Jangan Takut Jadi Janda, Kita Berhak Bahagia

Jangan Takut Jadi Janda, Kita Berhak Bahagia
Bab 6. Ada apa ini?


__ADS_3

Abimana kemudian mengantarkan Amara menuju sebuah hotel. Amara menolak untuk pergi ke rumah Diah yang setelah mengakui dirinya sebagai anaknya. Amara masih membutuhkan waktu untuk bisa menerima kenyataan itu.


"Katakan padaku! sebenarnya siapa kamu dan apa tujuanmu berada di sampingku?" tanya Amara dengan nada menyelidik.


Abimana tampak fokus dengan menyetir dan dia saat ini masih belum memiliki keinginan untuk jujur kepada Amara tentang siapa dirinya yan sebenarnya.


Abimana awalnya masuk ke keluarga Amara sebagai sopir pribadinya adalah karena dia ingin membuat Amara jatuh cinta kepadanya sebelum menerima perjodohan yang ditawarkan oleh kedua orang tua mereka. Tetapi nasib Abimana sangat malang sekali. Karena Amara telah jatuh cinta kepada Alvin dan akhirnya malah menerima lamarannya.


Dengan penuh kesabaran Abimana tetap berada di samping Amara sebagai sopir yang selalu setia dan terus melindungi secara rahasia.


Tanpa disadari oleh Amara, Abimana telah menjadi guardian angel baginya. Abimana selalu mengutus asistennya untuk mengurusi semua kebutuhan maupun keperluan Amara.


Abimana adalah seorang CEO yang terpaksa menyembunyikan dirinya demi tujuan untuk membuat tunangannya jatuh cinta padanya. Kini Amara dan Alvin ada kemungkinan akan segera bercerai mengingat perselingkuhan yang dilakukan Alvin secara kejam pada Amara.


"Nanti aku akan menceritakan semuanya kepadamu. Sekarang lebih baik kau beristirahat saja di kamarmu dan jangan terlalu banyak berpikir yang hanya akan membuatmu merasa tidak nyaman. Aku akan menemui Ibumu dan membicarakan rencana untuk membalas Sakit hatimu kepada suami sampahmu." ucapan Abimana sukses menyentak hati Amara.


Abimana bisa melihat bahwa Amara masih shock dan belum bisa menerima kenyataan itu secara iklas. Abimana bisa maklum dengan hal itu.


"Aku sangat tahu apa yang dilakukan oleh keluarga Alvin kepadamu benar-benar sangat keterlaluan. Walaupun aku sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada kamu untuk tidak terlalu memanjakan mereka, tetapi kamu Selalu abai dengan semua itu." Amara sadar apa yang dikatakan oleh Abimana adalah sebuah kebenaran.

__ADS_1


Amara tahu dengan kebodohannya sendiri. " Segera bercerailah dengan Alvin seperti apa yang dikatakan oleh ibumu. Aku akan meminta kedua orang tuaku untuk segera melamar kamu setelah masa iddah kamu selesai." Amara cukup terkesiap mendengar apa yang dikatakan oleh Abimana.


Sejujurnya sampai saat ini Amara masih bingung dengan sosok Abimana yang terlihat begitu mendominasi dan begitu kuat karakternya.


Amara percaya bahwa Abimana bukanlah sopir biasa. Karena tidak mungkin kedua orang tua kandungnya yang pengusaha sukses akan menjodohkan dirinya sejak lahir bersama dengan pemuda itu kalau dia hanyalah orang biasa saja.


Amara hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan Abimana. "Katakan padaku apa yang akan kau lakukan?" tanya Abimana dengan tegas sebelum dia meninggalkan kamar hotel yang dia sewa untuk tempat sementara Amara.


Abimana dan Diah Tengah merencanakan untuk memberikan kejutan manis untuk keluarga Alvin yang selama ini selalu menjadi benalu di dalam kehidupan Amara. Abimana tidak rela sama sekali wanita yang berstatus sebagai tunangannya sejak dulu dipermainkan begitu saja oleh mereka tanpa perasaan sama sekali.


Abimana terlihat begitu geram ketika mengingat semua itu. Amara memang seorang wanita yang terlalu baik terkesan bodoh dalam mencintai seseorang. "Pergilah dan jangan menggangguku! aku perlu berpikir dengan cerdih untuk bisa mengambil keputusan dalam hidupku. Walaupun aku tahu kalau aku telah di tipu, tetapi aku perlu mendapatkan penjelasan dari Mas Alvin." ada kepedihan yang tiba-tiba menyusup dalam sanubari Amara ketika dia kembali mengingat dan mengenang kebersamaannya di masa lalu bersama Alvin. Alvin adalah sosok suami yang romantis dan baik. Sampai akhirnya Amara tanpa sengaja telah melihat perselingkuhan itu dengan matanya sendiri.


Sejujurnya Abimana merasakan kekecewaan dan juga rasa cemburu yang begitu besar. Secara tidak dia sadari bahwa dirinya semakin terperosok dalam perasaan cinta yang semakin membesar dengan berjalannya seiring waktu yang mereka lewati.


Amara saat ini menelusupkan wajahnya ke bantal. Amara terlihat menangis. Abimana hanya diam saja. Abimana kemudian keluar dari kamar itu dan pergi meninggalkan Amara.


Di dalam mobil, terlihat Abimana yang sedang menghubungi Diah yang kini sudah ada di sebuah restoran mewah.


"Maaf Tante karena sudah datang terlambat. Oh ya Tante, Apa rencana yang akan anda lakukan untuk membalaskan perbuatan keluarganya Alvin terhadap Amara?" tanya Abimana to the point begitu dirinya duduk di hadapan Diah.

__ADS_1


Diah menatap lekat wajah tampan yang ada di hadapannya. Diah merasa bahwa Amara benar-benar beruntung menjadi calon istri dari pemuda itu.


"Tenang saja! Tante sudah memiliki banyak rencana untuk membuat mereka menyesali perbuatan jahatnya pada anakku. Abimana sebaiknya kita makan saja. Tante lapar!" Abimana akhirnya mengikuti keinginan Diah dan makan dengan lahap.


Walaupun ada perasaan yang tidak nyaman ketika dia memikirkan tentang Amara yang ditinggalkan sendiri di hotel. "Saya sebenarnya ingin membawa Amara ke apartemen milik saya. Tetapi Saya takut kalau sampai nanti Amara akan ketakutan dan mengetahui identitas saya yang sesungguhnya." Diah hanya tersenyum mendengar perkataan pemuda itu.


Diah segera menyeka bibirnya setelah menyelesaikan acara makan malamnya bersama Abimana.


"Bagaimana dengan Amara? Apakah dia sudah makan malam juga?" dari suara dia Abimana bisa menangkap rasa khawatir dari seorang ibu yang sudah lama tidak bertemu dengan Putri kandungnya.


Abimana merasa kasihan kepada dua wanita cantik itu yang hidupnya terpisah satu sama lain sejak lahir. Amara benar-benar seorang wanita yang sangat malang dan layak untuk dikasihani.


Abimana sampai saat ini masih belum meyakinkan perasaannya bahwa dia telah jatuh cinta kepada Amara. Abimana sadar bahwa tidak layak baginya kalau dia berencana untuk menjadi seorang pebinor.


Walaupun dia merasa berhak untuk memiliki Amara. Mereka berdua sudah dijodohkan oleh orang tua mereka sejak Amara baru lahir bahkan saat Amara masih dalam kandungan ibunya.


"Tadi aku sudah minta pelayanan hotel untuk menyediakan makan malam buat Amara. Tante tenang saja!" Diah mengangguk puas dengan jawaban Abimana.


Kalau bukan karena Rudi Angkasa yang tergoda kepada Lina dan akhirnya menghancurkan rumah tangganya sendiri bersama Diah. Mungkin Amara dan Abimana sudah menikah sejak lama.

__ADS_1


"Tante, aku percaya kepada Tante. Aku percaya bahwa Tante memang mencintai Amara dengan tulus dan pasti tidak tega melihat dia terus-terusan dimanfaatkan dan disakiti oleh laki-laki yang berstatus sebagai suaminya." Diah bisa merasakan aroma cemburu di dalam suara pemuda itu yang tampak belum sadar sepenuhnya bahwa dia telah jatuh cinta kepada Amara.


__ADS_2