Izinkan Aku Merasakan Kasih Sayang Mu

Izinkan Aku Merasakan Kasih Sayang Mu
Tidak boleh kerja


__ADS_3

Karena takut terjadi sesuatu ke esokan paginya , Mia mengajak Asep untuk cek kandungan nya. Setelah di periksa dibidan tempat Mia biasa kontrol Mia langsung dirujuk untuk diperiksa ke dokter spesialis kandungan langsung di rumah sakit. Karena Asep tidak memiliki uang untuk membawa Mia ke rumah sakit , akhirnya Mia dibawa lagi sama Asep pulang ke rumah nya. Itupun mereka pergi ke bidan harus meminjam uang kepada ibu Asep.


Sesampainya di rumah bela langsung masuk ke dapur untuk minum, selain untuk menghilangkan rasa haus nya sekaligus meredam rasa lelah atas sikap suami nya. 'Tidak kah ada rasa khawatir Asep terhadap diri dan bayinya '. itu yang Mia fikirkan.


setelah selesai minum Mia bergegas masuk ke kamar untuk mengganti pakaian nya.


Sementara Asep sedang berbincang bersama ibu nya menceritakan apa yang di ucapkan bidan. Karena yang menjaga kios teh Ana.


" terus , kamu mau gimana sekarang? " mengomentari cerita anaknya.


" Asep tidak tahu , mau di bawa ke rumah sakit juga Asep kan tidak megang uang . ke dokter yang ada di rumah sakit pasti mahal ". lanjut Asep.

__ADS_1


" bukan nya kata si Mia perut nya itu belum terasa mules, kalau tidak terasa sakit atau mules tidak usah terlalu berlebih-lebihan.itu si Mia kan masih pake kalung , jual aja dulu kalau memang dia mau diperiksa di rumah sakit. kan duit nya juga buat keperluan dia sendiri." timpal ibu nya Asep.


" iya , coba nanti ngomong sama si Mia ". jawab Asep.


Tidak lama Mia keluar dari dalam kamar dengan membawa kain yang dilipat agak tebal untuk ia duduk .Itu saran ibu mertua nya , agar air rembesan nya tidak mengenai sopa yang ia dudukin. Entah itu air apa bidan pun tidak bisa menyimpulkan, harus diperiksa lebih lanjut. minimal harus di USG.


Setelah merapikan tempat ia duduki, Mia mulai membantu merapikan kue - kue yang akan di bawa ibu mertua nya ke kios . Mia diam saja , tidak membicarakan hasil pemeriksaan tadi dari bidan. Karena Mia nyakin Asep pasti udah berbicara kepada ibunya.


" Mia , gimana kamu mau diperiksa sama dokter spesialis kandungan di rumah sakit? " tanya ibu mertua nya memulai pembicaraan.


Asep diam saja sambil menatap Mia.

__ADS_1


" Asep sudah cerita semua sama ibu , bukan Asep tidak mau bawa kamu ke dokter spesialis kandungan. Tapi kamu tahu sendiri Asep tidak kerja , mana dia punya uang. Asep bantuin di kios kan buat kalian makan sehari - hari. " timpal ibu Asep panjang lebar.


" Mia ngerti, Bu . Tapi kalau boleh izinkan Asep menerima pekerjaan yang ditawar kan mas Yanto. lumayan masih ada sebulan buat biaya persalinan ." jawab Mia takut - takut.


Yanto kakak iparnya Asep , suami teh Ani kakak kedua Asep. Yang tinggal di desa sebelah.Teh Ani sudah mempunyai anak satu laki-laki berumur dua tahun.


" Ibu , bukan tidak boleh Asep kerja. itu jauh didesa sebelah. siapa yang akan menyiapkan semua keperluan Asep. tidak ada ibu atau kamu . teh Ani kan punya anak kecil belum ngurusin keperluan si Yanto. kasian masa harus ngurusin si Asep juga . " jawab ibu dengan sedikit nada tinggi.


Mia diam saja tidak menjawab lagi.


Asep hanya narik napas sambil menatap istrinya dan melirik ibu nya.

__ADS_1


Asep bukan tidak mau kerja , tapi ibu nya terlalu mengkhawatirkan nya. dengan kata lain melarang Asep. Asep tidak boleh kerja jauh . Tidak boleh kerja yang terlalu berat - berat.


Rasa sayang ibu Asep terlalu berlebihan terhadap Asep. sehingga Asep menjadi pribadi yang tidak bisa mandiri dan manja kepada ibunya.


__ADS_2