
Seribu tahun yang lalu, banyak manusia telah mencapai ranah tertinggi, mereka disebut Dewa atau Dewi. Di Dunia Timur sebuah kerajaan para dewa, mereka bersaing dan berperang sesama untuk membuktikan diri mereka, bahwa siapa yang terbaik.
Para dewa dan dewi saling menjatuhkan, untuk mencapai puncak, seorang dewa telah berada di puncak dunia persilatan selama ribuan tahun tidak ada yang dapat mengalahkannya.
Hingga setiap waktu selalu disibukkan dengan bertarung dan bertarung. Dia bernama Ishal di juluki Dewa Petir, semua pewa petir yang lain tidak berdaya didepannya.
Dewa Petir tidak sengaja menemukan seorang gadis cantik sebatang berpedang terselip dipinggang, dari auranya dia pendekar biasa, namun memiliki kecantikan seperti Dewi yang sangat luar biasa dia bernama Nisa.
Ishal tergerak hatinya ingin menunjukan kebolehan pada Nisa sekaligus untuk mengujinya. Ishal sengaja menyembunyikan auranya yang hebat hukum petirnya.
“Nona pendekar, aku melihat kamu membawakan pedang boleh kita bertukar satu dua jurus”. Kata Ishal, tersenyum lalu ia mengambil sebatang ranting.
Nisa tersenyum lalu berjalan tidak memperdulikan ajakan ishal “Tuan Pendekar, sungguh saya orang biasa tidak pandai dalam bermain pedang, mohon maaf !!, lagi pula saya ada pekerjaan yang mesti saya kerjakan”.
Mendengan jawaban Nisa, Ishal tidak senang karna di dunia ini, apaun yang di inginkan harus didapatkan, karna dia dewa terkuat.
“Maaf Nona Muda, tapi Aku keberatan, sebelum nona muda mertukar jurus denganku nona muda tidak diperbolehkan pergi”.
Nisa hanya senyum dan berkata dengan ringan “Maaf tapi aku harus pergi !!" Nisapun pergi.
Nisa pergi namun ishal menghadangnya dengan ranting kayu, tiba - tiba ranting kayu itu patah sendiri.
Nisa hanya tersenyum berjalan seperti biasanya, Ishal mulai meningkatkan tenaga dalamnya lalu ia mengambil
ranting lain dan menyerangnya, namun sekerika ranting itu juga hancur lebur. Nisa tetap berjalan.
Ishal marah tidak main - main, menggerakkan separuh kekuatannya dengan seketika sebuah pedang petir terbentuk, Nisa tidak terkejut namun dengan santai ia tetap melakukan perjalannannya.
“Nona muda kali ini aku serius berhati - hatilah” secepat kilat Ishal menyerang membuat, gunung dan bukit hancur lebur, namun kenyataannyan separuh tenaga Dewa Petir itu, masih jauh di dari kekuatan Nisa.
Nisa tiba tiba melayang di udara,
“Kenapa pendekar ini terlalu kasar?” Tanya Nisa.
“Apa kau menyebut aku pendekar ? Aku adalah Dewa Petir !!”. kata Ishal,
“Baiklah pendekar Dewa Petir kalau begitu, aku pulang dulu jangan ganngu aku,”. Lalu Nisa terbang pergi.
“Tidak semuadah itu” Kata Ishal marah
Langit menjadi gelap gemuruh petir menghamtam apapun, seketika mata Ishal mengeluarkan kilauan petir dengan gemuruh.
“Tuan pendekar !!, kenapa engkau dengan kekuatan besarmu tidak digunakan untuk berbuat baik saja?”. Tanya Nisa.
Ishal telah berada cukup lama di puncak, namun kini dia merasa dipermalukan. Bisa dikatakan mempermalukan diri sendiri.
“Aku tidak bisa pulang sebelum mengalahkanmu atau kau mengalahkanku”. Kata Ishal.
Kalau begitu baiklah maju,“sekarang tiba - tiba Nisa terlihat serius, angin dan tekanan yang kuat membuat Ishal hampir tidak dapat bernafas, petir menyambar tak terarah.
“Kalau kamu sekuat itu kenapa tidak kukenal?” Tanya Ishal marah.
“Terkenal belum tentu kuat, kuat pun belum tentu terkenal, untuk apa ketenaran? kalau tidak bisa membedakan benar atau salah?”. Kata Nisa.
__ADS_1
Ishal langsung melakukan serangan yang amat dahsyat,
“Serangan Halilintar pukulan penghancur”.
“Tenaga Dalam bidadari, Selendang bidadari penakluk!”.
DDRROOOOOOMMMMM DDRROOOOOOMMMMM
Ishal terpental jauh dan mengeluarkan darah segar, gunung berubah menjadi Kawah. Pukulan yang amat
kuat, ishal sungguh malu, ia bahkan kalah dalam satu serangan, tanpa bicara Nisa pun pergi.
“Tuan Putri !!, Siapa sebenarnya anda?”. Nisa tidak menjawab dan langsung terbang kelangit.
Ishal bangkit tersenyum memandang kelangit dan berkata. “Dewi Bidadari langit, Aku mengakui kekalahanku, mulai sekarang Aku adalah pendekar halilintar !!”.
Setelah itu Ishal patah semangat, tidak berniat bertarung untuk berdiri di puncak, mereka yang mestinya di puncak tidak menginginkan hal itu,
Ishal sang Dewa Petir terus di buru oleh Dewa lain untuk menantangnya, namun ia memilih mengasingkan
diri dan hidup sebagai petani.
Kerajaan Bumi Tengah terkenal dengan lahir berbagai pendekar jenius. Salah satunya Putri Kaisar. Putri yang amat cantik jelita, banyak pendekar tingkat dewa melamarnya, namun semuanya ditolak, berbagai macam gunjingan datang padanya, Putri jadi sangat murka usia yang ke 25 tahun, ia membuka sanyembara. Siapapun yang dapat mengalahkannya maka dia akan memjadi calonya suaminya.
Banyak manusia dengan julukan Dewa datang untuk mempersuntingnya, namun selalu mengalami ke gagalan yang memilukan.
Putri kaisar bernama Putri Daria dengan julukan Dewi Pelangi, Dewi yang amat cantik jelita namun juga amat kejam, membunuh tanpa berkedip, ketika siluman mulai muncul dan mengancam bumi, Putri Daria selalu digaris depan dalam peperangan, sehingga ia juga dijuluki Dewi Perang.
Namun desas - desus terdengar bahwa manusia terkuat di bumi adalah Ishal, timbul niat dihati Dewi pelangi untuk mencarinya.
Dan ishal ditemukan, ishal nampak sebagai seorang petani tidak tampak sebagai seorang pendekar.
Ishal duduk di sebuah gebuk yang indah dan memelihara ternak disana, tidak terlihat aura yang kuat
pada dirinya.
“Dewa petir !, Aku datang ingin beradu ilmu dengan mu.”. kata dewi pelangi melayang di udara.
Ishal hanya berdiri ditanah lalu memberi hormat “Nona muda Aku minta maaf !!, Aku tidak tertarik” Kata
Ishal,
Namun Dewi Pelangi tanpa pikir panjang lalu dia menyerangnya dengan membabi buta, seketika Ishal hanya mengelak tidak membalasnya.
Tidak lama kemudian seorang gadis cantik muncul, datang dengan sebilah pedang karna mendengar kericuhan,
gadis itu tidak lain adalah Nisa.
“Nona untuk apa anda mencari permusuhan dengan orang yang tidak megiginkannya” Tanya Nisa.
Melihat Nisa kedua orang tersebut terkejut, Ishal seperti tersendak nafasnya, lalu segera memberi hormat pada Nisa, Nisapun membalasnya.
“Maaf kan kami pendekar Bidadari Langit” Kata Ishal santun tidak seperti dulu yang sombong ia
__ADS_1
telah berubah bayak.
Putri Daria mendengar pujian terhadap Nisa membuatnya, semakin marah.
Putri Daria bertarung seharian dengan Dewa Petir, Dia kalah total, sedang Dewa Petir hanya mengelak tidak pernah melawannya. Sementara Nisa hanya membuat aray pelindung gunung sehingga efek pertarungan mereka tidak menghancurkan gunung – gunung,
Setelah - seharian akhirnya Putri Daria mengaku kalah, namun yang membuat sakit hati Putri Daria, Ishal hanya berlaku sopan pada Nisa.
Penasaran dengan kekuatan Nisa, Putri Daria mengajaknya duel, Nisa menolaknya dengan santun. Namun karna Putri Daria kesal, ia mengancam akan membunuh manusia di Bumi Timur kalau tidak, duel dengannya.
Dengan terpaksan Nisa menyetujuinya, namun kali ini mambuat Dewi Pelangi bertekuk lutut, kekuatan Dewi Bidadari langit jauh diatasnya.
Putri Daria adalah putri keras kepala ia terus mendatangi Dewa Petir atau Dewi Bidadari untuk duel, dan terus kalah. Dua tahun kemudian Dewa Petir menikahi Dewi Bidadari Langit, dan mereka hidup bahagia sebagai petani.
Putri Daria mendatangi pasangan Dewa - Dewi, untuk pertempuran terakhirnya.
“Dewi Bidadari Langit dan Dewa Petir keluarlah !!, Aku datang untuk menatang kalian untuk terakhir kalinya”. Kata Dewi Pelangi.
“Purti Daria duduklah aku ada sebuah permintaan Padamu”. Kata Nisa.
Putri Daria pun turun lalu duduk diajak minum teh oleh pasangan itu. Nisa kemudia mengeluarkan pedangnya berwarna biru dan meletakkannya di atas meja.
"Ambillah pedang ini untuk mu aku sudah tidak menginginkan lagi berduel denganmu".
“Tidak bisa begitu, Aku harus mengalahkan kalian” Kata Putri Daria.
“Bangaimana kalau begini saja ! kalau Kamu bisa mengalahkan keturunan kami dalam duel, maka kami telah kalah denganmu” kata Nisa.
“Kalian bahkan belum memiliki anak”
“Kamu ingin musuh yang lebih kuat bukan?, Aku telah menyerahkan pedangku padamu, namun jika kau mampu, kau kalahkan saja dia”. Kata Nisa.
“Apa dia lebih kuat dari kalian !!”
“Kami berdua tidak mampu mengalahkannya dia Pendekar Sejati, Kalau kau mampu silahkan kau membunuhnya”. Kata Nisa
“Tapi itu seribu tahun waktu yang sangat lama”. Kata Putri Daria.
“Aku akan mengirimmu kemasa depan dan yakinlah kau akan betah disana” Kata Dewa petir Penguasa ilmu ruang dan waktu.
“Baiklah asal kalian tidak khawatir aku akan membunuhnya, hahahahahaha”. Tawa Putri Daria, seketika sebuah sambaran petir menghujami tubuhnya, dan diapun terasa sayu pandangannya rabun setelah itu gelap.
**
Seribu tahun Kemudian.
“Yang mulia !! Yang mulia !! Putri Anda telah lahir, dan ditangan nyan tertulis Putri Daria, Si Dewi
Pelangi!,” Seru Bidan sambil memperlihatkan lengannya dengan sedikit pantulan
energi petir.
Raja Diyu Dari Kerajaan Awan bangkit dari singasananya dan berkata. “Maka Sudah ditetapkan namanya”
__ADS_1
“Putri Daria Si Dewi Pelangi”.