Izinkan Aku Merasakan Kasih Sayang Mu

Izinkan Aku Merasakan Kasih Sayang Mu
menikah lagi


__ADS_3

Hari ini tepat tujuh bulan usia kehamilan Mia, tidak acara apa pun yang dilakukan Mia maupun mertuanya.


Mia sedang duduk sendiri di ujung tempat tidur dikamar yang ditempati bersama Asep selama tinggal di rumah mertuanya. Kamar yang hanya diisi tempat tidur sederhana dan lemari kecil.


Sejak Mia berhenti bekerja , sering terjadi pertengkaran antara Mia dan Asep. Bahkan mertuanya dan juga kakak perempuan tertua Asep pun selalu ikut campur membela Asep.


Asep anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua kakak nya perempuan biasa memanggilnya dengan sebutan teteh. kakak pertama Asep belum menikah dan masih tinggal bersama orang tua nya dan membantu toko kue orang tua nya. kakak kedua Asep sudah menikah dan tinggal bersama suami nya didesa sebelah.


"Mia"... suara teh ana(kakak pertama Asep) memanggil .


" ya teh"... Mia menjawab dari kamar sambil berjalan menuju ruangan tamu yang kalau pagi dipakai untuk persiapan kue - kue pasar untuk jualan.


" Jangan diam aja dikamar , masukkan kue ini kedalam wadah mau dibawa teteh ke kios" . ucap teh Ana.


" iya teh , tadi Mia istirahat sebentar. Badan Mia terasa cape tadi kan membuat risol dari subuh" jawab Mia.

__ADS_1


"udah jangan banyak ngomong , rapihin cepet kue nya . keburu jam pulang sekolah, kios suka rame sama anak sekolah jajan." lanjut teh Ana.


Tanpa menjawab ucapan teh Ana , Mia membantu merapikan kue - kue yang akan dibawa teh Ana ke kios jualan.


Dengan perut yang udah buncit , Mia udah kesusahan untuk berjongkok. Tapi Mia tidak mengeluh tetap merapikan kue - kue kedalam tempatnya.


"Teh , lama banget nganterin kue nya. keburu rame diwarung" . Dari luar terdengar suara Asep teriak sambil engos - engosan sepertinya dia berlari dari kios nya ke rumah. Tanpa mengucapkan salam.Kios sewaan tempat keluarga Asep jualan berada didepan gang dipinggir jalan raya. Diseberang kios ada sekolahan dan perkantoran.


"ini istri kamu dari tadi diam aja dikamar , teteh panggil baru keluar." jawab teh Ana


"Tadi Mia..." sebelum Mia menyelesaikan kalimatnya udah dipotong sama Asep.


Mia hanya bisa menarik napas yang dalam dan melanjutkan merapikan kue - kue yang akan dibawa suaminya dan kakak ipar nya.


"Tumben baru jam delapan sudah rame warung, sep. Biasanya juga rame pas jam istirahat atau saat pada pulang". ucap teh Ana.

__ADS_1


"Disekolahan yang sebrang jalan itu lagi mengadakan rapat bersama orang tua murid." jawab Asep.


Setelah kue - kue rapih Asep bersama teh Ana memasukan nya ke dalam kotong yang cukup besar untuk dibawa ke kios.


"Mia, aku balik ke kios ya.." Asep berpamitan kepada Mia. Sambil menyodorkan tangannya untuk ku cium.


"ya a .."sambil ku cium punggung tangan nya .


"Rapihkan dan bersihkan sisa-sisa bungkus kue yang sudah tidak terpakai. Jangan tidur terus , hamil udah gede harus banyak gerak." ucap teh Ana berpesan kepada Mia.


"ya, teh" jawab Mia.


Asep pun jalan beriringan bersama teh Ana .


Setelah teh Ana dan Asep sudah keluar dari rumah. Mia pun bergegas merapikan bungkus - bungkus kue yang masih bisa terpakai dan yang harus dibuang . setelah itu menyapu , mengepel dan membersihkan rumah .

__ADS_1


setelah rumah terlihat bersih dan rapi, Mia bergegas ke dapur , untuk memasak . Mereka akan bergantian untuk istirahat makan disekitar jam satuan.


Sedang ayah Asep akan pulang ke rumah disaat uang gajihnya sudah menipis. Karena kalau awal bulan ayah Asep tidak pernah pulang, kabar yang Mia dengar ayah Asep menikah lagi. Seperti nya ibu Asep mendengar kabar seperti itu sudah biasa, tidak ada reaksi yang ditunjukkan ibu nya Asep mendengar suaminya menikah lagi. " nanti kalau g punya duit juga balik ke rumah . " ucap ibu Asep saat ada seorang teman nya memberi tahu kalau suami nya menikah lagi .


__ADS_2