
Dimalam hari yang gelap gulita di kampung lembah bambu dikaki gunung terlarang, hawa dingin yang selalu menyelimuti lembah kini berubah menjadi panas.
"Amin.. larilah nak.."
"Lariii..."
Seorang anak berusia 7 tahun lari dengan kencangnya diantara kobaran api, ia lirik kiri dan kanan terlihat semua rumah penduduk terbakar, para warga lari tak menentu arah sebagian menjerit histeris dan meratap diantara kobaran api, sedang yang lainnya bersenjatakan seadanya seperti golok, balok kayu dan bersiaga dengan segala kemungkinan.
"Ada apa bu?" Seorang anak lelaki berumur 7 tahun itu dengan napas terengah-engah bertanya pada wanita paruh baya itu yang baru di temuinya
"Kampung kita diserang siluman..". Jawab Perempuan Berumur 30 tahun itu dengan wajah cemas.
"Dimana Ayah.."
"Ayah mu bersama para warga mencoba mengusir siluman".
"Ibu siluman apakah itu bu ?".
"Siluman serigala Api. tingk...".
BOOOMMMM, BOOOMMM
Ledakan besar di tengah kampung, yang menghancurkan rumah besar adat kampung dan rumah - rumah disekitarnya ledakan itu, api membungbung tinggi, dan menyebabkan gempa lokal, api semakin menyebar.
Dengan sekejab telah membakar seluruh rumah di kampung lembah bambu.
korban jiwa berjatuhan, para pendekar yang menyerang mengusir siluman serigala api banyak yang gugur, sebagian pendekar memilih mencoba menyelamatkan diri dan keluarganya.
Teriakan histeris dari anak - anak dan wanita - wanita terdengar jelas, ketakutan jelas terlihat di wajah warga, wajah pucat anak - anak ketika melihat manyat yang bergelimpangan di berbagai tempat, sebagian frustasi dan sebagian jatuh pinsan dan tidak sadarkan diri.
Amin melihat wajah ibunya yang sudah pucat, dengan berat ia mengoyangkan tangan ibunya yang berdiri mematung dengan air matanya yang mulai berlinang.
"Ibu mari kita cari Ayah...". Ajak Amin setengah teriak.
Wanita setengah baya itu menatap Amin, dengan senyuman yang dipaksakan dalam hatinya merasakan kepahitan yang dalam.
"Amin Anakku.. Ayahmu Seorang pendekar.. Dia bertarung dengan pendekar lainnya di garis depan tepatnya berada di ledakan besar tadi..". ia berkata dengan sedikit nada suaranya gemetar menahan kesedihan yang amat dalam.
Amin terjatuh dan belutut ia anak 7 tahun namun ia sangat mengerti maksud dari perkataan ibunya itu, matanya menjadi basah.
__ADS_1
"Jadi apa yang mesti kita lakukan Bu..". Tanya Amin melihat wajah ibunya yang diliputi kesedihan.
"Anakku.. Tidak ada jalan bagi kita untuk melarikan diri, kecuali lompat ke jurang lembah bambu ini.. namun hanya kematian juga yang menunggu kita disana..". kata ibunya mengusap kepala amin.
Lalu wanita paruh baya itu berdiri tegak didepan amin, tangannya mengambil sebatang kayu yang teletak ditanah lalu ia jadikan tongkat.
Dalam kesedihan Amin memperhatikan gerak - gerik ibunya yang tak biasa, namun ia tak begitu menghiraukannya, Namun yang menarik perhatiannya beberapa orang di sekelilingnya mulai terjun ke jurang lembah bambu berharap mereka akan selamat disana padahal jelas itu bunuh diri, sebagian tetap berdiri tegak bersiap menghadapi segala kemungkinan yang muncul didepannya.
Tidak lama kemudia ratusan serigala api muncul dari dalam puing - puing rumah yang terbakar, siluman serigala api memang tubuhnya mengeluarkan api yang menyala - nyala dan membakar apapun disekitarnya.
Semua penduduk tersisa ditepi jurang, melihat serigala api dengan wajah sangat garang membuat kandas harapan untuk melawannya, kebanyakan mereka memilih melompat kejurang, ibu - ibu bahkan membawa serta anak - anaknya melompat kejurang.
"Amin.. Lihatlah gerakan pukulan ibu dengan hati - hati andaikan kau hidup ini akan menjadi warisan dariku.. ini dinamakan tehnik pukulan ganda yang legendaris.. namun yang ibu miliki hanya satu jurus saja..". kata ibu amin sembari maju meyerang ratusan serigala.
Di ikuti belasan orang yang tersisa ikut menyerang bersama - sama, disisi lain para serigala api juga menyerang manusia dengan membabi buta, bentuaran tongkat ibu amin dengan wajah serigala membuat api membesar.
"Boom"
"Tenaga dalam bidadari.. pukulan ganda.."
Buk.. Buk..
Amin tidak kuasa melihat ibunya bertarung mati - matian dengan keroyokan serigala, sementara pendekar lainnya sebagian terbakar hidup - hidup sebagian lagi gugur di cabik cabik serigala, yang akhirnya semuanya gugur hanya menyisakan ibunya seorang ditengah kerumunan serigala,
wanita itu menari - nari bagaikan bidadari ditengah kerumunan siluman serigala api, namun ia bagaikan singa betina yang dikeroyok, tongkat kayu ditangannya berubah bagaikan sebuah tongkat baja yang amat kuat,
"Auuuuuuunnggggg ..... Auuuungggggggg". terdengar serigala memanggil bantuan, dalam sekejab puluhan serigala dari berbagai arah muncul dan menyerang ibu amin.
Mata Amin Memerah karena amat marah dan kesal lalu ia bangkit dan megambil kayu pentungan yang telah berdarah yang sebelumnya digunakan oleh pendekar lain untuk menghadapi siluman serigala dengan amarah yang meluap - luap Amin melihat serigala yang sangat besar yang mengawasi ibunya dikeroyok dapat dipastikan itulah rajanya.
"Siluman Bodoh... Kemari kalian hadapi aku...". teriak amin dan menyerang serigala yang amat besar serta api yang keluar dari tubuh raja siluman serigala telah berwarna kebiruan yang amat panas.
"Tenaga Dalam Bidadari.. pukulan ganda...". teriak Amin menyerang raja serigala.
Raja siluman serigala tidak menyangka pukulan bocah itu mengenai matanya, dan untuk dapat di elak cepat walaupun terkena sedikit namun tidak menyebabkan luka serius.
"Booomm..."
"Anak Manusia.. Pukulanmu benar - benar menyakitkan..?". Kata siluman serigala itu yang membuat Amin dan Ibunya Terkejut rupanya siluman serigala itu dapat bicara.
__ADS_1
Namun disisi lain Ibu Amin melihat peluang negosiasi, siluman ini telah memiliki kecerdasan manusia setidaknya dapat diajak bicara.
"Tuan Serigala Lepaskan Anakku Aku akan menyerah..". Pinta Ibu Amin Mulai angkat bicara.
"Auuuuuunggg". Teriak Raja Siluman Serigala Itu yang membuat semua serigala menghentikan serangan mereka.
"Kamu sungguh kuat.. dan sulit dihadapi namun aku ada tawaran begini..". kata Raja siluman serigala api nampak berpikir pikir.
"Hmm.. Bocah ini akan saya biarkan hidup.. asalkan kamu melompat ke jurang bambu itu..". Kata Siluman Serigala sembari menunjukkan kearah jurang.
Siluman serigala tau betul wanita ini lebih sulit dihadapi bahkan ia lebih memilih menghadapi penduduk sekampung dari pada menghadapi wanita dihadapannya itu. Andaikan terpaksa maka Raja siluman serigala akan banyak kehilangan bawahannya.
Amin melihat ibunya tersenyum, wajah ibunya nampak bahagia, Amin berlari menubruk dan memeluk ibunya dengan genangan airmata.
"Ibu kita hadapi mereka sampai titik darah penghabisan.. ibu jangan sekali - kali berpikir dengan permintaan raja siluman itu..". Kata amin tegas.
Belaian lembut di kepala amin air mata tak tertahankan. wanita itu mengangkat kepalanya dan menjatuhkan tongkat kayunya.
"Raja siluman serigala api.. kita sepakat dengan hal itu.. aku akan memenuhi permintaan mu dan aku berharap kamupun akan memenuhi janji mu..".
"Aku selalu menepati janjiku..". kata Raja siluman serigala api.
"Kau berencana membunuh ibuku dengan ketidak berdayaanmu melawan ibuku.. belasan telah mati dan puluhan telah terluka parah.. jika ibuku mati aku juga akan mati disini..". kata amin marah.
"Amin anakku dengarkan ibu nak...".Kata ibu amin menahan agar amin tidak memprovokasi raja siluman serigala api.
Namun Amin dengan tongkatnya secepat kilat menerjang menyerang serigala api yang berada di sekelilingnya.
"Tenaga dalam bidadari.. Pukulan ganda..".
Tongkat itu menghantam serigala api dan terhuyung - huyung, lalu serigala lain bergerak menyerang amin dengan cepat sekali, sambaran serigala api berhasil mencakar Amin dan terhempas jauh tergeletak dengan dada terbakar.
kejadian itu berlalu amat cepat, sehingga ibu amin tidak sempat menyelamatkannya, melihat amin yang tergelatak ditanah taulah dia bahwa anaknya telah meninggal dunia.
Mata wanita itu jadi gelap aura pembunuh sangat pekat membuat para siluman ketakutan, termasuk Raja siluman serigala api.
Lalu wanita itu seolah berubah menjadi seorang wanita yang haus darah, dia mengambil tongkat kayu miliknya dan memandang Raja siluman serigala api dengan tatapan dingin.
"Kau.. Kucing Kudisan.. Membuatku melanggar janjiku pada suamiku... sekarang kalian...
__ADS_1
" MATI.."