
Dunia ini terdiri 5 Benua Utama yang dinamakan berdasarkan letaknya, Bumi Tengah, Bumi Utara, Bumi Selatan, Bumi Barat, Bumi Timur. Di Bumi Timur yang terdiri dari empat Kerajaan, keempat Kerajaan hanya menguasai sepuluh persen dari daratan Bumi Timur selain itu adalah dataran bebas yang didiami oleh Siluman dan Bangsa Jin lainya.
Kampung Lembah Bambu adalah termasuk wilayah dataran bebas dikaki Gunung Terlarang yang tidak tunduk kepada kerajaan manapun di Bumi Timur.
Kampung Lembah Bambu adalah kampung yang sangat permai. Wangi semerbak bunga harum seluruh Kampung, air sungai mengalir dengan jernih serta berbagai macam ikan berada didalamnya, warga terlihat rukun dan damai serta hidup sejahtera. Lebih dari seratus tahun kampung lembah bambu berdiri kokoh dari serangan berbagai macam siluman, karena kampung lembah bambu memiliki banyak pendekar – pendekar budiman yang mengabdi pada tanah airnya.
Namun sekarang akibat serangan siluman serigala api dalam jumlah besar, kampung lembah bambu tidak terlihat seperti diceritakan, lebih tepatnya adalah sebuah lahan hangus dengan bau busuk yang sangat menyengat hidung, manyat dan bangkai – bangkai hewan siluman bergelimpangan sepanjang pemandangan, tempat ini lebih tepatnya disebut neraka dari pada kampung.
Keesokan harinya, berita serangan siluman serigala api terhadap kampung lembah bambu berita itu telah tersebar sampai kepada keempat kerajaan di Bumi Timur, Kerajaan Awan merupakan kerajaan terdekat dengan lembah bambu sehingga mereka mengirim Jendral Dian salah satu jendral kepercayaan dan memiliki keahlian yang tinggi serta seratus orang prajurit berkuda terkuat untuk mengulurkan tangan membantu warga kampung lembah bambu.
Namun alangkah terkejut, semua warga tidak ada yang selamat hanya ada mayat dan bangkai siluman bergelimpangan sejauh mata memandang, sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.
Wajah jendral terlihat muram melihat banyak siluman serigala api yang mati, dan terlihat bekas pertarungan yang amat dahsyat, dapat di bayangkan betapa gigihnya para pendekar warga berjuang mempertahankan kampungnya, bisa dikatakan andaikan Siluman Serigala Api itu menyerang Kerajaan Awan tentunya akan menyebabkan kerugian yang amat besar dan bisa jadi dapat memusnahkan sepuluh persen kekuatan Kerajaan Awan.
Seorang prajurit menghadap berlutut memberi hormat dengan kepala menunduk.
“Jendral.. sepertinya tidak ada seorangpun yang selamat…!!”.
“Periksa lagi sampai ke tepi jurang !”
“Baik Jendral..”
Para perajurit mulai mengangkat puing – puing sisa kebakaran, namun mereka tidak menemukan orang yang hidup namun mereka menemukan beberapa barang berharga seperti emas dan perak, sehingga sebagian prajurit semakin bersemangat dalam mengangkat puing – puing.
Di tepi jurang bambu seorang anak dengan luka cakar disekunjur tubuhnya, dan bekas pendarahan hebat di luka yang telah mengering, lalu dengan cepat dua prajurit memeriksa detak jantungnya, masih terdengar berdetak dengan lemah.
“Jendral.. lapor sepertinya seorang anak selamat namun keadaannya sangat kritis di tepi jurang”. lapor seorang prajurit.
“Bawakan dia kemari..”. Perintah Jendral.
Kedua prajurit bergegas membawa tubuh anak berusia tujuh tahun, dia tidak lain adalah Amin dengan luka cakar yang mengenaskan di sekunjur tubuhnya, wajahnya terlihat pucat seperti manyat, ditangannya masih terpegang erat tongkat kayu yang menandakan semagat juang tinggi dalam mempertahankan kampung halamannya dari Siluman Serigala Api.
Jendral Dian hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan terharu, dibawah lagit yang cerah dipenuhi gagak – gagak berterbangan diangkasa seolah menunggu mereka pergi agar dapat menyantap makanan dengan leluasa, Jendral Dian membatin.‘Hanya Tuhan yang tahu bagaimana dahsyatnya perjuangan warga Lembah Bambu dalam mempertahankan tanah airnya, walau akhirnya binasa namun sejarah akan selalu dikenang’.
Lima Prajurit yang bertugas memberikan bantuan medis segera merawat luka Amin, setelah seharian pencarian kesegala pelosok dan dibawah puing – puing tidak ada satupun warga lain yang dijumpai hidup – hidup, akhirnya jendral memerintahkan para prajurit untuk meninggalkan Lembah Bambu dan membawa Amin ke Kerajaan Awan, walaupun mereka tidak yakin dapat menyelamatkan anak itu setidaknya hanya seorang itu saja yang dapat bertahan hidup dari keganasan Siluman Serigala Api, setelah magrib merekapun kembali ke Kerajaan Awan.
__ADS_1
**
Kerajaan Awan adalah salah satu dari empat kerajaan di Dunia timur dan termasuk kerajaan terlemah, dari ketiga kerajaan lainnya, yaitu ; Kerajaan Gurun, Kerajaan Permata, dan Kerajaan Pantai. Keempat kerajaan ini memiliki perisal kubah pelindung raksasa yang menjulang tinggi ke angkasa sehingga tidak dapat ditembus oleh siluman tingkat tinggi, sehingga selama ratusan tahun setelah para ahli kitab dapat menciptakan tehnik perisai kubah ini maka setiap wilayah kerajaan akan terlindungi, seluas satu juta hektar yang dapat dijangkau kubah pelindung itu.
Jumlah penduduk di Kerajaan Awan lebih dari 20 juta dengan tujuh katagori status sosial, yaitu : Keluarga Kerajaan, Bangsawan Utama, Bangsawa Kesatu, Bangsawan Kedua, Bangsawan Ketiga, Rakyat Biasa dan Budak.
Status sosial di Kerajaan Awan berdasarkan dua faktor, kekuatan keluarga dan kekayaan, sehingga setiap keluarga berlomba – lomba mencari sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan keluarga mereka. Berbagai macam cara dilakukan untuk meningkatkan status sosial mereka. semakin terpandang sebuah keluarga biasanya semakin terjamin exsistensinya semakin lemah sebuah keluarga maka mereka akan tersingkir dan turun status sosial mereka.
Maka tidak heran mereka bersaing dengan berbagai macam cara baik halal maupun haram. sehingga, sebagian dari penduduk Kerajaan Awan memilih mencari sumber daya sampai diluar perisai kubah pelindung, dan tidak sedikit dari mereka yang berburu siluman di luar perisai untuk kebutuhan budidaya meningkatkan kualitas budidaya diri dan keluarga mereka.
Di Kerajaan Awan tingkat kualitas budidaya manusia terdiri dari beberapa tingkatan, dari yang terendah hingga tertinggi ;
Orang Biasa, Tingkat Pejuang, Tingkat Kayu, Tingkat Batu, Tingkat Timah, Tingkat Besi, Tingkat Perunggu, Tingkat
Perak, dan Tingkat Emas.
Masing – masing tiap tingkatan terdapat lima bintang untuk dapat menerobos tingkat selanjutnya, dan biasanya
Sehingga di Kerajaan Awan hanya segelintir orang ahli yang dapat mencapai peringkat tingggi, di Kerajaan Awan
hanya satu orang saja yang berhasil menerobos tingkat perak yaitu Raja Diyu, Raja dari Kerajaan Awan. Sedangkan dari kalangan bangsawan mereka hanya memiliki ahli tingkat perunggu dan besi.
Istana Kerajaan Awan adalah Istana yang sangat besar dan megah dengan area sangat luas terletak di tengah
Kerajaan Awan, istana ini juga mengendalikan kubah perisai raksasa, sehingga istana menjadi tempat utama untuk dilindungi.
Di taman belakang istana dipenuhi bunga – bunga di sana juga terdapat lapangan yang luas untuk berlatih
ilmu beladiri, di pinggir lapangan penuhi pohon – pohon negeri awan dengan daun aneka warna terlihat sangat indah dan memikat hati.
Sebuah aliran sungai kecil berlikuk – likuk dalam taman, dipenuhi dengan ikan – ikan mungil begitu indah, suara aliran air dan suasana alam sungguh menyejukkan hati serta menentramkan jiwa, sehingga sangat baik untuk melatih ketenagan untuk meningkatkan tenaga dalam.
Seorang gadis kecil cantik mungil berumur 6 tahun memakai baju sutra dua belas lapis, terlihat duduk bersila di atas batu besar di bawah pohon awan, wajahnya terlihat sangat berseri – seri dan anggun, kecantikannya walaupun di usia kecil sama dengan kecantikan para Dewi.
__ADS_1
Gadis itu adalah putri tunggal Raja Diyu, Putri Daria di usianya dini ia telah mendapat julukan Dewi Pelangi julukan itu tentunya memiliki sebab, selain cantik jelita ia juga jenius nomor satu di Kerajaan Awan, di usia hanya menginjak enam tahun budidayanya telah mencapai tingkat pejuang bintang empat, tak heran karna biasanya anak seusianya bahkan belum ada yang naik ke tingkat pejuang.
Seorang kakek tua berpakaian serba putih tiba - tiba bergegas datang menghampirinya, Janggutnya panjang dan memutih ia adalah Guru Putri Daria yang akrab dipanggil Guru Sufi telah berumur 90 tahun dengan tingkat budidaya perunggu bintang lima.
“Tuan Putri ! Sampai dimana sudah latihan mu ?”. Tanya Guru Sufi sambil mengelus ngelus jenggot panjang nya yang telah mencapai pinggang.
“Guru !! saya hampir menerobos pejuang bintang lima”. Jawab Putri Daria dengan senyum puas.
Guru Sufi nampak terkejut bukan main, bulan lalu baru saja Putri Daria naik tahap ke bintang empat, selama hidupnya belum pernah ia melihat terobosan tiap tahap hanya dalam waktu sebulan, namun biasanya setiap terobosan tahap mestinya harus hitungan tahun, atau bahkan orang biasa bisa mencapai puluhan tahun.
“Tuan Putri. Aku rasa Tuan Putri benar – benar akan menjadi penerus Yang Mulia mungkin saja dapat melampauinya dalam waktu singkat.”.
“Terimakasih, Guru ! ini semua karna bimbingan dan arahan Guru, Oya sepertinya Guru ada yang mau dibicarakan dengan ku”. Sambung Putri Daria.
“Ah benar, akhir – akhir ini aku melihat pergerakan siluman telah mulai gencar menyerang perkampungan – perkampungan di wilayah bebas, sekarang di ruang medis kerajaan mereka membawa seorang bocah berumur tujuh tahun terluka parah dan beberapa prajurit luka ringan dari penyerangan Siluman Serigala ketika mereka kembali, sekarang anak itu dirawat disana, dan menurut keterangannya anak itu dari Lembah Bambu di kaki Gunung Terlarang”.
“Wilayah bebas ya ? Aku sangat benci pada mereka yang tidak mau tunduk kekerajaan manapun, sekarang begitu mereka ada masalah baru mencari dukungan, mau menjadi parasit di kerajaanku, aku tidak akan menerima itu”. Kata Putri Daria dengan wajah serius.
Pernyataan itu membuat Guru Sufi terkejut, itu seharusnya bukanlah pemikiran anak – anak berumur enam tahun, namun Putri Daria memang terlihat selalu tampil lebih dewasa dari anak seumurannya. Pada dasarnya Guru Sufi ingin membujuk Putri Daria untuk bisa menerima bocah itu untuk menjadi adik seperguruannya apabila ia berhasil selamat, mendengar perkataan itu, sedikit sulit untuk menyatakan pendapatnya, karena walaupun Guru Sufi adalah gurunya namun untuk membuat keputusan itu agak sulit.
“Tuan Putri, Begini anak itu bukan meminta bantuan kita, namun kampungnya diserang siluman, jadi sudah sewajarnya kita membantu mereka, apalagi dulu mereka memiliki hubungan dangang dengan kita, dan sudah seharusnya kita membantu mereka”. Guru Sufi menjelaskan, ia juga tidak ingin muribnya itu terlalu kejam karna itu akan buruk untuk budidayanya kedepan.
Dengan tatapan dingin Putri Daria menjawab. “Baiklah Guru, Namun seperti pepatah, Ada ubi ada talas ada budi maka harus dibalas, dan aku menginginkan anak itu menjadi.. ”.
“Menjadi apa Tuan Putri”. Tanya Guru Sufi Penasaran.
“BUDAK!”
__ADS_1