menurut Ma Enen Mia sudah siap untuk melahirkan.


Setelah mempersiapkan segala sesuatunya Mia yang ditemani Asep diposisikan untuk mengejan . Hanya dengan tiga kali mengejan bayi laki-laki itu lahir.


Ma Enen salut banget dengan Mia melahirkan nya tenang dan ternyata air ketuban saat proses melahirkan hanya sedikit.


Bayi laki-laki itu hanya memiliki bobot dua koma lima kilogram.


Menurut Ma Enen kalau dirumah sakit harus di masukan ke dalam inkubator.

__ADS_1


Ma Enen menyarankan menggunakan botol kaca di isi air yang sedikit panas untuk disimpan di kedua sisi bayi Mia. Entah itu solusi yang tepat atau tidak, tapi itu solusi yang diberikan ma Enen kepada mertuanya Mia.


__ADS_2