
Kerusakan kubah pelindung, setelah diselidiki dilakukan oleh seorang pelayan tua dari luar karajaan awan, yang telah bekerja pada kerajaan lebih 20 tahun. kerusakan itu membuat siluman gagak dapat masuk dengan mudah, sehingga membaintai hampir seluruh keluarga kerajaan.
Setelah penyerang siluman gagak sebulan yang lalu, tingkat kewaspadaan mulai ditingkatkan. Kubah perisai pelindung di aktifkan kembali seperti sediakalanya. Raja Diyu telah mengeluarkan peraturan ketat baru untuk para penduduk, setiap anak dari penduduk diwajibkan untuk belajar di perguruan, guna untuk meningkatkan kekuatan kerajaan. Sehingga semua anak - anak tidak diperbolehkan bekarja kecuali para budak,
Peraturan lainnya siapapun yang berasal dari luar kerajaan harus ditangkap, di cabut indentitasnya, dan diberi dua pilihan keluar dari kerajaan awan tanpa membawa apapun atau jadi budak.
Sebagian memilih menjadi budak sebagian lain memilih keluar dari kerajaan awan. Bibi Yuna salah satu juga berasal dari luar kerajaan, ia tidak memiliki siapapun sanak famili diluar kerajaan awan lagi, namun ia juga harus memilih salah satu keputusan.
Bibi Yuna sebenarnya walaupun berat ingin meninggalkan kerajaan awan, namun mendengar amin menjalani hukuman terberat, harus naik sidang istimewa kerajaan, karena jasa dan pengkianatan.
Diruang hakim Amin duduk sebagai penderita, berbagai tuntutan di bacakan beserta pertimbangannya. yang
menarik persidangan Amin dihadiri banyak kalangan, termasuk raja, ratu, putri, dan keluarga besar lainnya.
hakim krita adalah hakim terbaik di kerajaan awan, tentunya ia akan selalu mempertimbangkan kepentingan raja dan kepentingan dirinya - sendiri.
“Amin !!, menurut pandangan ku, umurmu sebenarnya bukan bocah 7 tahun !!, berapa umurmu sebenarnya ?”. kata hakim krita serius dan meyakinkan, membuat orang diruangan itu tercengang, termasuk raja. Pada awalnya Raja Diyu telah menduga amin adalah seorang ahli yang menyamar.
Amin bingung atas pertanyaan hakim, agak tidak mengerti. Amin bahkan kelihatan gugup karna tidak tahu harus menjawab apa.
“Umur saya tujuh tahun itu yang ibu saya katakan, sebelum saya masuk kekerajaan awan, selebihnya saya tidak tahu”. Jawab amin jujur.
Namun lain halnya dengan para hadirin yang semakin bertambah curiga.
Hakim krita menanyakan lagi dengan pertanyaan sulit lainnya.
“Amin !, sekarang aku melihat kau bahkan belum mencapai tingkat pejuang, bagaimana kamu menyembunyikan budidayanu yang tak terhingga itu”. Tanya hakim krita dengan kritis.
“Saya tidak tau?, Jawab amin jujur”. Amin benar benar tidak tau apa maksud hakim krita.
Hakim krita menganguk – nganguk seolah ia telah menemukan jawaban, dan begitu juga dengan hadirin, mereka mulai pucat bahwa yang ada didepannya itu benar - benar salah satu penyusup.
Amin hanya yang kelihatan bingung dengan wajah para hadirin yang memandangnya dengan pucat dan sebagian dengan benci.
Putri daria akhirnya berdiri dan bertanya pada amin.
“Amin, aku ingin menanyakan padamu, bangainama cara kamu mencuri kekuatan pedang unguku ?. Aku bahkan membaca buku petunjukpun belum bisa menguasainya.”. Tanya Putri Daria memberatkan.
“Saya tidak tau, begitu saya pegang gagang pedang tiba - tiba Saya langsung kuat”. kata Amin jujur memang tidak tahu.
Semua orang semakin yakin bahwa amin benar – benar siluman yang berubah wujud menjadi manusia sebagian pendekar sudah bersiap – siap menyerang.
__ADS_1
Sementara Putri Daria tersenyum, dan maju kemeja hakim krita, lalu ia mengeluarkan pedang biru yang pernah dipakai Amin lalu meletakkan di meja hakim.
“Hakim krita, tolong pegang pedang itu, apakah anda bisa langsung kuat seperti yang amin ceritakan.”. pinta Putri Daria.
Hakim segera memegang pedang legendaris itu namun tidak bereaksi apapun, semua hadirin semakin bingung, mungkinkah kekuatan pedang itu telah diserap siluman Amin itu pikir mereka.
“Ini bahkan tidak ada aura apapun, pasti kekuatan pedang telah diambil”. Kata hakim menjelaskan.
Sebenarnya Pedang Bidadari hanya bereaksi baik pada pemilik darah murni Dewi Bidadari langit, Putri Daria tahu hal itu, selain darah murni maka hanya bisa menggunakan 10 persen saja kekuatannya itupun dengan buku panduan.
Amin hanya diam bingung tidak tahu apapun, dalam dunia persilatan dia tidak tau tentang budidaya, atau segala tehnik lainnya, yang ia tahu hanya satu yang di ajarkan ibu padanya, yaitu tenaga dalam bidadari, pukulan ganda. Sebenarnya tidak ada tenaga dalam bidadari, yang benar hanya pukulan ganda.
Tenaga dalam bidadari hanya dapat dipelajari oleh perempuan saja, sejak dahulukala ilmu itu hanya digunakan oleh perguruan wanita. Namun lain halnya dengan pedang dewi bidadari, adalah pedang netral yang mengenal tuannya dengan darah keturunan.
Putri Daria disebut sebagai jenius nomor satu, lebih dewasa pemikirannya ketimbang orang dewasa pada umumnya.
“Aku ingin bertanya, kamu telah mencuri kekuatan pedangku, apa kau bersedia mengembalikannya?”.Tanya Putri Daria.
Amin bingung namun karna dia dituduh mencuri punya orang, itu adalah hal yang paling buruk dalam
hidupnya, ibunya pernah berpesan. “Anak yang baik!!, janganlah jadi pencuri, walaupun hanya untuk sepotong roti karna kamu lapar, sebaiknya kamu memintanya dengan baik – baik, jika tidak diberikan, maka ikatlah perutmu agar dapat menahan rasa lapar”. Nasehat ibunya tergiang ditelinganya.
“Baiklah kalaupun saya mencuri, saya akan mengembalikannya, tapi saya tidak tahu cara mengembalikannya”. Kata Amin jujur.
“Baiklah tuan hakim, aku akan mengambil kembali kekuatan pedangku, selanjutnya aku ingin dia menjadi budakku”. Kata Putri Daria kepada hakim.
Semua orang terkejut termasuk raja dan para bangsawan. Hakim krita sedikit lega, walau dia sendiri tidak tahu cara mengambil kekuatan pedang namun dia percaya pasti Putri Daria tau caranya.
“Jadi Amin telah kuputuskan, bahwa kamu harus megembalikan kekuatan yang kamu curi dan dihukum menjadi budak dikerajaan awan!”. Kata Hakim Krita memutuskan.
Amin seketika bangun dan meberi hormat pada hakim.
“Tuan Hakim !, Saya akan mengembalikan kekuatan, namun Saya menolak untuk menjadi budak, dan Saya lebih memilih keluar dari kerajaan ini..”. Kata Amin keberatan.
Putri Daria angkat bicara. “Biarkan dia keluar setelah mengembalikan kekuatannya, itu tidak masalah, namun jika kamu berubah pikiran kamu bisa menjumpaiku untuk memohon !”. Kata Putri Daria senyum mengejek.
Permintaan Amin disetujui dan Amin mulai di rantai kaki dan tangannya di bawa ke ruang khusus yang dirancang untuk mengambil kekuatan.
Semua hadirin yang hadir dalam persidangan istimewa itu keluar dengan berbagai macam pemikiran.
“Aku tidak yankin dia siluman, dia memang anak 7 tahun, dari cara bicaranya saja nampak bahwa dia tidak lebih pintar dari anak pada umumnya.”. kata salah seorang hadirin.
__ADS_1
“Kamu salah, tidakkah kau tahu kalau dia dapat mehajar raja siluman gagak!, bagaimana mungkin
dia tidak megerti apa – apa?”. Jawab yang lainnya.
“kesurupan mungkin saat itu, jadi tidak mungkin menjawab pertanyaan hakim karna memang bukan dirinya”. Sahut yang lainnya.
Namun mereka tidak ada yang tahu nasib Amin selanjutnya, merekapun pulang ke tempat masing – masing, dan melupakan jasa – jasa amin.
Diruang tahanan khusus Amin duduk di atas sebuah bangku, tidak tahu apa yang akan dilakukan padanya. Tidak lama kemudian Putri Daria masuk, dan membawa peralatan yang belum pernah dilihatnya.
“Amin berbaringlah disini, jangan bergerak, ini akan menyakitkan namun harus kamu tahan”. Kata Putri Daria.
“Baiklah asalkan Tuan Putri jangan mengatai saya pencuri”. Kata Amin, karna dia tidak mau di cap pencuri.
Aminpun berbaring diatas meja besar, Putri Daria menyuruh Amin melepaskan bajunya, Aminpun menuruti dan tidak membantah.
Putri Daria segera mengeluarkan jarum perak, ia segera mengunci seluruh aliran darah amin, sehingga amin tidak bisa bergerak, rasa sakit yang amat dahsyat, namun ia tidak dapat bersuara, hanya air matanya keluar bercucuran.
Putri Daria sebenarnya, memiliki rencana tersembunyi, ia ingin mengambil roh mata petir. Roh mata lagenda, ribuan tahun lalu diperebutkan didunia persilatan. mata petir ini juga dapat berkembang seiring meningkatnya budidaya seseorang.
Mata Petir termasuk pusaka langit, dahulu kala orang bisa membunuh tingkat emas hanya dengan sekali sambaran mata petir itu. seorang manusia biasa sekalipun dapat membunuh siluman tingkat kayu dengan mudahnya. Rencana kedua putri daria ingin menghancurkan pusat tenaga dalam atau meredian, sehingga sekeras usaha apapun ia takkan pernah dapat mengembangkan tenaga dalamnya.
Amin terus merasakan kesakitan yang luar biasa, seketika terdengar tehnik - tehnik aneh, amin tidak tau apa yang diperbuat yang dia ketahui dia tidak mau disebut pencuri.
“Tehnik pemisahan roh”. Tehnik Putri Daria menekan mata Amin, seketika cahaya mengandung petir keluar dari mata amin, sehingga mata hitam amin seketika berubah menjadi putih tidak terlihat lagi bola hitam dimatanya.
“Tehnik penyegelah tenaga dalam”. Amin merasakan kesakitan yang luar biasa, hingga akhirnya pinsan, dalam sanyup - sanyup terdengar suara tertawa senang dari Putri Daria.
**
Keesokan harinya Amin bangun dari tempat tidurnya dan membuka kedua matanya sudah tidak dapat melihat
apapun.
“Ya tuhan !, dimana aku ini gelap sekali”. Kata amin.
“Nak amin ini Bibi Yuna, apa kamu baik - baik saja ?”. Kata Bibi Yuna sedih melihat anak 7 tahun itu dengan mata semuanya telah memutih.
“Amin tersenyum, saya baik – baik saja Bibi Yuna, boleh saya tau kita berada dimana, kenapa ini gelap sekali ?”. Tanya Amin.
“Tidak anakku, kita sekarang berada di ruang paling belakang dibelakang kandang kuda, dan disini terang seperti biasanya”. Kata Bibi Yuna dengan air mata berlinang.
__ADS_1
“Berarti saya buta Bibi !!”. tanya Amin dengan iar mata mulai berlinang.
“Ya anakku !, kamu telah buta”. Jawab Bibi Yuna dengan isak tangis.