Jalan Hidup Pendekar Sejati

Jalan Hidup Pendekar Sejati
Episode 11. Dunia Misterius


__ADS_3

Kerajaana Kurcaci Kuno, berdiri 100 ribu tahun sebelum kemuculan Siluman, Kerajaan ini hancur sebelum adanya Kubah Perisal Pelindung.


Kota ini adalah kota besar yang di ketahui telah hancur beberapa abad dulu karna penyerangan siluman yang tak kunjung berakhir.


Kini hutan telah menutupi reruntuhan itu, sehingga tempat itu tidak ubahnya seperti hutan yang tidak berpenghuni


Reruntuhan kerajaan kurcaci tidak ada jebakan didalamnya karena kota para kurcaci sebelumnya, namun lain hal di makam kurcaci kuno.


Makam kuno merupakan daerah terangker, banyak pembantaian masa dalu disana menyebabkan tengkorak dan


rangka manusia berserakan diluar Makam Kuno, namun didalam makam sendiri sangat banyak peti dan jebakan yang mematika, aura dingin seakan menusuk tulang bagi pendatang disini.


Banyak jebakan yang dipasang untuk menghindari jarahan makam, dan pada umumnya digunakan juga sebagai menyimpan barang terkutuk.


Makam ini yang didatangi oleh Putri Daria, Jendral dia, prajurit, dan sekelompok Budak.


Didalam gua sangat gelap gulita, beberapa orang membawa obor untuk penerangan didalam gua, sedang Amin berada di paling depan menuntun, beberapa tombak mengarah pada budak dan Amin, namun Amin beruntung dia dapat menghindarinya, namun budak dibelakannya beberapa terkena tombak hingga tewas dan beberapa dengan luka serius.


Amin terus masuk ke dalam makam reruntuhan kurcaci kuno, bersama beberapa orang yang tersisa dengan hati – hati.


Putri Daria memandang Jendral Dian dengan wajah khawatir,


“Bagaimana kalau kita masuk ?” kata Putri Daria, makam telah dijelajahi dengan jauh oleh para budak dan kemungkinan jebakan telah dipatahkan dengan puluhan budak tewas dan luka - luka.


“Baiklah Tuan Putri kita masuk” kata Jendral Dian,


Mereka lalu masuk dan menelusuri jalan yang telah dituntun oleh beberapa budak didepannya, setiap budak membawa obor masing - masing untuk penerangan, sehingga ruangan memiliki penerangan yang cukup.


Di jalan masuk gua Putri Daria melihat beberapa budaknya yang telah tewas akibat terkena jebakan, sebagian terluka parah.


“Apakah para budak telah menemukan harta karun atau lainya?” Tanya Putri Daria.


“Belum Tuan Putri, Namun disana ada sebuah pola tulisan kuno kami tidak dapat membukanya” Kata seorang budak yang baru kembali dari ujung lorong.


“Baiklah bawa aku kesana?!” Kata Putri Daria


“Baik Tuan Putri” Budak itu pun perlahan melangkah dengan hati - hati,

__ADS_1


Sesampai di sebuah ruangan, Amin telah berdiri disana menunggu terlihat sedikit luka dipundaknya, akibat jebakan tombak, namun dia dapat menghindari hingga sedikit mengores pundaknya.


Amin pada dasarnya dapat merasakan setiap gerakan disekelilinya biarpun itu dari kejauahan, namun dia tidak dapat merasakan bentuknya dengan akurat, namun untuk mendeteksi dia menggunakan penciuman dan pendengaran, seperti halnya kedatangan Putri Daria dari jauh wangi Putri Daria sudah diketahuinya, apalagi Putri daria suka memerintah.


Ketika Putri masuk kedalam ruangan Amin berada, Putri Daria hanya meliriknya saja seakan tidak peduli dengan budaknya itu.


“Mana pola Tulisan Kuno itu?!” Tanya Putri Daria ketus.


“Ini tuan Putri" Kata Amin sambil menunjukkan kedepan ke sebuah batu yang ada didepannya


“Apa kamu buta Batunya bukan disit…?! Ah kamu memang buta!” Kata Putri Daria,


Amin hanya tersenyum, dia tahu Putri Daria memang selalu marah, ‘Mungkin itu karana penyekit darah tingginya kambuh’ pikir Amin.


Sebagian prajurit dan jendral dia berada di luar ruangan untuk melakukan penjagaan karna ruang juga agak sempit, didalam ruangan itu Amin dan Putri Daria, Putri Daria memecahkan kode, setelah mempelejari pola Kode Tulisan Kuno selama beberapa menit lalu kode dapat dipecahkan, dan berhasil.


Namun alangkah terkejut pintu ruangan tertutup, lantai pijakan terbuka sehingga Putri Daria dan Amin jatuh kedalam, secara bersamaan.


Blummmm blur…


Rupanya dibawah itu adalah sungai dengan air yang deras, Amin dapat merasakan keberadaan Putri Daria dan berenang mencoba menangkapnya, dalam arus air yang kuat.


“Buta!!, Ada jalan keluar didepan!! Bersiaplah” Kata Putri Daria.


“Baik – baik” Kata Amin


Amin tidak mengerti apa - apa sementara di ujung terowongan Terusannya ke air terjun yang tak tahu sejauh


mana air itu akan jatuh,


“Pengang yang kuat kita kan jatuh” Kata Putri Daria memeluk Amin dengan eratnya.


Wroommmm Wroommmm


Blooommmmmm  Blooommmmmm


Amin tidak begitu pintar berenang namun waktu berumur 5 tahun rumahnya di tepi pantai secara tidak langsung ia sering mandi dan berenang di sungai – sungai kecil.

__ADS_1


Jatuhnya sangat tinggi lebih dari 30 meter, Putri Daria dengan ringannya dia berenang ketepi pantai, namun Amin terengah - engah berenang tanpa arah karena benturan dengan air dengan keras membuatnya tidak dapat meresakan apapun.


Amin terus dibawa hanyut oleh arus sungai dengan derasnya, sementara Putri Daria telah berdiri ditepi sungai dengan basah kunyup,


“Buta!!, Kenapa kau?! Dasar menyusahkan !! Teriak Putria daria dengan sedikit kesal dia terjun kesungai untuk menyelamatkannya.


Putri Daria menerik Amin kepinggir sungai dengan sudah payahnya, seketika Amin sampai ditepi sungai, ia merasakan kesakitan, rupanya kesakitan itu berasal dari patah tulang rusuk yang sebelumnya dideritanya, sehingga tidak lama kemudia Amin hilang kesadaran.


“Dasar bocah !!, menyusahkan ku saja,” Teriak Putri Daria sedikit marah dan kesal,


Namun Putri Daria sadar apapun yang dilakukan akan sama saja, karna bocah didepannya telah tidak sadarkan diri, Putri Daria lalu memopongnya jauh dibawa masuk kedalam hutan yang tidak dikenali itu.


Putri daria sedikit bingun di tempat baru itu, dia tidak bisa belihat kubah pelindung dilangit, seketika dia terkejut.


“Apa? Ini bukan lagi berada dalam kawasan kerajaan awan?” Katanya kaget "Ini Tempat Sangat Misterius"


Putri Daria membaringkan Amin di sebuah batu dan dia mencari tahu daerah misterius dengan berjalan menelusuri


pinggir hutan.


Lalu dengan susah payah mencari petunjuk selaman berjam - jam hingga dia memdapatkan sebuah prasasti yang bertuliskan bahasa bangsa kerdil, dia memcoba membacanya.


“Disini Tempat Penyimpanan Harta Pusaka Bangsa kurcaci paling berharga Cincin Ruangan Dewa Kurcaci, Ingat!! setiap hadiah selalu membutuhkan pengorbanan”


Tulisan di batu itu membuat Putri Daria mengerut kening,


"Cincin ruang ya?" Gumam Putri Daria


Dulu di kehidupan seribu tahun lalu benda ini sangat mudah didapatkan, cara penempaan hanya bagi mereka yang telah meguasai hukum ruang tingkat tinggi, sehingga bisa membuat cincin ruang dengan mudah.


Semakin tinggi pemahaman Ilmu hukum ruang, semakin besar pula ruang cincin dapat di ciptakan.


Rodi si Dewa Kurcaci dahulu termasuk orang yang se Era dengan Putri Daria, namun dia Raja Penempa Tertinggi sehingga dalam hal menempa tidak ada yang dapat menyamainya,


“Cincin ruang nya pasti sangat besar dan penuh dengan harta karun saya harus mencarinya” Gumam Putri Daria.


Tiba - tiba dia teringat pada amin yang dibaringkan dengan terluka seorang diri di bebatuan “Baiklah aku akan kembali melihat sibuta itu dulu” kata Putri Daria dengan wajah kesal

__ADS_1


Lalu ia mempercepat langkahnya kembali ke tempat Amin dibaringkan, begitu sampai disana Amin telah Hilang putri daria mendekati batu dan memperhatikannya, Putri Daria melihat jejak kaki yang aneh dan besar lalu dengan marah dia berteriak.


“Awas kau Monyet Salju Merah!!”


__ADS_2