Izinkan Aku Merasakan Kasih Sayang Mu

Izinkan Aku Merasakan Kasih Sayang Mu
menginap


__ADS_3

Pagi ini Mia memutuskan untuk sementara menginap di rumah orang tua nya, kebetulan rumah Mia sudah pindah. Karena rumah lama Mia sudah terjual , hasil penjualan rumah itu digunakan untuk biaya kuliah adik Mia , sewa rumah yang sekarang ditempati keluarga mia, dan membeli sedikit lahan.


Letak rumah Mia sekarang tidak terlalu jauh dari rumah Asep. Hanya satu kali naik angkot, bahkan bisa ditempuh dengan jalan kaki melewati jalan tikus. Karena keluarga Mia menyewa rumah itu atas informasi bapak nya Asep. Begitu pula dengan tanah yang di beli bapak Mia atas rekomendasi bapak nya Asep. Tanah yang dibeli itu cukup jauh dari tempat tinggal yang orang tua Mia tempati, harus menaiki dua kali angkutan umum.


Setelah merapikan barang apa saja yang harus dibawa terutama keperluan bayi nya , Mia langsung pamit sama teh Ani. Walaupun Mia sedikit kesal dengan teh Ani tapi Mia berusaha tetap menghormati kakak ipar nya itu. Sedangkan suami nya seperti biasa jam segini masih tidur. Tadi Mia seperti biasa dari subuh sudah membantu menyiapkan kue untuk jualan dan setelah itu memasak. Hari ini Mia tidak menyiapkan bahan untuk berjualan es kelapa karena suami nya akan mengantar nya ke rumah orang tua Mia.


Mia menggendong bayi nya sedangkan Asep membawa tas yang berisi keperluan bayi mereka. Mereka berjalan beriringan menuju ke depan untuk menaiki angkot sekalian berpamitan kepada ibu Asep dan teh Ana.


Bapak nya Asep semenjak habis lebaran seminggu, setelah membantu pindahan besan nya yaitu orang tua Mia , belum pulang lagi ke rumah. Saat pindahan Asep juga sempat membantu.


Setelah berpamitan dan Asep sudah memberhentikan angkot yang lewat Mia segera menaiki angkutan umum itu dengan hati - hati sambil menggendong bayi nya.


Sekitar lima menit angkutan umum itu diberhentikan oleh Asep. Mia turun dibantu Asep. Dari turun angkutan umum harus berjalan lagi melewati lahan kosong yang seperti nya akan dibangun pabrik.


Ini pertama kali nya Mia mengunjungi orang tua nya dirumah yang baru mereka tempati.


Sewaktu pindahan Mia dilarang ikut sama orang tua nya karena kasian bayi nya .

__ADS_1


Setelah berjalan sekitar sepuluh menit sampai lah mereka dirumah yang terlihat adem. Karena disekitar rumah masih banyak pohon.


"Assalamualaikum." Asep mengucapkan salam terlebih dahulu sambil meletakkan tas yang dibawa nya.


"ini rumah nya , a." tanya Mia


" Iya" jawab Asep


"waalaikummussalam." Terdengar suara dari dalam rumah , seperti nya itu suara adik Mia yang kecil.


Tidak lama pintu terbuka


" Masuk teh , a . Sini Riki sama Eneng " lanjut adik Mia . sambil mengambil bayi Mia dari gendongan Mia , yang terlihat masih terlelap. Karena sebelum berangkat bayi nya sudah Mia kasih susu. Adik Mia sering dipanggil dengan sebutan Eneng.


"Ibu lagi apa , neng ?" tanya Mia


" lagi masak " . timpal Eneng

__ADS_1


Mia dan Asep masuk kedalam rumah tampak rumah udah rapih , walau dipojok kan dekat tv masih ada tumpukan kardus yang belum kebongkar.


Asep langsung mendudukkan pantat nya di kursi. Sedangkan Mia langsung berjalan menuju dapur ingin menyapa ibu nya.


"Sudah beres , neng ?" tanya Mia lagi


"belum tuh , baju - baju masih belum dikeluarin dari kardus." jawab adik Mia sambil menujuk dengan bibir nya tumpukan kardus dekat tv.


karena tangan nya sedang menggendong bayi Mia.


" Siapa , neng ?" tanya ibu Mia dari arah dapur


" Mia , Bu " Mia yang menjawab


Ibu Mia langsung keluar dari dapur dan menghambur memeluk anak sulung nya.


Melihat ibu mertua nya Asep menghampiri ibu Mia dan langsung mencium tangan mertua nya.

__ADS_1


Ibu Mia tampak bahagia dikunjungi anak , menantu dan cucu nya. Ibu Mia meminta Mia dan Asep menginap. Karena bapak nya Mia sedang ke kota sebelah mengantarkan adik nya Mia yang mau kuliah dan kemungkinan menginap. Tempat tinggal Mia sebenarnya sudah termasuk kota tapi kota kecil.


Dengan senang hati Mia mengiyakan usulan ibu nya , karena memang itu tujuan Mia datang ke rumah orang tua nya.


__ADS_2